Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

Kilas Berita  
KKP Fasilitasi Permodalan Perikanan Tangkap di Kalimantan Barat dengan Total OK Senilai Rp 68,9 M

Pontianak (30/4) –  Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan DPR RI Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Kab. Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam kunjungannya tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan fasilitasi permodalan di sektor perikanan tangkap dengan rincian 2.130 orang debitur dengan jumlah Outstanding kredit (OK) senilai Rp. 68.851.763.723,-; kapal penangkap ikan sebanyak 5 unit kapal berukuran 5 GT senilai Rp. 1,16 miliar; dan 226 paket API senilai Rp. 4,94 miliar.

 

Dalam sambutannya M. Zulficar mochtar,S.T, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan mengatakan bantuan yang diberikan kepada nelayan, diharapkan dapat membantu para nelayan dalam hal mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

 

Dalam acara yang dihadiri oleh 150 orang tersebut, KKP Bersama dengan DPR RI memberikan bantuan permodalan secara simbolis kepada 9 orang dengan rincian, dari Bank BRI menyalurkan Kredit Perbankan kepada Effendi sebesar Rp 10 Juta,-, Jaka sebesar Rp 10 Juta,-, Rasyid sebesar Rp 15 Juta,- , Hidayat sebesar Rp 7 Juta,-, Heryanto sebesar 30 Juta,-; dari Bank BNI memberikan KUR kepada dua orang nelayan, yakni kepada Hasannudin  sebesar Rp 25 Juta,-, dan Saparlan Sebesar Rp 25 Juta,-; dari Bank Kalbar menyalurkan Kredit Perbankan kepada Agustami sebesar Rp 100,-, Dedi Iskandar sebesar Rp 75 Juta,-, Nenky sebesar Rp 49 Juta,-, Agus Supianto sebesar Rp 50 Juta,-, dan Yeni sebesar Rp 35 Juta,-; dari Bank Mandiri menyalurkan Kredit Perbankan kepada Sumiati sebesar Rp 80 juta,-, Giyantrie Maulana sebesar Rp 25 Juta,-, Emi Karyani sebesar Rp 100 Juta,-, Sulaiman sebesar Rp 100 Juta,-, dan Darmawansyah sebesar Rp 100 Juta.

 

Selain itu terdapat klaim asuransi, dengan rekapitulasi per tanggal 16 april 2018 sebanyak 59 klaim dengan total nilai tanggungan sebesar Rp. 7,3 milyar. Khusus tahun 2017, nilai klaim asuransi nelayan untuk Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp 480 juta untuk 8 klaim asuransi nelayan dengan rincian untuk Kab. Kayong Utara sebanyak 5 klaim asuransi nelayan senilai Rp. 260 juta; Kab. Pontianak sebanyak 2 klaim asuransi nelayan senilai Rp. 200 juta; dan Kab. Kubu Raya sebanyak satu klaim asuransi nelayan senilai Rp. 20 juta.

 

 

Sedangkan untuk target bantuan premi asuransi nelayan seluruh Indonesia tahun 2017 sebanyak 500.000 nelayan telah terealisasi seluruhnya (100%). Untuk Provinsi Kalimantan Barat total premi senilai Rp. 1.105.830.000,- untuk 6.702 orang dengan rincian sebagai berikut: Bengkayang terealisasi sejumlah 815 orang sebesar Rp. 134.475.000,-; Ketapang terealisasi sejumlah1.452 sebesar Rp. 239.580.000,-; Pontianak terealisasi sejumlah 455 sebesar Rp. 75.075.000,-; Sambas terealisasi sejumlah 1.745 sebesar Rp. 287.925.000,-; Kayong Utara terealisasi sejumlah 1.566 sebesar Rp.258.390.000,-; Mempawah terealisasi sejumlah; Kubu Raya terealisasi sejumlah 575 sebesar Rp. 94.875.000,-; Kota Pontianak terealisasi sejumlah 9 sebesar Rp. 1.485.000,-; Kota Singkawang terealisasi sejumlah 85 sebesar Rp. 14.025.000,-.

 

“Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelas Zulficar.


Dalam kunjungan tersebut hadir pula Drs. H. Ismail, MM, Sekretaris Daerah Kab. Mempawah; Ir.Saifuddin,MMA, Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap; para anggota DPR RI komisi IV, Daniel Johan, H. Yadi srimulyadi; DR. H. Rahmat Nasution Hamka, SH, M.Si; Endang Srikarti Handayani, SH, M.Hum; Ir. KRT.H. Darori wonodipuro, MM; G. Budisatrio Djiwandono; Dr. Felicitas Talulembang; Mat Natsir, S.Sos; Eko Hendro Purnomo, S.Sos; Ahmad Yohan, M.Si; H. Acep Adang Ruhiat, M.Si; Drs.  Taufiq R. Abdullah; Drs. Mahfuz Sidik M.Si; Sulaeman L. Hamzah; Drs. Aminudin, MM, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat; Drs. Buntaran, MM, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mempawah; Sarwono, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat; Makassau, Kepala Pelabuhan Teluk Batang; Komandan Kodim Kabupaten Mempawah; Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mempawah; Kepala Satuan Kepolisian Perairan Resor Mempawah; Direktur Utama PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero); Kepala Kanwil PT Bank BNI Provinsi Kalimantan Barat; Kepala Kanwil PT Bank Mandiri Provinsi Kalimantan Barat; Kepala Kanwil PT BPD Kalimantan Barat (Bank Kalbar); Kepala Cabang Bank BRI Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank BNI Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank Mandiri Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank BPD Kalimantan Barat Kabupaten Mempawah; Ketua DPD HNSI Provinsi Kalimantan Barat; Ketua DPC Kabupaten Mempawah.  

Cahyo Priono   30 April 2018   Dilihat : 265



Artikel Terkait:
Website Security Test