Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Potensi Bambu laut (Isis hippuris) di Kabupaten Raja Ampat

Bambu Laut dengan nama latin Isis hippuris merupakan salah satu Jenis Softcoral atau Karang Lunak yang hidupnya melekat pada substrat pasir maupun karang. Bambu laut memiliki kandungan Senyawa spesifik hippuristanol yang memiliki sifat antivirus dan juga mengandung bahan campuran pembuatan keramik porselin. Oleh karenanya, bambu laut ini memiliki nilai ekonomi bahkan dijadikan komoditi ekspor. Namun, karena eksploitasi berlebih dan cara pengambilannya di alam cenderung merusak substrat karang maka oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ditetapkan sebagai jenis dilindungi dengan status perlindungan terbatas (Kepmen KP No. 46/KEPMEN-KP/2014).

 

Di Timur Indonesia, khususnya kab. Raja Ampat merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bambu laut namun belum tersedia data dan informasi. Pendataan kondisi terkini populasi bambu laut dilakukan untuk mengetahui potensi keberadaan dan sebaran di perairan. Data dan informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pengelolaan jenis bambu laut. survei potensi bambu laut telah dilaksanakan rentang tahun 2014 – 2016 di kab. Raja Ampat di 3 lokasi yaitu SAP Raja Ampat (2014), SAP Waigeo sebelah barat (2015) dan KKPD Selat dampier (2016).

 

Metode survei yang digunakan antara lain Rapid Reef Resources Inventory  untuk identifikasi awal keberadaan bambu laut di daerah ekosistem terumbu karang dengan cara snorkling. Setelah menemukan keberadaan bambu laut maka akan dilakukan pengambilan data substrat dasar perairan dengan panjang transek 50 meter dengan metode Point Intercept Transect. Untuk koloni bambu laut yang ditemukan dilakukan pengukuran tinggi dan lebar masing-masing koloni bambu laut dengan batas wilayah area pengamatan 50 meter sejajar garis pantai dan swapt area 2,5 meter ke kiri dan 2,5 meter ke kanan.

 

SAP Raja Ampat (2014)

 

bambu

 

Survei di SAP Raja Ampat dilakukan pada 20 stasiun dengan 40 transek pengamatan. Berdasarkan hasil survei diperoleh data jumlah koloni bambu laut sebanyak 1.915 koloni dengan nilai populasi 1.915 koloni/Ha atau 0,192 koloni/m2.

 

Adapun data kondisi terumbu karang di SAP Raja Ampat dengan status rusak, yaitu tutupan karang hidup kurang dari 25% ditemukan di Tanjung Waisai, Teluk Waisai, Pulau Kambing, Gusung Mutus, Pulau Goh Besar dan Pulau Goh Kecil, kondisi terumbu karang dengan status sedang dengan tutupan karang hidup antara 25%-50% ditemukan pada 21 transek diantaranya di Panaiki, Waisilip, dan Manyaifun, sedangkan terumbu karang yang tergolong baik dengan persentase tutupan karang hidup 50%-75% ditemukan di Pulau Nabi kecil, Pulau Nabi Besar, Manyaifun dan Bianci.

 

SAP Waigeo Sebelah Barat (2015)

 

 

Survei di SAP Waigeo Sebelah Barat dilakukan pada 24 stasiun dengan 46 transek pengamatan. Berdasarkan hasil survei diperoleh data Jumlah koloni bambu laut sebanyak 464 koloni dengan nilai populasi 403,5 koloni/Ha atau 0,040 koloni/m2 .

 

Adapun data tutupan karang di kawasan SAP Kepulauan Waigeo Sebelah Barat berkisar dari 0% hingga 60% dengan nilai rata-rata sebesar 25,02%. Secara umum kondisi terumbu karang di SAP Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dapat dikategorikan sedang. Kondisi tutupan karang hidup yang termasuk kategori sedang adalah Pulau Sayang, Quoy, Lay, Bag dan Uranie. Sedangkan kondisi tutupan karang hidup di Pulau Piai, Ai dan Wayag termasuk kategori rusak.

 

KKPD Selat Dampier (2016)

 

 

Survei di KKPD Selat Dampier dilakukan pada 24 stasiun dengan 24 transek pengamatan. Jumlah koloni bambu laut yang ditemukan sebanyak 581 koloni dengan nilai populasi 968,33 koloni/Ha atau 0,097koloni/m2 .

 

Adapun Kondisi tutupan karang di KKPD Selat Dampier antara lain di wilayah salawati termasuk kategori sedang dengan nilai 34,83%, di batanta memiliki kategori baik dengan nilai 59,86%, sedangkan di sekitar mansuar memilki kategori sedang dengan nilai 35%  dan terakhir di wilayah gam memilki kategori sedang dengan nilai 35,75%.

 

Tabel rekapitulasi hasil survei di 3 lokasi kawasan konservasi di Kab. Raja Ampat

 

 

 

lpsplsorong   14 Agustus 2019   Dilihat : 610



Artikel Terkait: