Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

Kilas Berita  
DJPT Lakukan Uji Coba Penggunaan Kartu KUSUKA di Natuna

Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Saifuddin, memberikan bantuan simbolis  berupa bantuan KUR dari BNI dan kartu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) kepada nelayan di Natuna. (25/7)

 

KKP melaksanakan kebijakan satu data kelautan dan perikanan, salah satunya melalui implementasi Kartu KUSUKA.

 

“Kartu KUSUKA tidak hanya untuk keperluan pendataan, tetapi juga sangat penting untuk memastikan para penerima bantuan pemerintah KKP dapat tepat sasaran. Sebagai contoh untuk BPAN 2018, Kartu KUSUKA merupakan salah satu syarat untuk nelayan calon penerima” Jelasnya

 

Saifuddin mengatakan bahwa kartu KUSUKA ini ada untuk mengatasi isu kemiskinan dengan cara mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui perluasan akses jasa keuangan kepada nelayan/kelompok nelayan. 

 

“Banyak penelitian telah menyimpulkan dampak positif perluasan akses jasa keuangan terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa keuangan, semakin rendah tingkat kemiskinan suatu daerah. Logikanya, tatkala masyarakat nelayan atau pesisir mulai memahami dan memanfaatkan jasa keuangan, kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk mengelola risiko keuangan di masa depan juga semakin baik”, Terangnya.

 

“Cara untuk mewujudkan tiga pilar tersebut adalah dengan adanya program dan kegiatan KKP yang dijalankan menjadi sepenuhnya diorientasikan untuk kepentingan stakeholders dan langsung menyentuh aktivitas masyarakat kelautan dan perikanan, khususnya untuk para nelayan” ungkapnya.

 

Ia mengatakan bahwa saat ini KKP telah menetapkan dan sedang melaksanakan program-program kenelayanan, diantaranya adalah Program Perlindungan melalui kegiatan bantuan premi asuransi bagi nelayan (BPAN); penguatan kelembagaan nelayan (Kelompok Usaha Bersama dan Koperasi Perikanan);  kemudahan fasilitasi akses permodalan usaha melalui kredit nelayan dari perbankan dan Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan; fasilitasi Sertifikasi Hak Atas Tanah (SeHAT) Nelayan;  perluasan  akses  nelayan terhadap  IPTEK  dan  informasi;  pendataan nelayan melalui Kartu Nelayan (sekarang beralih ke Kartu KUSUKA/Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan); serta  Program peningkatan kompetensi nelayan melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.

 

Saifuddin juga mengatakan bahwa pola kehidupan nelayan saat ini harus berubah, hal ini terkait dengan pola pikir dan kebiasaan. “Salah satunya adalah dengan budaya menabung, supaya tidak terjerat rentenir” Ujarnya.

 

Selain itu pemerintah juga saat ini sedang mendorong sektor perbankan untuk membuka kantor kasnya di setiap Tempat Pemasaran Ikan (TPI) yang dapat diakses dengan mudah oleh nelayan.

 

“Perbankan dapat menyediakan dana yang diperlukan nelayan untuk berlayar dengan syarat penyaluran dana bank yang tidak memberatkan para nelayan. Saat ini sejumlah Bank telah menyediakan paket khusus buat nelayan salah satunya BNI”, Ungkapnya lagi. 

Mila Akmalia   25 Juli 2018   Dilihat : 246



Artikel Terkait:
Website Security Test