Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL PEKANBARU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
LKKPN Pekanbaru Hadiri Workshop Penyusunan Informasi Geospasial Tematik Kawasan Konservasi Perairan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG)

Pada hari Selasa – Jum’at, 5-8 Oktober 2021, LKKPN Pekanbaru menghadiri undangan dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT), Badan Informasi Geospasial (BIG). Peserta kegiatan ini terdiri dari Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Peserta yang hadir berjumlah 20 orang, masing-masing 2 orang dari LKKPN Pekanbaru, BKKPN Kupang, BPSPL Padang, BPSPL Pontianak, BPSPL Denpasar, BPSPL Denpasar, LPSPL Serang, dan LPSPL Sorong, serta 4 orang dari Dit. KKHL. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Jagakarsa, Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan.

 

  

 

Sambutan dan Pembukaan dihadiri oleh Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, Ibu Dra. Lien Rosalina, M.M.. Beliau menyampaikan sesuai UU Nomor 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, BIG diamanahkan untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan IGT yang dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L). Kemudian turut hadir juga Bapak Ir. Andi Rusandi, M.Si., Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. Beliau menyampaikan pentingnya kegiatan penyelenggaraan Kebijakan Satu Peta di Indonesia yang mengacu pada Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000 yang memiliki target pencapaian untuk Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Nasional. Dalam menyusun peta Penetapan Zonasi Kawasan Konservasi dibutuhkan data/informasi geospasial berupa Informasi Geospasial Dasar dan Informasi Geospasial Tematik. Sebagai tindak lanjut dari penetapan Permen KP 31 Tahun 2020, diperlukan pedoman teknis untuk mengatur penyajian peta kawasan konservasi dengan standar yang sama.

 

 

Adapun yang menjadi pokok bahasan dalam bimbingan teknis ini adalah (1) Perolehan data, berupa data sekunder maupun data primer; (2) Pengolahan Citra, diantaranya pemetaan habitat bentik perairan laut dangkal (terumbu karang dan lamun) dan pemetaan habitat mangrove; (3) Pengaplikasian Marzone, yang merupakan step lanjutan dari analisis Marxan; (4) Penyusunan Geodatabase, yang berguna untuk menstandarkan atribut peta di seluruh kawasan konservasi perairan baik nasional maupun daerah dan (5) Penyusunan Layout Peta. Pemateri berasal dari akademisi, Bapak Prama Ardha Aryaguna, S.Si., M.Sc. dosen dari Universitas Esa Unggul, Bapak Arief Darmawan, S.Si.,M.Sc., berasal dari Universitas Brawijaya, Bapak Rinaldy Saputro, S.Si, dan Bapak Latif Zainulhayat, Analis Sistem Informasi Geografis.

 

 

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dan diterapkan di lingkungan kerja Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, baik digunakan sebagai penyusunan inisiasi kawasan konservasi perairan daerah maupun review zonasi dari kawasan konservasi perairan nasional.

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru   08 Oktober 2021   Dilihat : 117



Artikel Terkait: