Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kilas Berita  

Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan Panen Raya Bersama Presiden RI di Tambak Perhutanan Sosial Muara Gembong

Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan Panen Raya Bersama Presiden RI di Tambak Perhutanan Sosial Muara Gembong (30/01).  Dalam kegiatan tersebut turut Hadir Menteri LHK, Menteri BUMN, Menteri PUPR, Gubernur Jawa Barat, dan Dirjen DJPB. Foto (Humas DJPB & Biro Pers Sekretariat Presiden).

Budidaya udang di desa Pantai Bakti, Kec. Muaragembong merupakan bagian dari implementasi model program perhutanan sosial dan mengintegrasikan lintas sektor terkait yakni Bank Mandiri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PU PERA, Perum Perhutani, Perum Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT. PLN Persero.

Pada periode pertama KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya dan UPTnya (BLUPPB) Karawang telah melakukan dukungan antara lain membuat desain tambak; rehabilitasi tambak (dukungan escavator); bantuan benih udang, benih ikan bandeng, dan ikan nila, bantuan pakan udang, pelatihan dan pendampingan teknis teknologi budidaya udang semi intensif dan silvofishery ke masyarakat.

Siklus pertama melalui dukungan CSR (corporate social responsibility), dan tahap kedua menggunakan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank Mandiri senilai Rp. 412.500.000,- untuk 5 orang pembudidaya. Untuk jaminan pasar, dalam hal ini Perum Perindo bertindak sebagai off taker hasil produksi.

Luas tambak total  yang masuk program perhutanan sosial seluas 80,9 ha, sedangkan untuk tahap awal saat ini luas tambak yang tercetak seluas 10 hektar terdiri atas 60 % tambak silvofishery, dan 40 % untuk tambak pemeliharaan udang ( 4 ha).

Pengembangan budiaya udang melalui program perhutanan sosial dikelola oleh masyarakat, dengan pengelolaan per orang seluas 2 hektar. Per hektarnya terdiri dari 4.000 M2 (40%) berupa tambak budidaya udang Vaname, 3.000 M2 yang difungsikan sebagai tandon air yang ditanami Mangrove dan ikan Nila serta Bandeng dan 3.000 M2 berupa inlet, outlet dan pematang tambak.

Tambak yang di panen Presiden sejumlah 7 petak, dan merupakan siklus kedua, dengan rata-rata produktivitas udang sebanyak 5,9 ton per hektar (melebihi dari target awal sebanyak 5 ton per ha). Rincian : padat tebar 50 ekor per m2, SR 80%, size panen 70 ekor per kg. Adapun perkiraan hasil panen untuk 7 petak sebanyak 16.545 kg (size 70 ekor per kg) dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp. 1,075 milyar (harga udang size 70 sekitar Rp. 65.000 per kg).