Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Taman Wisata Perairan Laut Banda

Taman Wisata Laut Banda merupakan salah satu Taman Wisata Perairan (TWP) yang dapat dijumpai di perairan Indonesia. Sebelum ditetapkan sebagai Taman Wisata Perairan, TWP Laut Banda pernah menjadi bagian dari Kawasan Pesisir Alam Laut Banda dan Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Api [1]. Terdapat tujuh pulau kecil beserta tiga pulau besar yang dapat kita jumpai di TWP Laut Banda. Tiga pulau besar ini meliputi Pulau Banda Besar, Pulau Neira, dan Pulau Gunung Api [2]. TWP Laut Banda disusun oleh dua Ekosistem utama, yakni ekosistem padang lamun dan ekosistem terumbu karang [1].

 

Setidaknya tercatat ada tujuh spesies lamun[1] serta lebih dari 300 spesies karang yang dapat ditemui di kawasan TWP Laut Banda [4]. Keberagaman jenis lamun dan karang ini menjadi rumah bagi lebih dari 600 spesies ikan lamun dan karang [5]. Keragaman jenis ikan dan karang ini menjadikan TWP Laut Banda sebagai surga wisata bahari bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. TWP Laut Banda memiliki berbagai macam potensi wisata bahari. Potensi wisata bahari yang berkemkang di TWP Laut Banda diantaranya adalah berlayar, berjemur, diving, snorkeling, hingga fotografi bawah air [6]. Ada sekitar 34 titik penyelaman dasar laut yang biasa menjadi tujuan kunjungan wisatawan [7]. Diperkirakan total nilai ekonomi terumbu karang di sekitar TWP Laut Banda kurang lebih mencapai 17 triliun rupiah [8].

 

Salah satu upaya pelestarian sumberdaya oleh masyarakat sekitar TWP Laut Banda adalah dengan penerapan kearifan lokal yang bernama sasi. Sasi merupakan larangan upaya penangkapan terhadap suatu sumberdaya dalam waktu dan wilayah tertentu. Saat ini sistem sasi yang masih berjalan adalah sistem sasi lola di Pulau Hatta [6]. Meski telah dibuat dan disepakati bersama, adanya sistem sasi ini tidak serta merta menjamin kelestarian sumberdaya kerang lola. Dalam upaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian sumberdaya, TNP Laut Banda dikelompokkan ke dalam beberapa zonasi.

 

Taman Wisata Perairan dengan luas 2500 hektar ini dibagi ke dalam empat zonasi [9]. Pembagian zonasi bertujuan untuk menjaga keselarasan dalam hal pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya. Zonasi yang diterapkan di TWP Laut Banda meliputi zona inti, zona pemanfaatan, zona perikanan berkelanjutan, dan zona lainnya (zona rehabilitasi biorock). Zona inti berada di perairan pesisir paling utara Pulau Banda Besar. Zona pemanfaatan meliputi bagian utara perairan pesisir Pulau Neira. Zona perikanan berkelanjutan mencakup sebagian besar perairan laut di sekitar ketiga pulau besar di TWP Laut Banda. Sedangkan zona lainnya yang merupakan zona rehabilitasi biorock berada di ekosistem terumbu karang Pulau Banda Besar.

 

Sumber:

 

[1] Munira dan Dobo J. 2019. Biodiversitas ikan padang lamun di Taman Wisata Perairan Laut Banda, Maluku. jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir. Vol 5

 

[2] http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/basisdata-kawasan-konservasi/details/1/72#:~:text=Taman%20Wisata%20Perairan%20(TWP)%20Laut,Kabupaten%20Maluku%20Tengah%2C%20Provinsi%20Maluku.

 

[4] http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/basisdata-kawasan-konservasi/details/1/72

 

[5] Welly M, Djohani R, Suharsono, Green A, Muljadi A, Korebima M, Hehuat Y, Alik R, Rijoli N. 2013. Marine Rapid Assessment of the Banda Islands, Maluku Tengah Indonesia. Coral Triangle Center (Report 2012)

 

[6] https://kkp.go.id/djprl/bkkpnkupang/page/2666-profil-twp-laut-banda-dan-laut-sekitarnya

 

[7] https://jelajah.kompas.id/jalur-rempah/baca/banda-surga-selam-dan-wisata-rempah/

 

[8] Mira, Saptanto S, Hikmah. 2017. Valuasi nilai ekonomi terumbu karang di Banda Neira. Jurnal Sosek KP. 12(1):11-20

 

[9] https://kkp.go.id/djprl/bkkpnkupang/page/1983-zonasi-twp-laut-banda

 

 

lpsplsorong   23 April 2021   Dilihat : 314



Artikel Terkait: