Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL PEKANBARU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Perkuat Data dan Informasi Kawasan, LKKPN Pekanbaru Melaksanakan Monitoring Ekosistem Lamun

Tarempa (16/06), Padang lamun merupakan salah satu penyusun ekologi laut tropis yang memiliki peran yang cukup penting. Kondisi kesehatan padang lamun secara keseluruhan, dapat mempengaruhi kondisi ekosistem lainnya di kawasan pesisir, yaitu terumbu karang dan mangrove sehingga perlu terus dijaga kelestariannya. Selain itu sebagai ekosistem pesisir padang lamun tidak selamanya memiliki kondisi yang baik sehingga pengelolaan dan monitoring harus rutin dilakukan. Oleh karena itu LKKPN Pekanbaru Wilayah Kerja TWP Kepulauan Anambas melaksanakan monitoring rutin dalam rangka pengumpulan data series ekosistem lamun selama 4 hari dari tanggal 13-16 Juni 2022 di perairan Desa Air Asuk dan perairan Desa Teluk Siantan.

 

   

 

Pada tahun 2022 terdapat penambahan 2 stasiun monitoring ekosistem lamun sehingga stasiun monitoring ekosistem lamun TWP Kepulauan Anambas menjadi 6 stasiun yang terdiri dari stasiun Air Asuk 1, Stasiun Air Asuk 2, Stasiun Tanjung, Stasiun Makam Siantan, Stasiun Muntai 1 dan Stasiun Muntai 2. Monitoring lamun dilakukan dengan metode LIT (Line Intercept Transect) yang mengacu pada panduan Monitoring Padang Lamun LIPI, dimana metode yang digunakan pada setiap stasiun yang terdiri atas 3 transek yang di bentangkan secara tegak lurus garis pantai sepanjang 100 m, data diambil dengan pendekatan kuadrat (frame) 50 x 50 cm.

 

   

 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi kepada pemerintah desa Air Asuk dan Teluk siantan dalam rangka menginformasikan terdapatnya stasiun baru di perairan kedua desa tersebut serta sosialisasi terkait pentingnya ekosistem lamun bagi ekosistem pesisir dan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat dari menjaga kelestarian ekosistem lamun. Hasil monitoring ekosistem lamun di TWP Kepulauan Anambas didominasi oleh jenis Enhalus acoroides dan juga ditemukan jenis Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata. Selain itu teridentifikasi spesies lainnya dari jenis Halophila ovalis di stasiun Air Asuk 1 yang tidak ditemukan dari kegiatan monitoring tahun-tahun sebelumnya. Substrat perairan ekosistem padang lamun terdiri dari substrat berpasir, berpasir berlumut dan berlumpur. Data kondisi kesehatan dan lingkungan ekosistem mangrove dan lamun akan dianalisa lebih lanjut secara rinci oleh tim monitoring dan disajikan dalam bentuk laporan resmi.

 

  

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru   17 Juni 2022   Dilihat : 68



Artikel Terkait: