Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

Kilas Berita  
KKP Optimalkan Perikanan Tangkap di Perairan Darat Sumatera Selatan

 

Palembang (1/5) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk senantiasa melakukan pembangunan dan memberikan bantuan yang bermanfaat bagi nelayan. Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perairan Darat yang antara lain dibangun di Sungai Musi Wilayah Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

 

Salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi perikanan tangkap di perairan darat, saat ini dirintis oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) melalui pembangunan TPI perairan darat. Selain sebagai sentra perikanan untuk aktivitas bongkar, penanganan, dan pemasaan, TPI perairan darat juga diharapkan berkontribusi besar untuk perbaikan pendataan.

 

“Hari ini salah satu TPI perairan darat kita resmikan yaitu TPI Musi Banyuasin di Kabupaten Musi Banyuasin. Saya sangat menghargai perjuangan dan komitmen Bapak/Ibu untuk terus mengembangkan sektor perikanan tangkap di Sumatera Selatan utamanya di Kota Palembang dan sekitarnya. Kita terus kembangkan usaha perikanan tangkap yang maju dan berkelanjutan, tak hanya untuk kita tetapi juga untuk kehidupan anak-cucu kita,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja disela-sela lawatan kerjanya di Kota Palembang bersama Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo.

 

Nelayan menjadi prioritas dalam tiap kebijakan strategis KKP. Selain laut, sungai memiliki potensi perikanan darat yang sangat baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sungai yang membelah kepulauan Nusantara tentu dapat menjadi sumber mata pencaharian baru yang menjanjikan.

 

Sjarief mengatakan, di samping potensi perikanan tangkap di laut, Indonesia juga memiliki potensi perikanan tangkap di perairan darat berupa sungai, danau, situ, waduk, dan paparan air lainnya yang mencapai sekitar 13,85 juta hektar dengan potensi perikanan mencapai 3,03 juta ton. Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya yang dilewati aliran sungai yang begitu besar yaitu Sungai Musi tentu memiliki potensi perikanan tangkap di sungai yang begitu besar.

 

Potensi produksi perikanan tangkap di perairan darat yang cukup besar dirasakan belum memenuhi harapan dengan melihat angka produksi perikanan perairan darat saat ini baru sekitar 16% dari total potensi. Bila JTB 80% dari 3,03 juta ton adalah 2,68 juta ton yang bisa dimanfaatkan atau dieksploitasi, saat ini secara nasional baru sekitar 19% saja yang dimanfaatkan. Masih banyak potensi yang perlu digenjot produksinya.

 

“Sektor perikanan Provinsi Sumatera Selatan saat ini ditopang oleh sebagian besar dari perikanan perairan darat. Dalam kurun waktu tahun 2011 hingga 2016, pertumbuhan volume produksi perairan darat di Provinsi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 24,5%,” urai Sjarief. Ia berharap pembangunan TPI Perairan Darat di Sumatera Selatan turut berperan dalam menggenjot produksi.

 

 

Pada lawatan kerja tersebut hadir pula Pjs. Walikota Palembang Akhmad Najib, Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan KKP Agus Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan Widada Sukrisna, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palembang Aprizal Hasyim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin Abdul Mukhohir, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuasin Kosarudin, pimpinan PT. Jasindo, pimpinan perbankan, dan HNSI.

 

Bantuan untuk nelayan Sumatera Selatan

Kunjungan Kerja KKP bersama Komisi IV DPR-RI yang antara lain diisi dengan penyampaian bantuan kepada nelayan merupakan salah satu bukti nyata bahwa program pemerintah yang diamanatkan melalui KKP menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh satu sisi, tetapi menyeluruh. Di samping bantuan alat produksi berupa kapal perikanan dan alat penangkapan ikan, tetapi juga bantuan permodalan, bahkan bantuan perindungan nelayan berupa premi asuransi.

 

Bantuan tersebut antara lain pembangunan TPI Perairan Darat Musi Banyuasin senilai Rp  2.107.990.000 serta pantuan API ramah lingkungan sebanyak 104 paket. DJPT juga memberikan bantuan kapal perikanan, sebanyak 11 Unit berukuran 5 GT melalui anggaran tahun 2017.

 

“Kami juga memberikan bantuan berupa asuransi nelayan. Target bantuan premi asuransi nelayan seluruh Indonesia tahun 2017 sebanyak 500.000 nelayan telah terealisasi seluruhnya. Untuk Provinsi Sumatera Selatan bantuan premi diberikan untuk 7.470 nelayan,” jelas Sjarief.

 

“Klaim asuransi nelayan tahun 2016 dan 2017 di provinsi Sumatera Selatan sampai saat ini telah mencapai 24 klaim dengan total nilai sebesar Rp 3,3 milyar,” tambah Sjarief.

 

Yang menarik, di Sumatera Selatan pun kini sudah tumbuh kesadan nelayan untuk melakukan asuransi mandiri. Nelayan yang telah menerima bantuan premi dibayarkan oleh pemerintah pada tahun pertama, selanjutnya pada tahun kedua tetap melanjutkan asuransi dengan premi yang dibayar sendiri. Artinya, kampanye terkait kesadaran berasuransi dengan skema yang sangat menguntungkan bagi nelayan ini dinilai berhasil. Sampai saat ini, di Provinsi Sumatera Utara terdapt 218 nelayan yang mengikuti asuransi mandiri, yakni di Kabupaten Banyuasin sebanyak 148 orang, Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 66 orang, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebanyak 4 orang.

 

Sementara itu, penyaluran kredit sektor perikanan tangkap tahun 2017 untuk Sumatera Selatan yang turut difasilitasi oleh DJPT sebanyak 715 debitur dengan nilai outstanding Rp 95,9 miliar. Penyaluran kredit ditopang oleh 14 perbankan. Pada kesempatan lawatan kerja, penyerahan bantuan oleh DJPT dilakukan secara simbolis kepada nelayan.

 

“Saya harap seluruh paket bantuan tersebut agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan memajukan usaha nelayan yang berkelanjutan,” tegas Sjarief.

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menjelaskan bahwa selama ini Komisi IV DPRRI bersama pemerintah melalui KKP terus bahu membahu untuk menyusun dan melaksanakan program dan anggaran yang langsung bersentuhan dengan pelaku utama yaitu nelayan. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, kesempatan saya untuk mendengarkan aspirasi Bapak Ibu untuk selanjutnya tugas kami untuk menggodok dan menindaklanjuti,” papar politisi Partai Gerindra kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

 

“Program yang kita jalankan tentunya tidak hanya untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan, tetapi pada akhirnya yang pasti harus kita wujudkan adalah kesejahteraan nelayan. Oleh karena itu, sangat pas sekali kampanye kita dengan semboyan ‘Ikan Lestari Nelayan Berseri’,” pungkasnya.

 

Cahyo Priono   01 Mei 2018   Dilihat : 347



Artikel Terkait:
Website Security Test