Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT SERANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Bantuan Penanaman Mangrove Seluas 60 Ha di Provinsi Banten dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional

 

Serang (12/10) – Pemerintah melalui Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Rehabilitasi Kawasan Mangrove di area rawan abrasi Desa Lontar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Bantuan berupa Penanaman Mangrove di area seluas 25,14 Ha diberikan melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang kepada Kelompok Tani Mangrove Pelita Bahari berupa penyediaan bibit mangrove dari jenis Rhizopora sp. sebanyak 125.700 bibit serta penyediaan sarana/prasarana penanaman di antaranya pagar, ajir, dan papan informasi.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari dalam kunjungannya ke Kabupaten Serang menjelaskan bantuan Penanaman Mangrove diberikan kepada kelompok masyarakat yang melakukan upaya mempertahankan keberadaan ekosistem pesisir dari kerusakan dan memulihkan Kembali Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang rusak.
Lebih lanjut Tari menerangkan bahwa saat ini sebagian besar wilayah pesisir dan lautan berada dalam kondisi terdegradasi karena pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukan yang baru.
“Berbagai aktivitas di darat maupun aktivitas di laut juga memberikan andil pada turunnya kondisi ekosistem mangrove. Karenanya, salah satu cara Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah melakukan rehabilitasi bersama masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala LPSPL Serang Syarif Iwan Taruna Alkadrie menjelaskan bahwa dari total 20 kabupaten target Penanaman Mangrove di Pulau Jawa dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional, Kabupaten Serang pada tahun 2021 mendapatkan porsi area penanaman mangrove seluas 60,14 Ha yang tersebar di 4 desa yaitu Desa Lontar, Desa Domas, Pulo Panjang, dan Pulau Tunda.
“Total luas 320 ha menjadi target penanaman mangrove LPSPL Serang yang terbagi menjadi lima lokasi yaitu Kabupaten Serang, Indramayu, Karawang, Cirebon, dan Pandeglang,” jelas Iwan.
Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang dipilih karena wilayah pesisirnya rentan mengalami abrasi dan degradasi ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas di darat maupun di laut. Sementara sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional, yang terbagi menjadi nelayan tangkap, nelayan budi daya rumput laut, dan nelayan tambak sehingga sangat bergantung terhadap kondisi ekosistem pesisir yang sehat.
Saat menerima kunjungan KKP di desanya, perwakilan kelompok masyarakat penggiat mangrove di Desa Lontar menyampaikan terima kasih atas program yang diberikan KKP dan mengharapkan agar pesisir laut di wilayah Serang menjadi lestari.


Anggota Komisi IV DPR RI, Nur’aeni yang hadir dalam acara penanaman tersebut menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan rehabilitasi kawasan mangrove yang dilakukan bersama masyarakat khususnya masyarakat di Desa Lontar, Kabupaten Serang.
“Keterlibatan masyarakat penting dalam keberhasilan program rehabilitasi mangrove, juga sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten harus terus diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pesisir yang bersinggunan langsung dengan ekosistem mangrove,” Ungkap Nur’aeni.
Juga hadir dalam acara tersebut Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf yang mengungkapkan pentingnya manfaat Mangrove bagi masyarakat dan lingkungan pesisir.
“Selain manfaat ekologi yaitu sebagai pelindung pantai dan berkontribusi dalam penyimpanan dan penyerapan karbon, Mangrove juga memberikan manfaat secara ekonomi,” ungkap Yusuf.
“Bantuan penanaman mangrove dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat terlibat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan adanya pemberian upah harian tenaga kerja selama penanaman berlangsung.” Ujar Darmadi Aries Wibowo selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekanakan pentingnya ruang laut sebagai tempat penghidupan, sumber bahan pangan, aktualisasi budaya, dan penopang perekonomian bangsa.
Terakhir, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menjaga habitat mangrove secara kontinyu agar manfaat yang dirasakan tidak terputus sampai saat ini namun juga dapat dirasakan secara jangka Panjang untuk anak cucu di masa yang akan datang.

Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang   13 Oktober 2021   Dilihat : 159



Artikel Terkait: