Perkenalkan Konservasi kepada para Pelajar, Loka PK Pekanbaru Bersama Yayasan Jaga Mangkai dan Re-Earth Initiative Melaksanakan Kegiatan Konservasi Goes to School di SMP Negeri 2 Mengkait
Rabu, 13 Mei 2026
Kabupaten Kepulauan Anambas (13/05), Loka PK Pekanbaru bersama Yayasan Jaga Mangkai dan Re-Earth Initiative melaksanakan kegiatan Konservasi Goes to School di SMP Negeri 2 Mengkait. Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang siswa dan 8 orang guru, dengan pemateri dan fasilitator kegiatan dari Loka PK Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya melestarikan penyu dan pentingnya menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah ke laut.
Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mengkait. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan edukasi konservasi di SMP Negeri 2 Mengkait, dimana kegiatan ini akan memberikan pengetahuan baru kepada para siswa terkait lingkungan. Beliau juga menghimbau kepada seluruh siswa untuk dapat menyimak materi yang disampaikan oleh pemateri.
Selanjutnya Pastor Paroki Stella Maris Tarempa menyampaikan sambutan dan khotbah kepada para siswa dan guru SMP Negeri 2 Mengkait. Beliau menyampaikan bahwa banyak kebiasaan lama dari para orang tua kita yang perlu dipilah kembali oleh kita sebagai generasi muda, seperti mengonsumsi penyu dan membuang sampah di laut. Bumi merupakan rumah kita bersama yang harus kita jaga, karena apa yang kita lakukan saat ini akan berdampak pada 5-10 tahun lagi. Apabila kita menjaga, maka keindahannya tetap bisa kita nikmati 10 tahun lagi, namun apabila kita merusak, maka dampaknya akan kita rasakan 10 tahun lagi. Beliau juga mengapresiasi kegiatan aksi bersih yang sebelumnya telah dilakukan oleh sekolah, dan berharap para siswa terus menjaga kebiasaan baik dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.
Para siswa kemudian mengerjakan soal pre-test yang telah disiapkan. Pengerjaan pre-test ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal siswa dalam memahami perlindungan dan pelestarian penyu. Selanjutnya pemateri dari Loka PK Pekanbaru menyampaikan materi mengenai Pengenalan Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas dan pengendalian sampah plastik. Penyampaian materi diawali dengan pembacaan Komitmen Mutu dan Komitmen Anti-Penyuapan LPK Pekanbaru. Kemudian materi diawali dengan pengenalan 5 program prioritas KKP dan pengenalan Loka PK Pekanbaru sebagai unit kerja KKP yang mengelola Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Pemateri juga menyampaikan pengertian konservasi dan pengenalan jenis-jenis zonasi yang ada di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Selain itu, pemateri juga menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan agar kawasan konservasi tetap lestari.
Kemudian pemateri juga menjelaskan program pengelolaan sampah laut Sebasah (Laut Sehat Bebas Sampah). Pemateri memperkenalkan jenis-jenis sampah untuk dipilah, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan limbah B3. Pemilahan sampah ini merupakan langkah awal dalam upaya mendaur ulang sampah, sehingga jumlah sampah yang dibuang dapat dikurangi. Selain itu, pemateri juga menyampaikan ayat-ayat Alkitab mengenai pentingnya menjaga bumi dan lingkungan di sekitar kita, agar para siswa memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan perintah dari Tuhan. Dalam penyampaian materi ini, pemateri mendorong peran aktif siswa dalam menjawab pertanyaan dengan melakukan kuis berhadiah, dimana siswa yang berani menjawab akan mendapatkan hadiah.
Setelah penyampaian materi selesai, seluruh peserta kemudian terlibat dalam permainan edukatif “Penyu Rescue”. Permainan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Jaga Mangkai dengan Re-Earth Initiative sebagai media edukasi tentang perlindungan penyu kepada siswa. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 8 orang. Dalam permainan ini, siswa disimulasikan untuk menjadi pengelola kawasan konservasi penyu, dimana kawasan ini memiliki status perlindungan yang dapat berubah akibat kejadian tertentu, baik kejadian yang mengancam maupun melestarikan. Kejadian ini diperoleh secara acak melalui “Kartu Kejadian”, yang dipilih oleh peserta permainan saat memainkan permainan ini. Peserta wajib menyebutkan kejadian yang dipilih, sehingga peserta dapat mengetahui jenis kegiatan apa yang mengancam penyu maupun mendorong kelestarian penyu. Kejadian yang mengancam akan menurunkan status perlindungan kawasan, sementara kejadian yang mendorong kelestarian akan meningkatkan status perlindungan kawasan. Pemain yang memperoleh status hijau pada setiap putaran permainan akan mendapatkan kartu poin, dan pemain yang memperoleh poin terbanyak akan menang. Namun apabila ada pemain yang memperoleh status merah, seluruh pemain dalam kelompok akan kalah walaupun ada yang memperoleh status hijau, karena kerusakan satu lokasi akan mempengaruhi kelestarian dari lokasi lainnya. Setelah sesi permainan berakhir, peserta diajak untuk merefleksikan pengetahuan yang diperoleh dari permainan yang telah dilaksanakan.
Para siswa kemudian mengerjakan soal post-test yang telah disiapkan. Pengerjaan post-test ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan, sekaligus membandingkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai perlindungan dan pelestarian penyu. Setelah post-test selesai, kegiatan diakhiri dengan penutupan dari MC dan sesi foto bersama.
LPK Pekanbaru
JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293
Email: humas.kkp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141