Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
STATUS PERDAGANGAN PRODUK SIRIP PARI (guitarfishes and wedgefishes) DI WILAYAH TIMUR INDONESIA

WhatsApp Image 2021-03-03 at 5.44.12 PM

 

Pendahuluan

Indonesia memiliki perairan dengan potensi sumberdaya ikan dengan jenis yang sangat beragam. Salah satu sumberdaya ikan yang tergolong bernilai ekonomi penting yaitu hiu dan Pari. Hampir seluruh bagian tubuh ikan ini dapat diperdagangkan sebagai bahan konsumsi (sup sirip dan ikan asin) maupun untuk bahan baku industri kerajinan kulit dan lain-lain. Permintaan pasar lokal dan internasional yang tinggi terhadap produk hiu dan pari ini menjadi alasan perdagangannya terus berlangsung hingga saat ini dan memicu peningkatkan kegiatan penangkapan.

 

Secara umum, terdapat dua jenis kategori produk sirip yaitu sirip hiu dan sirip pari. dalam pengelolaan perikanan hiu dan pari, produk sirip pari belum banyak dibahas dibandingkan sirip hiu. Pada kesempatan ini, penulis akan membahas tentang kondisi perdagangan produk sirip pari yang merupakan salah satu bagian dari komoditi produk perikanan hiu pari di wilayah timur Indonesia.

 

Pari kekeh (Wedgefish)

Pari kekeh atau di wilayah timur disebut pari lontar memiliki ukuran panjang total berkisar 0,7-3,1 m pada fase dewasa dengan berat mencapai 227 kg. Pada bagian kepala melebar dan pipih; sirip dada berbentuk segitiga dan menyatu dengan tubuh di belakang; terdapat 2 sirip punggung yang tegak, pertama di atas sirip perut; sirip ekor bercabang dua dan berkembang baik dengan margin posterior yang sangat cekung; kulit memiliki dentikel kecil dan terdapat garis tengah duri punggung yang berkembang secara bervariasi, dan biasanya 2-3 seri pendek di setiap bahu; permukaan punggung terutama berwarna kekuningan hingga coklat keabu-abuan dan bagian perut berwarna putih; biasanya terdapat bercak hitam pada setiap sirip dada yang dikelilingi oleh bintik putih (umumnya terlihat jelas pada fase muda); permukaan bawah moncong terdapat tanda kehitaman (Fishbase.in)

 

Pari kikir (Giant Guitarfish)

Pari kikir dicirikan oleh cakram pipih seperti sekop pada bagian depan; bentuk moncong biasanya panjang dan ujungnya bervariasi dari yang tajam hingga tumpul dan menonjol ke depan sebagai lobus besar dan bulat; mata biasanya kecil dan terpisah jauh; terdapat dentikel halus pada kulit dengan duri kecil terbatas pada barisan di sepanjang garis tengah tubuh dan bercak kecil di dekat mata, di bahu dan kadang-kadang di moncong (terlihat lebih baik pada fase muda daripada fase dewasa); 2 sirip punggung tegak dengan bentuk yang mirip dimana sirip pertama terletak jauh di belakang ujung sirip perut; sirip ekor mengarah ke posterior tanpa lobus ventral sebagaimana yag terdapat pada wedgefishes (Rhinidae); warna polos bagian punggung berwarna kecoklatan atau keabu-abuan dengan tulang kepala anterior dan tulang rawan rostral berbatas tajam dari moncong dan terlihat tembus pandang dan lebih pucat; bagian bawah biasanya berwarna putih tetapi moncong bagian perut tampak tembus cahaya dan terdapat bercak hitam pada bagian ujungnya. Ukuran tubuh berkisar 2 m dan dapat mencapai 3 m atau lebih (Fishbase.in)

 

Karakterisitik utama dan cukup unik dari pari ini sehingga memudahkan dalam mengidentifikasi pada produk sirip, dimana setiap satu set produk akan memiliki sirip sebanyak 3 buah yang terdiri dari dua sirip punggung dan satu sirip ekor.

 

Status Perlindungan

Pada pertemuan CoP Convention on international trade of endangered species (CITES) ke-18 di Jenewa, Swiss, Agustus 2019 lalu, telah memasukkan jenis ikan pari dari family Rhinidae (Wedgefishes) dan ikan pari dari family Glaucostegidae (Guitarfishes) kedalam daftar appendiks II CITES. Sementara itu, dalam daftar merah (redlist) The International Union for Conservation of Nature’s (IUCN) telah mengkategorikan ikan pari dari family Rhinidae (Wedgefishes) yaitu pari kupu-kupu (Rhina ancylostoma), dan pari kekeh (Rhyncobatus sp) serta ikan pari dari family Glaucostegidae (Guitarfishes) yaitu pari kikir (glaucostegus sp) ke dalam status Critically Endangered yang berarti ikan pari ini populasinya telah kritis atau terancam punah. 

 

Oleh Pemerintah Indonesia, jenis pari ini belum memiliki status perlindungan, sehingga masih diperbolehkan dilakukan pemanfaatan. Dengan diterbitkannya permenKP no 61 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Jenis Ikan Yang Dilindungi Dan/Atau Jenis Ikan Yang Tercantum Dalam Appendiks Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora diharapkan mampu menekan dan mengontrol pemanfaatan jenis pari ini sehingga keberadaannya di alam tetap lestari.

 

Status Pemanfaatan

Sirip pari khususnya jenis pari lontar (pari kekeh) dalam perdagangan memiliki kualitas super sehingga memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan sirip pari lainnya, bahkan dibandingkan dengan sirip hiu. Hal ini disebabkan karena kandungan hisit pada siripnya lebih banyak dibandingkan dengan sirip hiu. Informasi dari salah satu pengusaha di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, harga sirip pari lontar bervariasi berdasarkan ukuran sirip. Untuk ukuran 15 hingga 20 cm memiliki harga sekitar Rp 350.000,- per kilogram dan akan bertambah sebesar Rp 250.000,- per kilogram setiap pertambahan panjang 5 cm. Sirip paling panjang yang pernah didapatkan dengan ukuran 40 cm dan memiliki harga sekitar Rp 1.400.000,- per kilogram (Lpspl Sorong, 2018). Di pasar ritel sirip hiu Hong Kong, sirip pari kikir dan pari lontar masuk dalam kategori tertentu “Qun Chi” yang artinya paling sering dijual (Rahmad, 2019).

 

Berdasarkan data Loka PSPL sorong tahun 2020, produksi sirip pari mencapai 18.4 ton atau menyumbang sekitar 35,07% dari total produksi sirip hiu dan pari. produk turunan lainnya seperti kulit, tulang tubuh dan tulang kepala, serta daging masih tetap diperdagangkan di pasar domestik dengan tujuan utama Surabaya, Jakarta dan Makassar. Dari beberapa lokasi asal produk sirip pari ini, Kabupaten merauke merupakan penyumbang terbesar dari produk sirip pari. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah

 

WhatsApp Image 2021-03-03 at 8.47.59 PM (1)

Gambar 1. Data produksi sirip tahun 2020 di wilayah timur Indonesia

 

Produksi sirip pari Kabupaten merauke merupakan tertinggi dengan nilai produksi sebesar 15,6 ton atau 84,9% dari total produksi sirip pari, kemudian diikuti Kabupaten Sorong yang memiliki nilai produksi hanya sebanyak 1,5 ton. Untuk komposisi jenis ikan pari pada produk sirip pari ini berasal dari 2 kelompok besar yaitu guitarfishes dan Wedgefishes yang terdiri dari pari kupu-kupu (Rhina ancylostoma), pari lontar (Rhyncobatus spp) dan pari kikir (glaucostegus spp). Adapun komposisi produk sirip dari ketiga jensi tersebut dari total produksi sirip pari tahun 2020 yaitu 1,6% untuk pari kupu-kupu, 28,5% untuk pari lontar dan 69,9% untuk pari kikir. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah

 

WhatsApp Image 2021-03-03 at 8.47.59 PM

Gambar 2. Produksi sirip pari berdasarkan jenis

 

Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari tulisan ini adalah :

 

  1. Ikan Pari pada kelompok pari kekeh dan pari kikir telah masuk dalam kategori terancam punah sehingga perlu pengaturan dan pembatasan dalam pemanfaatannya agar tetap lestari.
  2. Walau secara international statusnya terancam punah, namun oleh Pemerintah Indonesia belum ditetapkan status perlindungannya, sehingga masih boleh dimanfaatkan dan diperdagangkan.
  3. produksi sirip pari di timur Indonesia pada tahun 2020 mencapai 18.4 ton atau sekitar 35,07% dari total produksi sirip hiu dan pari dan Kabupaten merauke merupakan penyumbang terbesar dari produk sirip pari
  4. komposisi produksi produk sirip dari total produksi sirip pari tahun 2020 yaitu 1,6% untuk pari kupu-kupu, 28,5% untuk pari lontar dan 69,9% untuk pari kikir.

 [GA/LPSPLSorong]

Daftar Pustaka

 

Lpspl sorong. 2018. Bukan Sirip Hiu, Sirip Inilah Yang Lebih Bernilai. https://kkp.go.id/djprl/artikel/2868-bukan-sirip-hiu-sirip-inilah-yang-lebih-bernilai

Rahmad, Rahmadi. 2019. Pari Kekeh dan Pari Kikir Kini Terancam Langka. https://www.mongabay.co.id/2019/10/09/pari-kekeh-dan-pari-kikir-kini-terancam-langka/

https://cites.org/eng/app/appendices.php

https://www.fishbase.in/summary/FamilySummary.php?ID=713

https://www.fishbase.se/summary/FamilySummary.php?ID=714

 

lpsplsorong   09 Maret 2021   Dilihat : 729



Artikel Terkait: