Sakti Wahyu Trenggono
Menteri Kelautan dan Perikanan
Bapak Sakti Wahyu Trenggono, yang merupakan putra kelahiran Jawa Tengah merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ke-delapan, dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Desember 2020 di Istana Negara.
Pendidikan terakhir Bapak Trenggono adalah S-2 Program Magister Studi Pembangunan pada Institut Teknologi Bandung. Di dunia pendidikan tinggi, saat ini Bapak Trenggono juga sebagai Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Andalas.
Melaksanakan perintah Presiden untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia, Menteri Sakti Wahyu Trenggono mendorong 5 (lima) kebijakan ekonomi biru yaitu pertama Memperluas Kawasan Konservasi Laut; kedua, Penangkapan Ikan Terukur berbasis Kuota; ketiga, Pengembangan Budidaya Laut, Pesisir dan Darat yang Berkelanjutan; keempat, Pengawasan dan Pengendalian Kawasan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil dan kelima, Pembersihan Sampah Plastik di Laut Melalui Gerakan Partisipasi Nelayan atau Bulan Cinta Laut.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono berkomitmen bahwa ekologi merupakan panglima dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kelautan dan perikanan.
Sebelum bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono bertugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan sejak tanggal 25 Oktober 2019 s.d. 23 Desember 2020.
Sakti Wahyu Trenggono
Minister of Marine Affairs and Fisheries
The Republic of Indonesia
Mr. Sakti Wahyu Trenggono, , born in Central Java, is the eighth Minister of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia, appointed by President Joko Widodo on December 23, 2020, at the State Palace.
Mr. Trenggono's latest education was a Master's degree of Development Studies from the Bandung Institute of Technology. In the higher education, Mr. Trenggono currently serves as the Chairman of the Board of Trustees at Andalas University.
Executing the President's mandate to oversee Indonesia's marine and fisheries sector, Minister Sakti Wahyu Trenggono advocates for five blue economy policies: first, Expanding Marine Conservation Areas; second, Quotas Based Fishing Capture; third, Sustainable Development of Coastal, Marine, and Land Aquaculture; fourth, Monitoring and Controlling Coastal Areas and Small Islands; and fifth, Cleaning Plastic Waste from the Sea Through the Fishermen's Participation Movement or the Love the Ocean Month.
Minister Sakti Wahyu Trenggono is committed to the principle that ecology is the commander in maintaining the sustainability of marine ecosystems and fisheries.
Before assuming duties at the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Mr. Sakti Wahyu Trenggono served as the Deputy Minister of Defense from October 25, 2019, to December 23, 2020.
LHKPN:
JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293
Email: humas.kkp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141