Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

INSPEKTORAT JENDERAL
Kilas Berita  
IACM Cermin Level Kualitas APIP

 

Jakarta, 16 Juni 2022 - 

Salah satu bentuk pengukuran kualitas pengawasan intern Itjen KKP dapat diukur melalui level kapabilitas auditor. Sejak sekitar tahun 2016 yang lalu, Itjen KKP telah dinilai level kapabilitasnya oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bentuk skor Internal Audit Capability Model (IACM). IACM adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh The Institute of Internal Auditors Research Foundation (IIARF) untuk memperkuat atau meningkatkan audit intern yang terdiri dari 5 (lima) level kapabilitas, yaitu: (1) initial; (2) infrastructure; (3) integrated; (4) managed; dan (5) optimizing.

Bila dilihat dari fungsi dan manfaatnya, IACM merupakan: 1. Sarana komunikasi (communication vehicles): dasar untuk mengkomunikasikan apa yang disebut sebagai audit intern yang efektif dan bagaimana audit intern melayani organisasi dan para pemangku kepentingan, dan untuk menunjukkan pentingnya audit intern bagi pengambil keputusan. 2. Kerangka penilaian (framework for assessment): kerangka untuk menilai kemampuan unit audit intern dalam memenuhi standar profesional dan praktik audit intern, baik melalui penilaian sendiri atau penilaian eksternal. 3. Peta jalan perbaikan secara terarah (road map for orderly improvement): peta jalan untuk membangun kemampuan dengan menetapkan langkah-langkah organisasi yang dapat diterapkan dalam rangka membangun dan memperkuat kegiatan audit intern. Dengan kata lain, IACM merupakan rerangka yang menggambarkan hal-hal mendasar yang dibutuhkan untuk mewujudkan pengawasan intern sektor publik yang efektif dimana setiap level kapabilitas menggambarkan karakteristik dan kapabilitas unit audit intern pada level tersebut.

Dalam pelaksanaannya, penilaian tingkat kapabilitas APIP dengan metode IACM dilakukan oleh BPKP, namun demikian dalam hal BPKP tidak melakukan penilaian maka APIP dapat melakukan penilaian secara mandiri., seperti tahun 2021 yang lalu. Berdasarkan hasil penilaian mandiri, diketahui bahwa tingkat kapabilitas Itjen KKP pada Tahun 2021 berada pada Level 3 (Integrated) menuju Level 4 (Managed). Pada tahun 2022 ini BPKP akan melakukan penilaian terhadap tingkat kapabilitas Itjen KKP. Sejalan dengan hal tersebut maka Inspektorat Jenderal menyelenggarakan pembahasan substansi penilaian kapabilitas APIP yang dilaksanakan  dari hari Kamis s.d Jum’at tanggal 16 s.d 17 Juni 2022 bertempat Mercure Hotel Cikini Jakarta Pusat. Pembahasan implementasi penilaian kapabilitas APIP dengan metode IACM ini merujuk pada Peraturan Kepala BPKP RI Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penilaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, sehingga diharapkan nantinya hasil penjaminan kualitas oleh BPKP terhadap dokumentasi yang disampaikan oleh Itjen KKP akan selaras nilainya.

Kegiatan tersebut dikuti oleh seluruh Tim Pokja Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Inspektorat Jenderal KKP Tahun 2022 serta Narasumber dari Tim BPKP RI. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini antara lain: 1). mengetahui efektivitas APIP yang menjadi sasaran kegiatan assessment (evaluasi) yang tercermin dari level kapabilitasnya yang merujuk pada praktik tata kelola yang baik melalui penilaian elemen‐elemen yang tercantum dalam IACM; 2). memperoleh gambaran mengenai permasalahan dan hambatan APIP dalam melaksanakan tata kelola yang baik di lingkungannya; 3). mengembangkan road map untuk perbaikan yang terarah bagi peningkatan kapabilitasnya.

Dalam pembahasan kali ini diawali penyampaian Overview dari Tim Narasumber Bpk Hermaji, dilanjutkan dengan Pembahasan Lembar Kerja Evaluasi IACM dari masing masing pokja yang mencakup elemen‐elemen tata kelola secara menyeluruh dan keterkaitannya dengan pengelolaan risiko, dan pengendalian internal. Penilaian atas penerapan tata kelola APIP di Indonesia dengan mengacu kepada Internal Audit Capability Model mencakup penilaian terhadap enam elemen yaitu : 1. Peran dan Layanan APIP (Services and Role of Internal Auditing) 2. Pengelolaan SDM (People Management) 3. Praktik Profesional (Professional Practices) 4. Akuntabilitas dan Manajemen Kinerja (Performance Management and Accountability) 5. Budaya dan Hubungan Organisasi (Organizational Relationship and Culture) 6. Struktur Tata Kelola (Governance Structures).

 

itjen   17 Juni 2022   Dilihat : 571



Artikel Terkait: