Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Populasi Ikan Pari Gergaji Masih Eksis di Muara Sungai Maro Merauke

Entah ini berita menggembirakan atau menyedihkan, Selasa (23/02/21) tepatnya jam 3 sore Waktu Indonesia bagian Timur, LPSPL Sorong satker menerima laporan dari seorang pelaku pengusaha perikanan di Kampung Lampusatu, Merauke atas nama Bapak Asnawing UD. Nelayan Barokah. Beliau menceritakan bahwa ada seorang nelayan yang menjual ikan kepadanya seberat 139 kg dengan jenis ikan yang bervariasi. Awalnya tidak ada hal-hal yang aneh dari jenis ikan-ikan tersebut, seperti biasa jenis yang dijual nelayan kepadanya adalah jenis ikan bandeng, ikan paha-paha, dan ikan tenggiri. Bapak Asnawing mulai merasa ada yang aneh dari jenis-jenis ikan tersebut, karena ada 7 individu ikan yang memiliki moncong seperti gergaji. Perasaan aneh tersebut memunculkan pertanyaan dan keraguan Bapak Asnawing apakah ikan ini merupakan jenis yang dilindungi atau tidak, sehingga mendorong beliau untuk menghubungi LPSPL Sorong satker Merauke yang pernah melakukan sosialisasi terkait jenis ikan dilindungi, untuk mendapatkan jawaban dan menghilangkan rasa penasarannya.

 

Jam setengah 4 sore tepatnya, Tim LPSPL Sorong satker Merauke langsung menuju ke lokasi jenis ikan bergergaji tersebut yang telah diindikasi oleh tim sebagai jenis ikan pari gergaji yang sudah sangat langka ditemui dan populasinya terancam punah serta kritis terhadap kepunahan. Sesampainya tim di lokasi, tidak diragukan lagi bahwa jenis ikan tersebut adalah jenis ikan Pari Gergaji yang sangat sulit ditemui dan jenis yang terancam punah. Tim kemudian melakukan identifikasi lebih lanjut untuk mengkonfirmasi nama spesies, diketahui dengan ciri-ciri dan karakteristik morfologi Ikan Pari Gergaji tersebut adalah jenis Anoxypristis cuspidata. Tim melakukan pendalaman informasi yang lebih mendetail dengan melakukan wawancara ke nelayan penangkap. Tim mendapatkan informasi bahwa daerah operasi penangkapan mereka di seputaran muara Sungai Maro Merauke dengan kisaran jarak 4-6 mil dari garis pantai. Kapal yang digunakan berukuran 5 GT dengan alat tangkap berupa Gillnet mata jaring 5 inchi. ABK kapal menuturkan bahwa dalam pengoperasiannya tidak mengetahui adanya jenis ikan Pari gergaji yang tersangkut karena durasi penebaran yang dilakukan berlangsung selama 6 jam. Durasi 6 jam dapat mengakibat pari gergaji akan mati dan didaratkan. Berdasarkan informasi bahwa jenis pari gergaji jika sudah terperangkap di jaring nelayan, kesempatan untuk diselamatkan sangatlah kecil

.

Tim LPSPL Sorong tidak menyianyiakan kesempatan untuk tetap melakukan sosialisasi jenis-jenis ikan dilindungi kepada nelayan tersebut. Ikan pari gergaji milik UD. Nelayan Barokah ini disita untuk dimusnahkan. LPSPL Sorong melakukan pemusnahan kadaver melalui penguburan dengan mengundang/melibatkan pihak PSDKP Satwas Merauke, SKIPM Merauke, Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, PPN Merauke, Sawfish Project Indonesia, Pihak UD. Nelayan Barokah, dan nelayan. Pemusnahan ini dilakukan sebagai komitmen LPSPL Sorong sebagai pengelola jenis ikan sebagai media sosialisasi bahwa Jenis ikan Pari Gergaji dilindungi secara penuh dan tidak dapat dimanfaatkan atau dieksploitasi secara perdagangan baik seluruh/sebagian tubuh maupun produk turunannya kecuali untuk penelitian (PERMENKP No. 1 tahun 2020). Sebelum pemusnahan kadaver pari gergaji, dilakukan pengambilan sampel bagian tubuhnya untuk penelitian lebih lanjut terkait pari gergaji di muara sungai Maro Merauke, yang diwakili oleh Sawfish Project Indonesia.    

 

Tahun lalu jenis ini pernah dilaporkan tertangkap sebanyak 2 individu dewasa, tepatnya 14 Februari 2020 di perairan Torasi Laut Arafura, Kabupaten Merauke dengan kisaran panjang tubuh + 2,5 meter. Hal unik kejadian penangkapan bycatch jenis Ikan Pari Gergaji tahun ini adalah tertangkap sebanyak 7 individu yang tergolong sebagai anakan dengan ukuran tubuh kisaran 70-96 cm , berat 0.7-1.9 kg dan semuanya berjenis kelamin betina. Penangkapan dengan jumlah 7 individu anakan pari gergaji ini tergolong sangatlah banyak dengan melihat semakin menurunnya jumlah populasinya di alam. Hal unik lainnya bahwa kejadian tertangkapnya ikan Pari Gergaji sebagai bycatch terjadi pada bulan Februari. Nelayan penangkap juga memperkuat kebetulan tersebut dengan memberikan informasi bahwa sering menangkap tangkapan sampingan pari gergaji pada sekitaran bulan Februari hingga Maret. Hal-hal tersebut mengindikasi bahwa area muara Sungai Maro memungkinkan dinilai sebagai nursery ground ataupun feeding ground jenis ikan Pari Gergaji pada bulan Februari dan Maret. Pernyataan diatas juga diperkuat oleh tulisan almarhum Dharmadi Peneliti Riset perikanan di website Mongabay menyatakan bahwa pada umumnya ikan pari gergaji tertangkap di musim penghujan November hingga Maret di sekitaran muara sungai untuk mengejar makanannya berupa ikan pelagis kecil yang senang akan nutrient yang tinggi. Indikasi-indikasi dapat diperkuat dengan dilakukannya penelitian lebih lanjut kedepannya, karena sangat kurang sekali informasi habitat pari gergaji di Merauke secara tertulis.

 

Pelaporan pelaku usaha perikanan ataupun masyarakat nelayan dirasa sangat penting untuk LPSPL Sorong yang memiliki fungsi terkait pengelolaan dan perlindungan jenis serta menjadi tolak ukur efektifitas dan keberhasilan kegiatan sosialisasi yang telah dilakukannya. Pelaporan yang dilaporkan oleh UD. Nelayan Barokah perlu dicontoh oleh pengusaha perikanan lain untuk memperluas informasi perlindungan jenis yang dilakukan secara swadaya. Fakta tertangkapnya ikan Pari Gergaji di muara Sungai Maro ini memperkuat diperlukannya upaya perlindungan yang lebih komprehensif untuk jenis dan kawasan ini. Status perlindungan ikan Pari gergaji saat ini mungkin sudah dilindungi secara penuh, akan tetapi perlu pula dengan penelaahan perlindungan habitat dari gangguan-gangguan aktivitas antropogenik. Ikan yang tergolong Elasmobranchi merupakan jenis ikan yang sensitif akan keberadaan logam berat di suatu perairan terutama unsur tembaga. Elasmobranch cenderung tidak dapat hidup dengan cemaran logam tembaga. Perlindungan habitat dapat dilakukan dengan upaya yang komprehensif sepanjang kawasan Sungai Maro agar sungai tersebut tidak tercemar (tetap terjaga) dan tidak hilangnya habitat pari gergaji yang mengakibatkan tidak dapat ditemuinya kembali jenis pari gergaji ini di kawasan muara Sungan Maro. (Prehadi/LPSPL Sorong)

 

lpsplsorong   10 Februari 2021   Dilihat : 42



Artikel Terkait: