Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

Kilas Berita  
Jaga Kelestarian Laut, Pemerintah Ajak Nelayan Kelola Perikanan yang Berkelanjutan

Batu Bara, Sumatera Utara (11/5)  Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) terus konsisten mengajak nelayan untuk melestarikan laut dengan cara mengelola perikanan tangkap yang berkelanjutan. Komitmen ini, sesuai dengan pilar keberlanjutan KKP yang bertujuan agar ekosistem laut tetap terjaga kelestarianya hingga anak cucu kita kelak.

 

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja di hadapan ratusan nelayan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara saat kunjungan kerjanya di Pelabuhan KPLP Pangkalan Dodek, Desa Nena Siam, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara hari ini. Dia mengajak seluruh nelayan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan tidak merusak keanekaragaman biota laut.

 

“Menangkap ikan harus sesuai aturan. Gunakan alat tangkap yang diperbolehkan. Kalau alat tangkapnya merusak laut bahkan ikan kecil juga diambil, anak cucu kita nanti tidak akan bisa lagi melihat ikan lagi. Tunggulah ikan bertumbuh besar, harganya pasti juga jauh lebih mahal,”ujar Sjarief.

 

Dalam kunjungan kerja ini, pemerintah juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung denyut perikanan di Kabupaten Batu Bara. Sejumlah 10 unit kapal perikanan berbobot 5 GT telah diserahkan lengkap dengan alat tangkapnya berupa jaring gillnet millenium permukaan dan dasar.

 

Secara simbolis, bantuan dari DJPT KKP ini diserahkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, Pjs Bupati Kabupaten Batu Bara Faisal Hasrimy, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Zonny Waldi, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Arief Rahman Lamatta, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara dan Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Nasril Bahar.

 

“Bantuan sarana penangkapan ikan ini diserahkan kepada nelayan kecil yang tergabung dalam koperasi berbadan hukum. Silakan dioptimalkan agar produksi juga meningkat. Namun tetap ingat untuk sama-sama menjaga kelestarian laut,” lanjut Sjarief.

 

Tak hanya itu, pada tahun 2017 pemerintah juga telah menggelentorkan bantuan premi asuransi nelayan untuk 2.241 orang. Sehingga sejak tahun 2016, sebanyak 5.579 orang nelayan di Kabupaten telah mendapatkan asuransi nelayan. Sementara untuk Provinsi Sumatera Utara realisasi bantuan premi asuransi nelayan pada tahun 2017 mencapai angka 14.935 nelayan.

 

Seperti diketahui, besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta

 

“Yang sudah punya asuransi nelayan angkat tangan! Nah, yang belum punya segera mendaftar ke dinas kelautan perikanan setempat. Harus segera daftar ya Pak!” ajak Sjarief.

 

Bantuan permodalan nelayan juga digelontorkan untuk nelayan melalui kerja sama DJPT dengan berbagai perbankan. Di sektor perikanan tangkap Provinsi Sumatera Utara tercatat Rp 139, 28 miliar telah disalurkan kepada 1.762 debitur. Fasilitasi pendanaan ini dilakukan untuk mempermudah nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan, baik untuk perawatan kapal perikanan hingga penggantian alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

 

“Kita gandeng perbankan guna fasilitasi bapak-bapak nelayan mendapatkan bantuan permodalan agar dapat melaut. Harapan kedepannya, kapal-kapal yang bapak-bapak miliki ini nantinya dapat menetas menjadi kapal yang lebih besar. Setuju kan?” Pungkas Sjarief.

djpt   11 Mei 2018   Dilihat : 365



Artikel Terkait:
Website Security Test