Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT PENDAYAGUNAAN PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  

Definisi dan Jenis Mangrove


A. Definisi Mangrove

Secara pengertian, beberapa ahli mendefiniskan "mangrove" secara berbeda-beda. Namun pada dasarnya merujuk pada hal yang sama. Pada tahun 1983, Saenger, dkk. mendefinisikan mangrove sebagai formasi tumbuhan daerah litoral yang khas di pantai daerah tropis dan sub tropis yang terlindung. Sedangkan menurut Soerianegara (1987) mendefinisikan hutan mangrove sebagai hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, dan terdiri atas jenis-jenis pohon Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora dan Nypa.

 

Adapun landasan hukum internasional terkait pengelolaan ekosistem mangrove diantaranya sebagai berikut: 1) UNCED (Rio de Janeiro 3-14 Juni 1992)2) World Heritage Convention, 3) The International Convention on Wetlands (Ramsar)4) The Convention on Biological Diversity. Sedangkan dalam pengelolaan ekosistem mangrove nasional telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu sebagai berikut: 1) UU No. 5 Tahun 1994, 2) Kepres No. 48 Tahun 1991, 3) Perpres No. 121 Tahun 2012, 4) Perpres No. 73 Tahun 2012, 5) Permen KP No. 24 Tahun 2013, 6) Permenko Perekonomian No. 4 Tahun 2017.

 

B. Jenis Mangrove

Pada ekosistem mangrove dikenal jenis-jenis tumbuhan yang dinamakan dengan mangrove sejati utama (mayor), mangrove sejati tambahan (minor), dan mangrove ikutan. Mangrove sejati utama (mayor) adalah tumbuhan yang tumbuh pada wilayah pasang surut dan membentuk tegakan murni. Mangrove jenis ini jarang bergabung dengan tanaman darat. Mangrove sejati minor (tambahan) adalah bukan komponen penting dari mangrove dan biasanya ditemukan di daerah tepi dan jarang membentuk tegakan, sedangkan mangrove ikutan adalah tumbuhan yang tidak pernah tumbuh di komunitas mangrove sejati dan biasanya tumbuh bergabung dengan tumbuhan daratan. Pengenalan sederhana untuk dapat mengenal jenis-jenis mangrove sejati untuk tujuan rehabilitasi difokuskan pada jenis-jenis yang membentuk tegakan murni.

Jenis mangrove dapat dibedakan dari struktur perakarannya, bentuk daun serta bentuk buahnya. Berikut merupakan pengenalan jenis mangrove yaitu: Lumnitzera, Excoaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphiphora dan Nypa. Dan yang biasa ditemukan di Indonesia, yaitu: Avicennia, Bruguiera, Ceriops, Rhizhopora, Sonneratia.

 

Jumlah jenis mengrove Indonesia tercatat sebanyak 202 jenis, dimana 89 jenis pohon, 5 jenis pemanjat, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit, dan 1 jenis paku. Dari 202 jenis 43 jenis dikategorikan sebagai mangrove sejati (true mangrove) sementara sisanya dikategorikan sebagai magnrove ikutan (asociate). Sebaran jenis sesuai dengan pulau di Indonesia, di Jawa dijumpai 166 jenis, 157 jenis di Sumatera, 150 jenis di Kalimantan, 142 jenis di Irian, 135 jenis di Sulawesi, 133 jenis di Maluku, 120 jenis di Lesser Sunda

 

                    LumnitzeraExcoariaXylocarpusAegicerasScyphiphoraNypa

                         

                                        AvicenniaBruguieraCeriopsRhizophoraSonneratia