Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
KOMPOSISI PRODUK HIU LANJAMAN (Carcharhinus falciformis) PADA PERDAGANGAN SIRIP HIU DI WILAYAH TIMUR INDONESIA

WhatsApp Image 2021-04-13 at 11.20.26 AM

 

Usaha perikanan hiu telah berlangsung sejak tahun 1970. Pada periode tersebut, ikan hiu hanya sebagai tangkapan sampingan (bycatch) dari perikanan tuna. Meskipun demikian, usaha ini cukup menjanjikan dan nilai produksinya terus meningkat dari tahun ke tahun (Fahmi dan Dharmadi, 2005). Ikan hiu ini memiliki nilai ekonomis dalam berbagai bentuk produk antara lain daging, tulang, kulit, minyak, dan sirip. Yang umum diperdagangkan oleh nelayan kepada pada pengusaha pengumpul di wilayah timur adalah produk sirip hiu. Meningkatnya permintaan produk hiu membuat para nelayan telah menjadikan hiu sebagai target utama tangkapannya.

 

Geliat usaha perikanan hiu di Timur Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, terutama untuk jenis hiu lanjaman atau dalam bahasa dagangnya disebut hiu uyang. Hiu lanjaman atau silky shark merupakan jenis hiu yang berukuran sedang yang bersifat oseanik dan pelagis, tetapi umumnya lebih banyak terdapat di perairan lepas pantai dekat dengan daratan dan di lapisan permukaan sehingga oleh nelayan bisa juga disebut hiu melayang. Ukuran hiu lanjaman berkisar antara 50-350 cm (Fahmi dan Dharmadi, 2013)

 

Pada oktober 2016 CoP ke 17 CITES di Johannesburg telah memasukkan jenis hiu lanjaman (Carcharhinus falciformis) ke dalam daftar Appendix II CITES yang berarti bahwa perdagangan jenis ini dari Indonesia keluar negeri dibawah pengawasan ketat dari pemerintah berdasarkan mekanisme CITES. Dalam daftar  merah (redlist) The International Union for Conservation of Nature’s (IUCN), Carcharhinus falciformis berada dalam status Vurnerable (VE) yang artinya rentan.

 

Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan upaya penangkapan hiu lanjaman ini. berdasarkan data penerbitan surat rekomendasi pengiriman produk sirip hiu lanjaman yang tercatat oleh Loka PSPL Sorong rentang tahun 2018 – 2020, produk hiu lanjaman berturut menyumbang 22,55%, 45,08% dan 38,35% dari total produk sirip. Hal ini menunjukkan bahwa produk sirip hiu lanjaman cukup besar menyumbang dari total keseluruhan produk sirip hiu. Untuk lebih jelasnya dpat dilihat pada gambar berikut :

 

 

Hal ini juga mengindikasikan bahwa walaupun status populasinya rentan dan telah masuk dalam daftar appendiks II CITES pada tahun 2016 lalu, perburuan hiu lanjaman masih terus berlangsung hingga saat ini. Harga sirip hiu lanjaman juga cukup tinggi dan dapat mencapai harga Rp. 1.200.000/kg (ukuran 45 cm). dilain sisi, usaha perikanan hiu ini juga telah memberikan kesejahteraan bagi nelayan penangkap, pengusaha penampung, hingga eksportir yang menjadikan usaha ini sebagai mata pencaharian.

 

Kegiatan perburuan yang masih massif tidak terlepas dari belum adanya regulasi yang secara tegas melindungi ataupun melarang penangkapan hiu lanjaman ini. pada tahun 2018, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan PermenKP no 61 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Jenis Ikan Yang Dilindungi Dan/Atau Jenis Ikan Yang Tercantum Dalam Appendiks Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora. Peraturan ini telah mengatur tata cara pemanfaatan jenis ikan yang masuk dalam daftar appendiks CITES salah satunya hiu lanjaman ini. Dengan terbitnya peraturan ini diharapkan mampu menekan dan mengontrol pemanfaatan jenis hiu lanjaman sehingga keberadaannya di alam tetap lestari. [GA/LPSPLSorong]

 

Daftar Pustaka

Data Penerbitan Surat Rekomendasi produk hiu pari Loka PSPL Sorong, Ditjen PRL, KKP

Fahmi dan Dharmadi. 2005. Status Perikanan Hiu dan Aspek Pengelolaannya. Oseana, Volume XXX, Nomor 1. (1-8)

Fahmi dan Dharmadi. 2013. Pengenalan jenis-jenis Hiu di Indonesia. Direktorat KKJI. Direktorat Jenderal KP3K. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Indonesia

lpsplsorong   15 April 2021   Dilihat : 347



Artikel Terkait: