Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
KRONOLOGIS PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR MATI JENIS DUGONG (Dugong dugon) DI KAMPUNG MALAUMKARTA, KABUPATEN SORONG – PROVINSI PAPUA BARAT

prehadi akna -Pengangkatan

 

Senin, 1 Juli 2019, sekitar pukul 12.00 WIT, dua orang nelayan dari kampung Malaumkarta yang bernama bapak Marten Sapisa dan bapak Merkianuso berencana memancing ikan di pesisir kampung Malaumkarta, dan melihat seekor dugong (dugong dugon) mengapung dalam keadaan mati dan terbawa arus diantara pesisir kampung Malaumkarta dan Pulau Um. Sepulang dari memancing ikan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya.

 

Menerima laporan tersebut, beberapa anggota Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya segera melakukan pengecekan di lokasi yang dilaporkan oleh kedua nelayan tersebut. Baru pada sekitar pukul 18.00 WIT, beberapa anggota kelompok yang melakukan pengecekan dengan perahu menemukan bangkai dugong tersebut sudah terbawa arus menjauh dari pesisir. Bangkai dugong tersebut kemudian ditarik kembali ke pesisir kampung dan di kandaskan di sebelah timur kampung Malaumkarta.

 

Setelah dugong berhasil ditarik ke pesisir kampung Malaumkarta, anggota kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua kelompok yang bernama Roberth Hikler Kalami, yang segera menghubungi Loka PSPL Sorong untuk meminta petunjuk penanganan lebih lanjut mengingat hari sudah mulai gelap (sekitar pukul 19.30 WIT).

 

Laporan tersebut kemudian di respon cepat oleh kepala Loka PSPL Sorong dengan segera menginstruksikan tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong untuk membantu Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya dalam penanganan dugong yang ditemukan mati tersebut.

 

Tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong segera melakukan kontak dengan sdr Roberth Hikler Kalami, dan mendapat informasi awal bahwa dugong dalam kondisi mati dan berjenis kelamin jantan, tidak ditemukan luka serius pada tubuh dugong. Setelah mendapat kepastian kondisi dugong, dan mengingat hari yang sudah gelap, Tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong, meminta sdr Roberth Hikler Kalami dan kelompoknya untuk melakukan langkah-langkah pengamanan bangkai dugong agar tidak terbawa arus kembali ke tengah laut, serta mencegah masyarakat untuk tidak berinteraksi langsung dengan bangkai dugong tersebut hingga tim Loka PSPL Sorong tiba dilokasi untuk melakukan penanganan pada keesokan harinya (2 Juli 2019). Hal tersebut disanggupi oleh Roberth Hikler Kalami yang kemudian mengikat bangkai dugong tersebut pada batang kayu yang ditancapkan di pasir, sehingga tidak terbawa arus kembali ke laut.

 

Pada hari selasa, 2 Juli 2019, sekitar pukul 09.40 WIT, tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong tiba di kampung Malaumkarta dan bersama 8 orang Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya yang dipimpin oleh sdr Roberth Hikler Kalami menuju ke lokasi dimana dugong tersebut diamankan, dan melakukan pengamatan kondisi fisik bangkai dugong. Tidak ditemukan tanda-tanda luka serius pada tubuh dugong, sehingga tim berkesimpulan dugong tersebut mati “wajar”. Tim Loka PSPL Sorong juga memastikan jenis kelamin dugong tersebut adalah jantan. Pada saat pengamatan diketahui bangkai dugong tersebut sudah masuk dalam kode 3.

 

Dengan dibantu oleh Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya, tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong kemudian melakukan pengukuran morfometri dugong dan mengambil beberapa sampel bagian tubuh yaitu daging bagian sirip caudal, daging bagian sirip pectoral, dan rambut kasarnya.

 

Hasil pengukuran morfometri adalah sebagai berikut :

 

  • Jarak moncong ke pangkal ekor : 280 cm
  • Jarak moncong ke anus : 189 cm
  • Jarak moncong ke lubang kelamin : 170 cm
  • Jarang moncong ke pusar (umbilicus) : 110 cm
  • Jarak moncong ke pangkal awal ke sirip samping : 75 cm
  • Jarak moncong ke pusat mata : 28 cm
  • Jarak moncong ke lubang telinga : 41 cm
  • Jarak pusat mata ke lubang telinga : 19 cm
  • Jarak antara kedua pusat mata : 64 cm
  • Jarak pusat mata ke lubang hidung : 22 cm
  • Jarak pangkal awal sirip samping ke ujung sirip samping : 42 cm
  • Lebar maksimum sirip samping : 19 cm
  • Panjang tegak lurus dari pangkal akhir sirip samping : 44 cm
  • Lebar ekor : 36 cm
  • Jarak ujung ekor kanan ke ujung kiri : 80 cm
  • Lingkar tubuh yang melalui pangkal ekor : 57 cm
  • Lingkar tubuh yang melalui lubang anus : 120 cm
  • Lingkar tubuh yang melalui pusar (umbilicus) : 179 cm
  • Lingkar tubuh yang melalui pangkal akhir sirip samping : 157 cm

 

Setelah dilakukan pengamatan fisik, pengambilan sampel dan pengukuran morfometri, Tim reaksi cepat penanganan mamalia laut dan jenis ikan dilindungi Loka PSPL Sorong bersama Kelompok Penggiat Pelestarian Laut Malaumkarta Raya menguburkan dugong tersebut pada titik koordinat 131°35'21,0" BT dan 00°44'58,3" LS.

 

 

 

 

 

lpsplsorong   03 Juli 2019   Dilihat : 299



Artikel Terkait: