Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, sebagai proyek strategis untuk mewujudkan swasembada garam nasional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke kawasan K-SIGN guna memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai target sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa peningkatan produksi garam nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Menurutnya, potensi garam nasional harus dimanfaatkan secara optimal agar nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat Indonesia. "Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri," tegasnya. Ia menambahkan, percepatan pembangunan kawasan garam akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden. "Kita akan percepat," ujarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa K-SIGN merupakan kawasan produksi garam industri berbasis teknologi yang dirancang untuk memperkuat pasokan garam nasional sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir. "K-SIGN diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga 200 ton per hektare per tahun. Kawasan ini tidak hanya mendukung swasembada garam nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis garam," ujar Menteri Trenggono.
JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293
Email: humas.kkp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141