Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

PUSAT RISET PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pusat Riset Perikanan jalin kerjasama dengan FAO dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat pengelolaan Perikanan Darat

 

Sukabumi, 16 Desember 2021. Kerjasama KKP dengan FAO dalam project I IFISH merupakan proyek FAO bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pusriskan sebagai National Project Coordinator bertujuan untuk pengarusutamaan nilai-nilai konservasi keanekaragaman hayati perairan darat dan pemanfaatan secara berkelanjutan pada praktik perikanan darat di ekosistem perairan darat yang bernilai konservasi tinggi. Untuk mencapai tujuannya, proyek yang dimulai sejak 2017 ini melaksanakan tiga strategi utama:

  1. pengarusutamaan prinsip keanekaragaman hayati perairan darat dalam pembangunan sumber daya dan kebijakan pengelolaan;
  2. demonstrasi prinsip konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan di sejumlah habitat kritis di Indonesia;
  3. pemantauan dan penilaian yang efektif

IFISH memiliki lima wilayah demonstrasi di Indonesia dengan target ikan bernilai tinggi di masing-masing wilayah, yakni: sidat di Jawa (Cilacap dan Sukabumi), arwana dan perikanan beje di Kalimantan (Barito Selatan dan Kapuas), serta belida di Sumatera (Kampar). Proyek IFish yang memperoleh dukungan dari Global Enviroment Fund adalah proyek perikanan darat terbesar di Indonesia. Perikanan darat umumnya diusahakan industri skala kecil, oleh komunitas masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai. Oleh karena itu perlindungan ekosistem dan pengelolaan perikanan darat secara berkelanjutan berdampak besar dalam peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada keanekaragaman hayati perairan darat.

Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sebagai penghasil benih ikan sidat di alam.  Perairan Teluk Pelabuhan Ratu merupakan salah satu perairan strategis jalur ruaya benih sidat di selatan Jawa. Dengan melimpahnya sumber daya benih, Kabupaten Sukabumi akan menyusun program jangka panjang untuk pemanfaatan dan pengelolaan perikanan sidat, serta menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai ikon produsen ikan sidat di Indonesia. Salah satu lokasi yang penting bagi perikanan sidat di Sukabumi adalah BBI Tonjong, sebagai pusat pembesaran benih ke anakan   Benih sidat dari Sukabumi tidak hanya menyokong usaha budi daya lokal, tapi juga bisnis budi daya sidat di seluruh Indonesia. Sayangnya, hingga saat tingkat kelangsungan hidup benih sidat sangat rendah, sehingga pemanfaatanya secara komersial dapat menekan kestabilan populasi sidat di alam. Kondisi serupa telah terjadi di Jepang dan Eropa, dengan masuknya beberapa jenis sidat mereka ke kategori terancam punah. Perbaikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sidat pada fase kritis ‘glass eel’ (benih) ke ‘elver’ (anakan) harus diupayakan terus melalui kajian.

 Sejumlah langkah kerja sama melalui proyek IFish terkait sidat di Sukabumi di antaranya:

  1. Melaksanakan demonstrasi pendederan sidat dii lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong    Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa di BBI tonjong telah  berhasil meningkatkan survival rate benih ke fase anakan hingga 60%.
  2. Studi banding ke Kabupaten Cilacap, Training of trainer untuk pemantauan sumber daya benih sidat, pembentukan kelompok kerja Pengelolaan Perairan Darat Terpadu di Kabupaten Sukabumi,
  3. Pembentukan kelompok masyarakat pengawas yang melibatkan nelayan, pengepul dan komunitas pemancing sebagai ujung tombak pengawasan sumberdaya ikan dan ekosistem sungai di Kabupaten Sukabumi.
  4. Memfasilitasi perencanaan pembangunan jalur laluan ikan (fishway) pada konstruksi Bendung Caringin di Sungai Cibareno bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dan Charles Sturt University, Australia. Jalur laluan tersebut dibangun pada struktur melintang agar ikan lokal seperti sidat atau kancra/soro dapat beruaya di sepanjang daerah aliran sungai. Untuk itu project  IFish juga bekerjasama dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dalam merumuskan peraturan tingkat provinsi, mengenai pembangunan fishway pada setiap bangunan bendung dan bendungan di Provinsi Jawa Barat

Di samping kerjasama demonstrasi di BBI Tonjong, proyek IFish akan melanjutkan kerja sama dengan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2022 untuk menyusun sejumlah kebijakan strategis, seperti peraturan daerah Pengelolaan Perikanan Darat dan Masterplan Pengelolaan Perikanan Sidat di Kabupaten Sukabumi. Kedua kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan integrasi tata kelola perikanan darat, serta sinergi kuat para pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan darat dan perikanan sidat. Ke depan, Kabupaten Sukabumi dapat mendukung program kampung budidaya yang mendukung kearifan lokal dengan memilih komoditas Sidat yang akan dikembangkan di kampung budidaya nya.  Tentunya , pengemnbangan kampung ikan sidat diSukabumi membutuhkan upaya serta sinergi dari berbagai pemangku kepentingan dan stakeholder dengan fungsinya masing-masing.  Diharapkan kampung ikan tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan yang mengedepankan potensi perikanan lokal, serta menerapkan pendekatan ekosistem dan ramah lingkungan.

Selain pengembangan kampung ikan sidat, kegiatan yang penting akan dilakukan juga adalah menetapkan wilayah konservasi sidat di Kabupaten Sukabumi melalui penyusunan Feasibility Assessment untuk menetapkan kawasan konservasi perairan darat di Kabupaten Sukabumi.  Disamping itu, melakukan pemberdayaan POKMASWAS PUD untuk memperkuat kelembagaan dan peran pengawasan sumberdaya perikanan darat di level masyarakat.

 

 

Admin Pusat Riset Perikanan   18 Desember 2021   Dilihat : 420



Artikel Terkait: