Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Upaya Penanganan dan Pelepasan Tukik Pasca Masa Inkubasi

prehadi akna 02 - Filialdi Nur Hidayat

 

Pada tanggal 26 Mei 2019 telah dilaksanakan kegiatan Upaya Penanganan dan Pelepasan Tukik Pasca Masa Inkubasi oleh Kelompok Konservasi Lokal Distrik Makbon yang dilaksanakan di Pulau Um, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan sebagai salah satu upaya pelestarian jenis penyu lekang dan melibatkan Kelompok Penggiat Pelestari Alam GKI Malaumkarta (Kelompok Konservasi Lokal).



Seperti diketahui bersama bahwa Pulau Um adalah salah satu pulau yang merupakan pantai peneluran penyu lekang di Kabupaten Sorong. Pulau ini merupakan pulau yang terletak di ujung Teluk Dorei dan berhadapan langsung dengan Kampung Malaumkarta.



Dalam pelaksanaannya, Kelompok konservasi lokal hasil binaan LPSPL Sorong di Distrik Makbon yang menamai kelompoknya "Kelompok Penggiat Pelestari Alam Malaumkarta" diketuai oleh Robert Kalami dengan 6 anggota aktifnya telah berhasil melakukan penetasan 97 tukik dari 100 telur penyu Lekang dari kegiatan pengamanan dan inkubasi telur penyu di Pulau Um. Tukik yang telah keluar dari sarang pasir dipindahkan langsung ke dalam bak penampungan tukik yang telah dibuat di Pulau Um.



Ini merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat lokal juga memiliki kepedulian yang tak kalah tentang konservasi jenis-jenis ikan (biota laut) yang dilindungi. Masyarakat Malaumkarta dengan kelompok pegiat pelestari alamnya dengan sukarela melepasliarkan, bahkan melakukan penanganan pasca inkubasi agar tingkat bertahan hidup telur penyu menjadi tukik semakin tinggi. Pelepasliaran sendiri dilakukan di hari berikutnya pada tanggal 27 Mei 2019, yang dibarengi dengan kegiatan Konven Pelayan dari Sinode Gereja di Tanah Papua dengan pesertanya berasal dari perwakilan gereja-gereja wilayah 7 Provinsi Papua Barat.



Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh media lokal Papua, dengan demikian diharapkan kegiatan sejenis akan lebih banyak diketahui orang dan dapat dijadikan inspirasi seluruh masyarakat pesisir untuk peduli terhadap kelestarian jenis-jenis ikan terutama jenis-jenis yang dilindungi.

lpsplsorong   02 Juli 2019   Dilihat : 322



Artikel Terkait: