Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SORONG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
FESTIVAL MISOOL GUGAH MASYARAKAT JAGA DAERAH TABUNGAN IKAN

Sorong, PbP – Mayarakat nelayan di kawasan konservasi laut daerah (KKLD) Misool kabupaten raja ampat sangat perduli terhadap perikanan di laut misool yang dibuktikan dengan penyelenggaraan festival misool pada 26 dan 27 oktober lalu.

 

Manager kampanye pride KKLD Misool, muhajir mengatakan, dalam festival masyarakat diingatkankembali tentang pentingnya menjaga daerah tabungan ikan sebagai tempat ikan memijah, bertelur dan bertambah besar, sehingga memastikan ketersediaan ikan di masa depan.

 

Hal ini disampaikan melalui pers realese kepada papua barat pos, belum lama ini.

 

Dijelaskannya, festival misool merupakan rangkaian kegiatan kampanye pride KKLD Misool yang dijalankan oleh The Nature Conservancy (TNC) yang kerjasama dengan Rare, dinas kelautan dan perikanan raja ampat.

 

Hal itu, jelasnya, untuk mendorong masyarakat nelayan di kampung fafanlap, usaha jaya, yellu dan lilinta berhenti meangkap ikan di zona ketahanan pangan dan pariwisata yakni daram, batbitiem, efpian, kasya, sisi dan yaan yang merupakan daerah tabungan ikan.

 

Selain itu, jelasnya, mendorong masyarakat nelayan untuk membuat peraturan kampung tentang pengelolaan daerah tabungan ikan guna menjamin keberlangsungan sumberdaya perikanan KKLD Misool.

 

Ia mengatakan, adapun yang dilombakan dalam festival misool yaitu lomba dayung perorangan dan kelompok, lomba perahu hias, lomba renang dan lomba katinting yang berhubungan dengan kegiatan masyarakat nelayan sehari-hari.

 

Ia merincikan, perlombaan diikuti 100 orang untuk seluruh lomba dan dihadiri sekitar 500 orang dari 13 kampung di KKLD Misool.

 

Misool, menurutnya, adalah pulau terbesar di kepulauan raja ampat ujung barat laut provinsi papua barat, jantung segitiga terumbu karang yang diakui sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

 

Hal itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa raja ampat merupakan rumah bagi 75% jenis terumbu karangdi dunia dengan 553 jenis terumbu karang dan 1.437 jenis ikan karangsalah satu daerah pemijahan ikan pari, penyu sisik, penyu hijau dan karang lunak berwarna warni yang menjadi lokasi tujuan wisata terkenal dunia.

 

Potensi perikanan di raja ampat, menurutnya, mencapai 590-600 ton pertahun menurut dinas kelautan dan perikanan raja ampat. Dimana nilai ekonomi pemanfaatan sumberdaya laut tahun 2006 sebesar Rp 126 miliar dan diprediksikan sebesar Rp 1,2 triliun dalam jangka waktu 20 tahun.

 

Ia menambahkan, sector perikanan pada tahun 2006 produk domestic regional bruto kabupaten raja ampat menyumbang 50% dan 82% pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya misool bagi sector perikanan.

 

sumber : harian Papua Barat Pos tanggal 2/11/2013

 

lpsplsorong   12 Juni 2019   Dilihat : 288



Artikel Terkait: