Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Kilas Berita  

Regional Fisheries Management Organizations (RFMOs)


Regional Fisheries Management Organizations (RFMOs) merupakan organisasi-organisasi regional pengelolaan perikanan yang dibentuk sebagai pelaksanaan UNCLOS 1982, UN Fish Stock Agreement 1995, FAO-CCRF dan atau konvensi/persetujuan bagi pembentukan RFMOs. RFMOs memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mengatur konservasi dan pengelolaan sumberdaya ikan yang bersifat shared fish stocks pada perairan tertentu yang disepakati bersama yang dapat meliputi laut bebas (High Seas) maupun perairan ZEE negara-negara. Shared fish stocks (transboundary, highly migratory, straddling  stock, and discrete high seas stocks) merupakan komoditas strategis yang dimiliki dunia yang pengelolaannya memerlukan kerjasama dunia. Saat ini, terdapat 5 (lima) organisasi regional yang mengelola straddling fish stock and highly migratory fish stock,  diataranya Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT), Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC), dan International Commission for the Conservation of Atlantic Tunas (ICCAT).

 

Pentingnya RFMOs bagi Indonesia berdasarkan amanat UU NO.31 Tahun 2004 Tentang Perikanan pada Pasal 5 ayat 2 “Pengelolaan perikanan di luar wilayah perikanan Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan, persyaratan, dan/standar internasional yang diterima secara umum”; pada Pasal 6 ayat 1, “Pengelolaan perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia dilakukan untuk tercapainya manfaat yang optimal dan berkelanjutan, serta terjaminnya kelestarian sumberdaya ikan”; dan Pasal 10, “Pemerintah ikut serta secara aktif dalam keanggotaan badan/lembaga/organisasi regional dan internasional dalam rangka kerjasama pengelolaan perikanan regional dan internasional”.

 

Indonesia memiliki kedaulatan atas pengelolaan sumberdaya ikan di perairan teritorial dan ZEE serta mempunyai peluang memanfaatkan sumberdaya ikan di laut lepas (High Seas). Beberapa RFMO memiliki area konvensi yang berbatasan dengan ZEE Indonesia seperti Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), atau lintasan migrasi spesies yang dikelola seperti Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT). Selain itu Indonesia juga aktif bekerjasama dengan organisasi lain seperti FAO, SEAFDEC, ASEAN dan juga kerjasama bilateral dengan beberapa negara. Berkaitan dengan pengelolaan ikan yang mendunia dan sesuai dengan amanat Pasal 10 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Indonesia  peduli dan berperan aktif dalam beberapa organisasi perikanan regional dalam rangka pelestarian dan pengelolaan sumberdaya ikan secara berkelanjutan khususnya yang hidupnya beruaya jauh.  Peran aktif tersebut diwujudkan antara lain dengan menjadi contracting Party pada Indian Ocean Tuna Commision (IOTC), member pada Commission for The Conservation of South Bluefin Tuna (CCSBT), contacting Party ada Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), dan cooperating Non Member pada Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC)

 

Manfaat yang diperoleh setelah menjadi anggota RFMO antara lain dapat ikut serta dalam mengatur pengelolaan Sumberdaya Ikan khususnya yang menyangkut Highly Migratory, membantu Indonesia dalam menanggulangi IUU Fishing dan terhindar dari embargo atas ekspor ikan-ikan Highly Migratory. Selain manfaat yang diperoleh, sebagai anggota dan cooperating non member di RFMO, Indonesia berkewajiban untuk melaksanakan Resolusi dan Conservation and Managment Measures (CMM) yang berlaku di RFMO, antara lain mendaftarkan kapal-kapal berbendera Indonesia dalam authorised vessel list RFMOs, sehingga kapal-kapal Indonesia tersebut dapat menangkap ikan di konvensi area RFMOs, pelaksanaan IOTC Statistical Document Programme, program CCSBT Cacth Documentation Scheme (CDS) untuk keberlanjutan ekspor tuna jenis sirip biru selatan / Southern Bluefin Tuna (SBT).


Regional Fisheries Management Organizations (RFMOs)