Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Kilas Berita  

Partisipasi Indonesia di RFMOs


Regional Fisheries Management Organizations (RFMO) merupakan organisasi internasional yang dibentuk oleh negara-negara dengan kepentingan penangkapan ikan di suatu wilayah. Memiliki mandat dan kewenangan untuk mengadopsi tindakan konservasi dan pengelolaan yang mengikat secara hukum terkait operasi penangkapan ikan dan kegiatan terkait berdasarkan bukti ilmiah terbaik. Sebagian besar RFMO telah ditetapkan untuk konservasi dan pengelolaan di perairan laut yang mencakup laut lepas dan perairan nasional, sementara beberapa di antaranya merupakan pengaturan bilateral. Satu RFMO mencakup perairan pedalaman.

 

Pada dasarnya ada dua jenis RFMO: RFMO generik (yaitu bertanggung jawab untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya laut atau sumber daya perikanan secara umum di bidang kompetensinya) dan RFMO khusus spesies (yaitu bertanggung jawab untuk konservasi stok atau spesies tertentu). Dalam jenis RFMO khusus spesies, subkelompok penting adalah tuna RFMOs (yaitu bertanggung jawab untuk konservasi dan pengelolaan tuna dan spesies mirip tuna). 5 tuna RFMO: IOTC, CCSBT, WCPFC, IATTC dan ICCAT.

 

Kerangka pikir mengelola perikanan tuna: 

  1. UNCLOS 1982 (Pasal 64) & UNFSA/UNIA 1995 (Pasal 17 ayat 2) yang keduanya sudah diratifikasi PEMRI: Pemanfaatan tuna wajib dilakukan melalui Kerjasama Internasional. Negara bukan anggota tuna RFMOs tidak boleh menangkap  ikan tuna;
  2. Indonesia terletak diantara 2 Samudera (S. Pasifik & S. Hindia) yang kaya akan sumberdaya tuna, bahkan tuna sangat banyak bermigrasi & terindikasi berpijah serta ber-spawning di wilayah perairan kepulauan Indonesia, khususnya di WPP-NRI 713, 714 & 715;
  3. Rata-rata Produksi tuna Indonesia selama 14 tahun terakhir (2005-2018) sebesar 567.867 Ton. Total ekspor TCT tahun 2018 sebesar 168.436 Ton dengan nilai 714 juta USD (ekspor didominasi species tuna);
  4. Bila Indonesia tidak menjadi anggota RFMOs, ekspor Indonesia akan diembargo oleh negara pasar, sebagaimana embargo tersebut terjadi pada SBT Indonesia ke Pasar Jepang sebelum tahun 2008, karena Indonesia belum masuk menjadi anggota CCSBT;
  5. Sumber daya tuna  merupakan salah satu sumber pasokan protein ikan yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan masyrakat, juga untuk mengatasi masalah stunting.

 


Partisipasi Indonesia di RFMOs