© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Ketika Ekosistem Laut Terjaga, Peluang Ekonomi Ikut Terbuka

Selasa, 22 September 2026

Ketika Ekosistem Laut Terjaga, Peluang Ekonomi Ikut Terbuka

Blue Ecosystem Adaptation Mechanism (BEAM)

Bagaimana membangun ekonomi biru yang tetap tumbuh di tengah perubahan iklim?

Sahabat Bahari, Blue Halo S – Blue Ecosystem Adaptation Mechanism (#BEAM) diusulkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi biru melalui perlindungan ekosistem laut, perikanan berkelanjutan, penguatan mata pencaharian, aksi iklim berbasis masyarakat, dan akses pembiayaan.

Fokus awalnya adalah #WPP572, yang mencakup sekitar 94,3 juta hektare wilayah laut di enam provinsi.

Sebagai bagian dari proses pengajuan, dokumen Kerangka Pengamanan Lingkungan & Sosial Blue Halo S-BEAM kini tersedia untuk publik.

Punya masukan? Sampaikan melalui pengaduan@konservasi.id

 

Blue Halo S – Blue Ecosystem Adaptation Mechanism (BEAM)

Blue Halo S – Blue Ecosystem Adaptation Mechanism (BEAM) adalah proyek yang diusulkan untuk mendukung transformasi ekonomi biru Indonesia agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim. BEAM mengintegrasikan perlindungan ekosistem pesisir dan laut dengan perikanan berkelanjutan, penguatan mata pencaharian masyarakat, aksi iklim yang dipimpin secara lokal, serta peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi biru. Proyek ini merupakan bagian dari Blue Halo S Initiative, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572, yang mencakup kawasan laut seluas sekitar 94,3 juta hektare dan berbatasan dengan enam provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, dan Banten. WPP 572 dipilih karena memiliki perikanan dan ekosistem laut yang penting, tingkat kerentanan iklim yang tinggi, serta kebutuhan investasi yang besar. Pengalaman dan pembelajaran dari wilayah ini akan digunakan untuk mendukung replikasi pendekatan perlindungan-produksi di wilayah lain di Indonesia.

Proyek ini memiliki dua komponen utama. Komponen pertama memperkuat kebijakan, tata kelola, data perikanan dan ekosistem, pengelolaan kawasan konservasi perairan, serta mekanisme pembiayaan inovatif. Komponen kedua menyediakan hibah dan bantuan teknis untuk adaptasi berbasis masyarakat, restorasi mangrove dan padang lamun, energi terbarukan skala kecil, pengelolaan sampah, mata pencaharian perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan kesiapan investasi ekonomi biru.

Pengungkapan Kerangka Pengamanan Lingkungan dan Sosial Proyek Blue Halo S - BEAM

Proyek ini akan dipertimbangkan untuk disetujui pada Rapat Dewan (Board Meeting) Green Climate Fund (B.46) yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Sebagai bagian dari proses pengajuan proyek, dokumen-dokumen utama mengenai Kerangka Pengamanan Lingkungan dan Sosial dipublikasikan dalam bahasa Inggris (versi asli) dan Bahasa Indonesia (dokumen terjemahan).

Dokumen-dokumen tersebut dapat dilihat di bawah ini, dan masukan apa pun dapat disampaikan kepada tim pengembangan proyek melalui formulir ini atau melalui email ke pengaduan@konservasi.id

Tiga dokumen utama Kerangka Pengamanan Lingkungan dan Sosial adalah:

·         Kerangka Kerja Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ESMF)

·         Penilaian Dampak Lingkungan dan Sosial (ESIA) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ESMP)

·         Mekanisme Penanganan Keluhan (GRM)

·         Laporan Hasil Penapisan Kerangka Pengamanan Lingkungan dan Sosial

·         Kerangka Kerja Masyarakat Adat  (IPF)

Sumber:

Konservasi Indonesia

Bagikan Artikel Ini
Logo Logo
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat

Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293

Email: humas.kkp@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Media Sosial

Pengunjung

1 2
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

POST Forms