Pastikan Infrastruktur Nelayan Layak dan Berkualitas, KKP Tingkatkan Kapasitas Auditor
Senin, 9 Februari 2026
Jakarta - 9 Februari
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Inspektorat Jenderal terus memperkuat peran pengawasan internal dalam mendukung keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) auditor, dengan penekanan pada pelatihan teknis pemeriksaan konstruksi, dengan menggandeng Corporate University Badan Pemeriksa Keuangan (Corpu BPK-RI). Upaya ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur kawasan nelayan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Lina Herlina, mewakili Inspektur Jenderal, menegaskan bahwa karakteristik Program Kampung Nelayan Merah Putih yang didominasi pekerjaan fisik menuntut pendekatan pengawasan yang berbasis pemahaman teknis, bukan semata pemeriksaan administratif.
“Infrastruktur nelayan harus layak digunakan dan bertahan lama di lingkungan pesisir yang menantang. Karena itu, auditor perlu dibekali kompetensi teknis konstruksi agar pengawasan benar-benar menyentuh kualitas dan fungsi bangunan,” ujar Lina Herlina.

Pelatihan teknis pemeriksaan konstruksi dirancang untuk memperkuat kemampuan auditor Itjen dalam memahami siklus pembangunan kawasan nelayan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan teknis, pelaksanaan pekerjaan, hingga hasil akhir di lapangan. Auditor didorong untuk mampu mengidentifikasi risiko teknis sejak dini, sehingga potensi permasalahan dapat dicegah sebelum berdampak pada rendahnya mutu infrastruktur.
Melalui pelatihan ini, auditor Itjen diperkuat dalam:
1. Menilai kesesuaian desain dan spesifikasi teknis dengan kondisi lapangan, termasuk kualitas material dan metode pelaksanaan konstruksi.
2. Memeriksa kewajaran volume dan mutu pekerjaan fisik, khususnya pada pembangunan dermaga, tambatan perahu, jalan lingkungan, fasilitas penyimpanan ikan, dan sarana pendukung lainnya.
3. Menerapkan pemeriksaan berbasis risiko pada konstruksi kawasan pesisir, dengan memperhatikan faktor lingkungan laut seperti korosi, gelombang, dan daya tahan struktur.
4. Menyusun rekomendasi perbaikan yang tepat waktu dan aplikatif, agar infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan oleh nelayan dalam jangka panjang.
Lina Herlina menambahkan bahwa keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak dapat diukur semata dari jumlah bangunan yang berdiri, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat nelayan.
“Tujuan akhirnya bukan bangunan selesai, tetapi fasilitas yang berfungsi, aman, dan mendukung produktivitas nelayan. Di sinilah peran auditor menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan,” tegasnya.
Selain peningkatan kompetensi teknis auditor, Inspektorat Jenderal juga mendorong sinergi dengan unit teknis dan APIP terkait guna menyamakan standar pemeriksaan konstruksi serta meningkatkan kualitas rekomendasi pengawasan.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Ke depan, Inspektorat Jenderal berkomitmen menjadikan penguatan kapasitas auditor di bidang pemeriksaan konstruksi sebagai agenda prioritas pengawasan, guna mendukung pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih yang akuntabel, berkualitas, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Itjen KKP
JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293
Email: humas.kkp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141