LPMUKP Dorong Koperasi Perikanan Atasi Tantangan Modal Usaha Melalui Pembiayaan Produktif

Senin, 6 Juli 2026


Tarakan – Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan dan modal kerja. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan pelaku usaha dalam menyerap hasil produksi, menjaga kelancaran rantai pasok, serta mengembangkan kapasitas usaha.

Melalui pembiayaan produktif, LPMUKP hadir untuk menjawab kebutuhan modal usaha bagi pelaku usaha perikanan yang tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pendampingan usaha agar mampu meningkatkan skala bisnis dan memperkuat daya saing. Salah satu penerima manfaat dukungan pembiayaan tersebut adalah Koperasi Produsen Samudra Nauli Abadi di Tarakan, Kalimantan Utara, yang bergerak dalam pemasaran komoditas udang windu.

Kebutuhan modal kerja menjadi faktor penting bagi koperasi yang berperan sebagai penghubung antara masyarakat pembudidaya dengan pasar. Koperasi Produsen Samudra Nauli Abadi memiliki peran strategis sebagai integrator bagi mitra Pos Udang yang menaungi sekitar 400 petambak di wilayah Tarakan, terkhususnya wilayah Kalimatan Utara.

Sebelum memperoleh dukungan pembiayaan dari LPMUKP, koperasi menghadapi tantangan dalam pengelolaan arus kas akibat adanya jeda pembayaran dari pihak pembeli, yakni perusahaan yang menampung stok udang untuk kebutuhan ekspor, dengan sistem tempo selama 7–14 hari. Kondisi tersebut membuat koperasi membutuhkan tambahan modal kerja agar tetap mampu melakukan pembelian hasil panen masyarakat petambak secara berkelanjutan.

Melalui fasilitas pembiayaan produktif, LPMUKP membantu koperasi memperkuat kemampuan permodalan sehingga dapat menerapkan sistem transaksi cash and carry atau pembayaran tunai langsung kepada petambak. Dengan dukungan modal tersebut, koperasi dapat meningkatkan penyerapan hasil panen dan menjaga keberlangsungan rantai pasok udang windu di Kalimantan Utara.

Sekretaris Koperasi Produsen Samudra Nauli Abadi, Rina, menyampaikan bahwa dukungan permodalan dari LPMUKP memberikan dampak nyata terhadap peningkatan aktivitas usaha koperasi sekaligus kesejahteraan masyarakat pembudidaya udang di sekitar wilayah kami. Menurutnya, hasil panen udang dari masyarakat kini dapat diserap dan dibeli oleh koperasi untuk kemudian diolah sesuai standar mutu sebelum dipasarkan kepada perusahaan swasta sebagai tujuan ekspor.

"Adanya dukungan permodalan dari LPMUKP membuat koperasi memiliki kemampuan untuk menyerap hasil panen masyarakat, khususnya pembudidaya udang. Jika sebelumnya penyerapan dan penjualan hanya berkisar 20–30 ton per bulan, kini mampu mencapai sekitar 50 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan swasta yang berorientasi ekspor," ujar Rina.

Peningkatan kapasitas ini juga membuka peluang perluasan pasar melalui koordinasi pemasaran satu pintu dengan mitra eksportir udang windu yang telah melalui proses pengolahan sesuai standar kualitas dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

LPMUKP menegaskan bahwa pembiayaan bukan hanya berfungsi sebagai tambahan modal, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan dukungan permodalan yang tepat sasaran diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petambak atau pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Sumber:

Humas LPMUKP

Logo Logo
Sekretariat Jenderal

JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat

Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293

Email: humas.kkp@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Media Sosial

Pengunjung

1 2
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

POST Forms