Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Sinergi Pengembangan Usaha Nelayan dan Keluarganya di Kota Kendari

Kota Kendari (24/07), Dalam rangka pembangunan perikanan tangkap serta program pemberdayaan dan perlindungan nelayan dan keluarganya, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Rangkaian Kegiatan Pengembangan Usaha Nelayan dalam bentuk Bimbingan Teknis bagi nelayan dan wanita nelayan (istri/putri nelayan), Bazar Produk Perikanan, Ekspo dan Gerai Pendanaan Usaha Nelayan, Gerai Asuransi Nelayan, Gerai Perizinan Daerah, Gerai Pendataan Awak/Nelayan serta Peresmian “Pojok Pendanaan Nelayan” di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari pada 24-25 Juli 2019.

 

Acara yang diikuti 100 orang nelayan dan 75 orang wanita nelayan sebagai peserta ini dibuka oleh Goenaryo, A.Pi, M.Si, Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa salah satu agenda prioritas pembangunan nasional yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan sub agenda pengembangan ekonomi maritim dan kelautan.

 

Ia menjelaskan bahwa program pemberdayaan nelayan ini dapat menjadi alternaif baru guna meningkatkan pendapatan nelayan melalui diversifikasi usaha ekonomi produktif. “Pemberdayaan keluarga nelayan pada hakekatnya diarahkan untuk mengembangan dan mematangkan berbagai potensi yang ada pada diri mereka dan potensi alam yang ada disekitarnya”, terangnya.

 

”Dalam pembangunan sektor hulu bidang perikanan tangkap, peran nelayan dan keluarganya sangat strategis sebagai pelaku usaha dalam aktifitas penangkapan ikan dan penanganan hasil tangkapan. Untuk itu peran pemerintah sangat penting dalam peningkatan fasilitasi usaha dan pengembangan alternatif mata pencaharian, perijinan usaha, perlindungan resiko aktivitas penangkapan serta sarana dan prasarana secara terintegrasi, salah satunya melalui rangkaian kegiatan ini”

 

Permasalahan umum terkait kenelayanan sebagai pelaku utama perikanan tangkap adalah terbatasnya akses permodalan, pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan hasil tangkapan ikan. Melalui peningkatan fasilitasi akses permodalan serta ketrampilan nelayan dan keluarganya, diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas usaha yang lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga, khususnya pendidikan anak dan kesehatan seluruh anggota keluarga.

 

Dalam rangka diseminasi informasi produk pembiayaan bagi nelayan serta kemudahan dalam mengakses pendanaan usaha nelayan, Pelabuhan Perikanan sebagai sentra nelayan memegang peranan yang sangat penting dan strategis. Pelabuhan Perikanan diharapkan dapat memfasilitasi kemudahan akses pendanaan bagi nelayan dengan menyediakan ruang konsultasi sebagai tempat sosialisasi produk-produk lembaga keuangan dan memperkenalkan produk-produk pembiayaannya. Sehubungan hal tersebut maka perlu disediakan “Pojok Pendanaan Nelayan” yang dapat dijadikan sebagai media bertemunya antara nelayan dengan Penyuluh Perikanan, Petugas KKMB, Pendamping BLU LPMUKP maupun dengan Account Officer lembaga keuangan dalam pendampingan proses pengajuan kredit.

 

Setelah acara pembukaan oleh Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan dilanjutkan dengan  penyerahan simbolis diantaranya penyaluran kredit permodalan, pembukaan rekening tabungan kepada nelayan dan keluarganya, perlengkapan diversifikasi usaha nelayan dan keluarganya, Asuransi Nelayan (BPJS dan Jasindo) serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Laut (PKL) dan Peresmian “Pojok Pendanaan Nelayan” di Gedung Pelayanan PPS Kendari.

 

Dalam acara ini KKP melalui DJPT juga memberikan fasilitasi secara simbolis dari : Bank BRI berupa KUR kecil kepada 228 Debitur senilai Rp 47.157.000.000,- dan KUR Mikro kepada 4.511 debitur senilai Rp. 90.604.000.000,- ; KUR dari Bank Mandiri senilai Rp 650 juta; KUR dari Bank BNI senilai Rp 150.000.000,- kepada Narsum, kartu asuransi nelayan dari Jasindo BPAN 2019 sebanyak 246 Nelayan, Asuransi Mandiri Kota Kendari sebanyak 14 nelayan, Asuransi ABK Nelayan sebanyak 1750 ABK; BPJS Ketenagakerjaan asuransi perlindungan kepada 850 Nelayan; Fasilitas Perjanjian Kerja Laut antara pemilik kapal dengan nahkoda/awak kapal kepada Kapal EMJ Lima (99 GT) milik PT. CilacapSamudera Fishing Industri, nama awak kapal Saeful Rohman, dan KMN Bunga Baru(18 GT) milik PT. SultraTuna (Basuki), nama awak kapal Harianto.

 

Outstanding kredit sub sektor perikanan tangkap Provinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan bulan Mei 2019 sebesar Rp.108.156.092.568,- dengan jumlah debitur sebanyak 5.506 orang. Pada periode yang sama, outstanding kredit di Kota Kendari pada sub sektor perikanan tangkap sebesar Rp.42.683.301.717,- dengan jumlah debitur sebanyak 1.620 orang. Sedangkan perizinan kapal daerah ukuran 6 – 30 GT yang telah diterbitkan dengan SIMKADA di Propinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan bulan Juli 2019 sebanyak : 64 SIUP, 153 SIPI/SIKPI dan 6 BPKP.

 

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber dari Perbankan (BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Sultra) dan Non Perbankan (BLI-LPMUKP, Pegadaian), fasilitasi perlindungan nelayan (BPJS dan Jasindo), fasilitasi pengembangan usaha nelayan diantaranya Motivasi Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan (NSLIC), Manajemen Pengelolaan Keuangan Nelayan (Universitas Muhammadiyah), Pelatihan perbaikan mesin kapal (UPTD Balai Pengembangan Penangkapan Ikan), Strategi Pemasaran Ikan (Asosiasi UMKM Kota Kendari) serta Praktek Pengolahan Produk Perikanan Kerupuk dan Stik Ikan (Universitas Haluoleo).

 

Selama kegiatan berlangsung juga disediakan fasilitas Expo dan Gerai Pendanaan Nelayan, Gerai Asuransi Nelayan, Gerai Perizinan Daerah, Gerai Pendataan Awak/Nelayan serta Bazar Produk Diversifikasi Usaha Keluarga Nelayan, dalam rangka meningkatkan akses dan kapasitas usaha nelayan. Melalui kegiatan sinergi fasilitasi ini diharapkan usaha nelayan makin maju dan berkembang sehingga peningkatan kesejahteraan nelayan dan keluarganya tercapai (Dit PDK DJPT)

Wiwik   26 Juli 2019   Dilihat : 2253



Artikel Terkait: