Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
SOSIALISASI JENIS DILINDUNGI (DUGONG) PADA MASYARAKAT DESAGUAERIA, HALMAHERA BARAT DI HARI PAHLAWAN

gambar 1 sosialisasi jenis dilindungi

 

 

Guaeria (10/11/2017) Bertepatan dengan hari pahlawan 10 November 2017 Tim Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Sorong melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyadartahuan Masyarakat tentang Jenis Ikan yang dilindungi yang bertempat di Rumah Pendeta Desa Guaeria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk respon atas potokejadian pemotongan dugong yang ditemukan mati oleh warga Desa Guaeria, dan ditweet oleh DT kepada MKP tanggal 6 Nopember 2017. Dari investigasi di lapangan diketemukan bahwa poto yang baru diviralkan tersebut diambil dari halaman facebook D yang merupakan warga Guaeria dan merupakan kejadian 3 tahun lampau.

 

Dari Ternate, untuk sampai ke Guaria, Tim menggunakan speed penumpang umum ke pelabuhan jailolo dengan waktu tempuh 1 jam. Desa Guaeria sendiri yang terletak tepat berada di depan pelabuhan jailolo, hanya bisa ditempuh dengan perahu selama 15 menit, karena tidak adanya jalur darat dari Jailolo. Daerah yang terpencil menjadikan kurangnya sosialisasi jenis ikan di lindungi.

 

Dalam Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Santoso B selaku kepala Loka PSPL Sorong dengan didampingi Sdr. Basirun M Saleh dan Pieter Silulu, penyuluh perikanan pada Dinas Kelautan dan perikanan dipimpin oleh Kepala Badan Permusyawaratan Desa Bapak KristofelHariekasidan Pendeta MarthaRaholPadomakepada sekitar 30 warga Desa Guaeria, warga mengaku ada yang masih memakan dugong yang terdampar, terutama pada saat musim paceklik ikan. Disampaikan oleh Kepala Loka PSPL bahwa selain merupakan jenis yang dilindungi yang memiliki sangsi hukum jika dilanggar, dugong dan mamalia laut yang lain seperti paus dan Lumba-lumba yang memiliki umur panjang dan sepanjang hidupnya akan menimbun dan menyimpan zat-zat racun dan kimia karsinogenik dalam dagingnya sehingga akan berbahaya jika dimakan.

 

Dalam kesempatan itu tim juga mengambil gambar lokasi dimana dilakukan tindak ilegal terhadap dugong yang merupakan jenis dilindungi di jembatan kayu di pesisir desa Guaeria.

 

Tentang hiu hiu misalnya disampaikan bahwa ada warga yang menangkap hiu untuk dijual, dalam kesempatan ini disampaikan bahwa penangkapan hiu boleh dilakukan sepanjang tidak menyalahi aturan. Jenis hiu yang dilarang untuk ditangkap adalah hiu paus (permen KP 18 tahun 2013)  dan hiu gergaji (PP 7 tahun 1999, daftar merah IUCN). Sedangkan untuk hiu Martil (Permen KP 48 tahun 2016), hiu Koboi(Permen KP 48 tahun 2016), hiu Tikus / hiu Monyet (Apendix II Cites) dan Hiu Lanjaman (Apendix II Cites) saat ini masih boleh ditangkap, namun hanya untuk diedarkan di dalam negeri saja.

 

Untuk menjadi pahlawan dalam jaman modern ini dilakukan dengan selalu berbuat baik kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Kejadian masyarakat makan dugong meskipun terjadi tiga tahun yang lalu, ketika menjadi viral akan memberikan dampak negatif terhadap masyarakat di desa Guaeria, yang telah diusulkan menjadi Desa Wisata.Tuhan sudah menciptakan alam dengan seimbang dan sempurna, dengan ikut melestarikan jenis yang dilindungi masyarakat ikut menjaga keseimbangan alam.

 

Sebelum meninggalkan Desa Guaria, tim menempelkan Poster Jenis Ikan yang dilindungi di Kantor Mako Sandar Polairud Halmahera Barat di Desa Guaeria. Poster yang sama yang dibagikan kepada masyarakat yang selain terdapat alamat dan Nomer Loka PSPL Sorong untuk dihubungi apabila terjadi kejadian sejenis, jugadidalamnya tertulis pesan MKP Ibu Susi Pudjiastuti ” Kita harus memastikan bahwa sustainable (keberlanjutan) akan terjaga. Kita menjaga sumberdaya ikan kita untuk bisa dikelola turun temurun dan menjadikan laut kita sebagai masa depan bangsa”. [SBW/LPSPLSORONG]

 

 

 

 

 

 

lpsplsorong   21 Februari 2019   Dilihat : 307



Artikel Terkait: