Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL PEKANBARU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Dalam Rangka Penilaian Efektivitas Jenis ikan Dilindungi, LKKPN Pekanbaru Turut Hadir dalam Workshop EPanji

Anambas (01/07), Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Jenis Ikan Dilindungi dan/atau Tercantum dalam Apendiks CITES (EPanji), LKKPN Pekanbaru mengikut Workshop Penilaian Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Jenis Ikan yang Dilindungi dan/atau Jenis Ikan yang Tercantum dalam Apendiks CITES secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut selama 5 (lima) hari mulai dari tanggal 27 Juni – 01 Juli 2022, juga didukung IFish Project FAO, Konservasi Indonesia dan WWF Indonesia. Tak hanya lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan Perikanan, Perguruan Tinggi dan Mitra Konservasi juga turut serta dalam kegiatan ini.

 

 

Workshop penilaian Epanji bertujuan untuk melakukan penilaian evaluasi efektivitas pengelolaan 20 jenis ikan yang menjadi target konservasi jenis ikan tahun 2020-2024. Evaluasi ini berguna untuk menghasilkan nilai dampak upaya konservasi jenis ikan (signifikan/tidak signifikan) terhadap efektivitas pengelolaan jenis ikan. Kategori ikan yang dilakukan penilaian diantaranya adalah ikan air tawar (belida, arwana, sidat, pari sungai, bilih), ikan air laut (hiu apendiks, hiu berjalan, pari apendiks, pari perlindungan penuh, Banggai Cardinal Fish, napoleon, hiu paus, kuda laut, terubuk), Cetacean/mamalia laut (duyung, paus, lumba-lumba), karang (karang, bambu laut), moluska (kima, lola), Holothuridae (teripang) dan reptile (penyu).

 

 

Penilaian dilakukan oleh 19 orang tim penilai yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri No. 113/2021 dengan alat ukur EPanji. Selain dilakukan penilaian, dilakukan juga penandatangan berita acara hasil penilaian serta pembahasan rekomendasi upaya pengelolaan jenis ikan. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, didapatkan hasil status pengelolaan jenis ikan dengan level minimun sebanyak 26%, level optimum sebanyak 53% dan level berkelanjutan sebanyak 21%.

 

 

LKKPN Pekanbaru ikut serta dalam upaya pengelolaan konservasi jenis ikan yang dilindungi, khususnya lumba-lumba (Cetacean) yang pengelolaannya berada di Wilker Kawasan Konservasi Pulau Pieh. Dalam upayanya, LKKPN Pekanbaru telah melaksanakan kegiatan bimtek pemantauan mamalia laut dan monitoring cetacean rutin yang dimasukkan ke dalam laporan tahunan LKKPN Pekanbaru. Berdasarkan hasil penilaian, efektivitas pengelolaan jenis lumba-lumba yang didapatkan yaitu sebesar 80,76 dengan kategori pengelolaan berkelanjutan. Salah satu rekomendasi untuk konservasi cetacean yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan cetacea secara non ekstraktif di daerah-daerah yang memiliki potensi kemunculan cetacean. Dengan adanya workshop EPanji ini, diharapkan seluruh rekomendasi yang telah termuat dapat diterapkan untuk pengelolaan konservasi jenis ikan selanjutnya dan memberikan dampak serta manfaat lebih besar dan nyata.

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru   01 Juli 2022   Dilihat : 51



Artikel Terkait: