Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL PEKANBARU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Tingkatkan Sinergisitas Pengelolaan Kawasan Konservasi, LKKPN Pekanbaru Bersama Satwas SDKP Kepulauan Anambas dan Satpolairud Polres Kepulauan Anambas Melaksanakan Kolaborasi Monitoring Implementasi Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas

(Anambas, 20/05) Dalam rangka ciptakan tertib pemanfaatan kawasan konservasi, LKKPN Pekanbaru melalui Wilayah Kerja Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas melakukan kegiatan monitoring implementasi zonasi pada hari Sabtu, 20 Mei 2023. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pengendalian aktivitas pemanfaatan di kawasan konservasi, baik aktivitas perikanan tangkap, pariwisata alam perairan, aktivitas pendidikan dan penelitian serta aktivitas pemanfaatan lainnya. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melakukan pendataan eksisting pemanfaatan kawasan dan memantau apakah aktivitas tersebut sudah sesuai dengan zonasi dan aturan yang berlaku di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas.

 

 

Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas memiliki luas sebesar 1.265.401,51 Ha berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2022 dan dikelola dengan sistem zonasi untuk mewujudkan sumberdaya ikan yang berkelanjutan. Monitoring implementasi zonasi merupakan salah satu strategi yang dilakukan LKKPN Pekanbaru untuk menciptakan pelaku pemanfaat kawasan konservasi yang patuh dan taat terhadap zonasi yang telah ditetapkan agar sumberdaya ikan yang ada dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kegiatan kali ini dilaksanakan bersama Satwas SDKP Kepulauan Anambas yang memiliki tugas pokok dan fungsi pengawasan di Kawasan Konservasi, serta bersama Satpolairud Polres Kepulauan Anambas yang bertugas menjaga keamanan perairan di Kepulauan Anambas. Sebelum pelaksanaan monitoring, telah dilakukan koordinasi bersama dengan tujuan untuk menentukan rute monitoring dan upaya penertiban yang akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.

 

  

 

Sebanyak 9 orang personil LKKPN Pekanbaru Wilker Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, 1 orang personil Satwas SDKP Kepulauan Anambas, dan 1 orang personil Satpolairud Polres Kepulauan Anambas melakukan kegiatan monitoring implementasi zonasi. Tim dibagi menjadi 2 yaitu tim darat dan tim laut. Tim darat melakukan sosialisasi mengenai Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas dan zona-zona di dalamnya terhadap wisatawan asal Australia dan Filipina yang sedang mengunjungi Kepulauan Anambas. Tim darat juga menjelaskan terkait PNBP karcis masuk di Kawasan Konservasi dan cara memperolehnya melalui aplikasi Seapark. Tim laut melakukan monitoring zonasi dengan rute zona inti Pulau Pasu – zona inti Tokong Gurun – zona inti Tanjung Juluk – zona inti Karang Boko – zona inti Pulau Mangkian – zona inti Pulau Mandariau – zona inti Karang Beretih – zona inti Karang Tuboi – zona inti Tanjung Lompat – zona inti Teluk Mesabang. Kegiatan ini, selain merupakan upaya pengendalian pemanfaatan dan penertiban juga sebagai upaya sosialisasi mengenai zonasi dan peraturan terbaru sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2022.

 

Terdapat kendala cuaca dan angin yang tiba-tiba datang dari Selatan dan Utara saat menuju ke perairan Pulau Pahat, sehingga setelah dilakukan diskusi dengan kapten kapal dan tim di lapangan akhirnya dilakukan perubahan rute ke perairan yang lebih terlindung yang telah disebutkan di atas. Dalam monitoring kali ini, terdapat satu temuan di zona inti Tokong Gurun, yaitu nelayan pompong yang menangkap ikan karena belum mengetahui bahwa daerah tersebut merupakan zona inti. Tim kemudian melakukan sosialisasi mengenai larangan menangkap ikan di zona inti, penandatanganan berita acara tidak melakukan pelanggaran, dan meminta nelayan tersebut berpindah ke lokasi lain yang bukan merupakan zona inti.

 

 

Dengan dilakukannya kegiatan monitoring implementasi zonasi kali ini, diharapkan setiap pelaku pemanfaatan kawasan konservasi dapat tertib dalam memanfaatkan kawasan sehingga sumberdaya yang ada dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif yaitu peningkatan nilai efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas dan Laut Sekitarnya.

 

Penulis : Siti Nabila, S.Si

 

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru   21 Mei 2023   Dilihat : 56



Artikel Terkait: