Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

PUSAT RISET PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Genjot Produksi Udang Vaname, KKP Kembangkan Riset Budidaya Superintensif di Takalar

 

JAKARTA (31/7) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), terus mengembangkan riset dan inovasi teknologi di sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros melalui aplikasi sistem progresif, sludge collector dan microbubble pada budidaya udang vaname superintensif, yang merupakan perbaikan kinerja budidaya udang vaname superintensif.

Hal tersebut ditandai dengan panen total udang vaname tambak superintensif di Instalasi Tambak Percobaan BRPBAP3, Desa Punaga, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 28 Juli 2021. Instalasi tambak ini telah dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 18 Juni lalu.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Riset Perikanan BRSDM Yayan Hikmayani mengatakan, riset dan inovasi teknologi perikanan yang dikembangkan pihaknya dilakukan dalam rangka mendukung tiga program prioritas utama yang menjadi terobosan KKP Tahun 2021-2024. Pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Kedua, Pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor didukung riset kelautan dan perikanan. Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Senada dengannya, Kepala BRPBAP3 Asda Laining menambahkan, aplikasi sistem progresif, sludge collector dan microbubble pada budidaya udang vaname superintensif dilakukan untuk menggenjot produksi perikanan budidaya udang vaname dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi nasional dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

"SC (Sludge Collector) menghasilkan performa kualitas air yang lebih stabil dibandingkan CD (Central Drain) karena adanya pembuangan sludge yang lebih efektif. Perlakuan SC menghasilkan produksi 5.256 kg lebih tinggi dibandingkan perlakuan CD sebesar 4.849 kg atau terjadi peningkatan produksi sebesar 8,4%, dengan peningkatan sintasan sebesar 10%, penerimaan 6,4% lebih tinggi dan FCR lebih rendah sebesar 14,5% dibandingkan perlakuan CD," tambah Asda.

Mewakili Bupati Takalar, hadir secara langsung pada panen tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, Muhammad Iskandar Adam, didampingi Camat Mangarabombang, Mappaturung. Iskandar mengapresiasi hasil riset dan inovasi teknologi yang telah dilakukan BRPBAP3. Dia menyatakan komitmennya untuk bersinergi dalam memanfaatkan teknologi yang dihasilkan BRPBAP3, terutama teknologi yang bisa diaplikasikan langsung oleh masyarakat. Hal ini mendapat sambutan yang baik dari Kepala BRPBAP3 Asda Laining.

Apresiasi juga datang dari Rektor Institut Teknologi Pertanian Takalar sekaligus Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar, Irma Andriani, yang juga hadir secara langsung pada panen tersebut. Dia menyarankan kepada Pemerintah Desa Punaga untuk bisa membuat percontohan budidaya vaname skala rumah tangga hasil teknologi BRPBAP3 melalui Badan Usaha Milik Desa. Hal tersebut dilakukan mengingat lokasi instalasi tambak berada di wilayah Desa Punaga, sehingga memudahkan masyarakat desa untuk belajar dan berkonsultasi dengan tim pakar dan peneliti yang ada di instalasi tersebut.

Selain kegiatan panen, pada kesempatan tersebut juga dilakukan dialog dengan para peneliti BRPBAP3, kunjungan ke sarana dan prasarana instalasi tambak, dan sebagainya.

HUMAS BRSDM

 

Link Sumber Terkait : https://kkp.go.id/artikel/32928-genjot-produksi-udang-vaname-kkp-kembangkan-riset-budidaya-superintensif-di-takalar

 

 

Admin Pusat Riset Perikanan   31 Juli 2021   Dilihat : 203



Artikel Terkait: