Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT PERENCANAAN RUANG LAUT
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Pulau Pulau Kecil

PULAU-PULAU KECIL SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA:

Review Aspek Teknis, Sosial dan Ekonomi

 

The Small Islands as a Center of the Regional Economic Growth in Indonesian Border Areas:

Review of the Technical, Social and Economic Aspects

 

*Suharyanto1 , Armen Zulham2 , Muhendis Sidqi1 , Arif Sudianto1 , Arif Widianto1 , Suraji1 , dan Didit Eko Prasetiyo1

 

1 Direktorat Perencanaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Jl. Medan Merdeka Timur Nomor 16 Jakarta Pusat, Indonesia,

 

2 Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Gedung BRSDM KP I Lt. 4 Jalan Pasir Putih Nomor 1 Ancol Timur, Jakarta Utara, Indonesia

 

Diterima tanggal: 23 April 2020

Diterima setelah perbaikan: 10 Mei 2020

Disetujui terbit: 26 Juni 2020

 

ABSTRAK: Potensi sumber daya hayati dan non hayati laut di Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) di Indonesia dapat menjadi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Indonesia. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan tersebut tertinggal dibandingkan di daratan. Potensi ekonomi kawasan PPKT mempunyai multiplier effect yang luas, membuka lapangan kerja, pendapatan, dan devisa jika dikelola dengan baik. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi PPKT yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Analisis skoring terhadap variabel-variabel penentu digunakan untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan ekonomi di PPKT. Hasil analisa menunjukkan terdapat 61 PPKT dari 111 pulau yang mempunyai potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Enam puluh satu PPKT tersebut memiliki keunggulan bervariasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.Hasil skoring terhadap variabel potensi pada 61 PPKT tersebut menunjukkan adanya 7 (tujuh) kelas prioritas pengembangan PPKT. Hasilnya,Pulau Tokong Belayar, Senua, Mangkai, dan Mantehage termasuk ke dalam PPKT kelas prioritas pertama. Kegiatan wisata bahari direkomendasikan sebagai kegiatan potensial untuk mengembangkan perekonomian PPKT yang dapat menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat serta berpeluang menambah devisa negara.

 

Kata Kunci: pulau kecil terluar; daerah perbatasan; wisata bahari; pusat pertumbuhan ekonomi

 

 

ABSTRACT: Potency of renewable and non-renewable marine resources of Indonesian small islands could promote economic growth in Indonesian border areas. Currently, the economic growth of border areas have left behind compared with mainland areas. Potency of economy could give multiplier effect, create employment, income, as well as foreign exchanges when the resources are well managed. This study aimed to identify the potency of small islands that can be developed as center of economic growth in the border area. Scoring analysis to determinant variables were used to identify the source of economic growth in the small islands. The finding showed that there were 61 small islands of 111 small islands have the potency to be developed as economic growth center in border areas. Those 61 small islands have 7 (seven) priority classes for small islands development. As the result, the island of Tokong Belayar, Senua, Mangkai, and Mantehage islands were included in first class priority. Finally, marine tourism becomes potential activity to develop the economy of small islands, create new jobs opportunity and income sources for local communities, as well as contribute the increase of foreign exchanges.

 

Keywords: small Islands; border area; marine tourism; central of economic growth

 

 

*Korespodensi penulis:
Email: suharyanto@kkp.go.id
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v6i1.8934
BULETIN ILMIAH MARINA SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra
p-ISSN: 2502-0803
e-ISSN: 2541-2930
Nomor Akreditasi: 10/E/KPT/2019

 

 

Direktorat Perencanaan Ruang Laut   27 Juli 2020   Dilihat : 827



Artikel Terkait: