Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP
Kilas Berita  

Marine Stewardship Council


Marine Stewardship Council di Indonesia

 

Marine Stewardship Council (MSC) merupakan sebuah organsiasi nirlaba internasional mengatasi permasalahan perikanan yang tidak berkelanjutan dan menjaga pasokan makanan hasil laut bagi generasi mendatang. MSC berpusat di London, UK dan berkembang dengan kantor cabang lainnya yang tersebar dari Eropa, Amerika dan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

MSC memiliki visi “Lautan dunia penuh dengan kehidupan dan pasokan makanan hasil laut dilindungi untuk generasi sekarang dan yang akan datang”. Visi ini kemudian dipertajam dalam misi yaitu untuk menggunakan ekolabel biru dan program sertifikasi perikanan sebagai kontribusi bagi kesehatan laut dengan memahami dan mengapresiasi praktik-praktik perikanan berkelanjutan, mendorong pilihan konsumen saat membeli makanan hasil laut dan bekerja sama dengan mitra untuk mentransformasikan pasar makanan hasil laut menjadi menuju berkelanjutan.

Program MSC di Indonesia dalam bentuk Dukungan Peningkatan Perikanan Tangkap dan Pasar yang Berkelanjutan di Indonesia” meliputi dua program utama yaitu: 1) Dukungan peningkatan kesehatan stok ikan, kelestarian ekosistem dan pengelolaan efektif perikanan tangkap, dan 2) Dukungan peningkatan aksesibilitas pemasaran hasil perikanan Dalam Fish for Good MSC mengembangkan programnya dengan Direktorat Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP); Direktorat Pemasaran, Dirjen Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP; asosiasi perikanan dan NGO yang memiliki program perbaikan perikanan FIP (Fisheries Improvement Project) di Indonesia.

Perkembangan program MSC 2019-2021

Saat ini 3 perikanan Indonesia telah berhasil mencapai status keberlanjutan perikanan dan meraih sertifikat MSC yang diakui oleh dunia yaitu PT Citraraja Ampat, PT Harta Samudera dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia serta lebih dari 40 perusahaan Indonesia berhasil memenuhi standar ketertelusuran produk makanan hasil laut berkelanjutan MSC Chain of Custody.

Di sisi upaya perbaikan perikanan, KKP bersama mitra MSC telah melakukan upaya peningkatan program perikanan pada 9 jenis perikanan yaitu rajungan, cumi-cumi, udang putih, udang bintik, kepiting bakau, kakap/kerapu, teri, tongkol, dan kembung. Dukungan pembentukan Rencana Aksi Program Perbaikan Perikanan Prioritas di tingkat WPP 712, 713, 714, 715, 571 dan 573 meliputi Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Maluku.

MSC bersama KKP juga melakukan upaya pengembangan kapasitas menjadi salah satu program utama bagiu pemaku kepentingan di Indonesia. Telah terlaksana sebanyak 8 kali bimbingan teknis MSC dan  dan 10 kali Rantai Pengawasan MSC bagi lebih dari 300 pemangku kepentingan terkait.

MSC juga memberikan dukungan bagi ketertelusuran rantai pasok Indonesia dalam Kajian Kesiapan Rantai Pengawasan perikanan tuna, rajungan dan kakap/kerapu. Selain dukungan kerja sama dalam teknis perikanan, MSC mendorong terbukanya akses pasar produk perikanan Indonesia ke pasar domestik dan ekspor melalui serangkaian pertemuan dan proses produksi materi komunikasi.

Kegiatan produksi materi untuk mempromosikan kemajuan perikanan Indonesia dilakukan melalui pembuatan Siaran Pers dan video perikanan tuna di Ambon, rajungan di Madura dan kakap/kerapu di Teluk Saleh yang dipublikasikan di kanal komunikasi di tingkat lokal, nasional dan global.