Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

LOKA KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL PEKANBARU
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
KOMPAK Samudra Lakukan Penanganan Mamalia Laut Terdampar

(Padang, 04/10) Sabtu 2 Oktober 2021, malam sekitar pukul 19.55 WIB, LKKPN Pekanbaru mendapatkan laporan adanya temuan lumba-lumba mati terdampar di pantai Pasir Jambak Kota Padang. Laporan ini didapat dari informasi Yose, Ketua KOMPAK Samudra, salah satu mitra konservasi LKKPN Pekanbaru. KOMPAK Samudra juga melaporkan kejadian ini kepada Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang sebagai unit pelaksana Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertanggung jawab dalam penanganan kejadian mamalia laut terdampar di wilayah kerja pesisir Sumatera.

Penemuan lumba-lumba terdampar mati ini berawal dari unggahan video di akun instagram @padanginfo_id pada Sabtu (2/10) pukul 17:00 WIB yang diperoleh dari dokumentasi wisatawan yang sedang berkunjung di Pantai Pasir Jambak. Yose mendapatkan informasi melalui seorang wartawan yang melihat unggahan tersebut, dan langsung menuju lokasi kejadian yang berjarak 1 km dari lokasi konservasi penyu Sea Turtle Camp. Setelah dilakukan pengambilan dokumentasi, dilakukan penguburan di pinggir pantai oleh pengurus KOMPAK Samudra, Polsek Koto Tangah dengan dibantu warga setempat pada pukul 20.15 WIB.

 

 

Melalui dokumentasi yang diperoleh, teridentifikasi jenis lumba-lumba yang terdampar merupakan Sousa chinensis (Lumba-lumba bungkuk Indo-pasifik). Lumba-lumba betina ini memiliki panjang 2,2 meter dengan berat diperkirakan 150 kg. Kondisi fisik lumba-lumba saat ditemukan tubuh sedikit membengkak dan terdapat cairan darah di mulut. Kode terdampar merupakan kode 2, terdampar dalam kondisi baru mati. Kematian lumba-lumba ini diduga karena gangguan navigasi karena banyaknya tumpukan sampah dan sedimen di laut yang dibawa aliran sungai dan meluap akibat hujan dalam 2 hari berturut-turut di wilayah Kota Padang. Tumpukan sampah berupa kayu, sampah plastik, dan lain-lain.

Lumba-lumba jenis Sousa chinensis ini pernah beberapa kali ditemukan kemunculannya oleh tim monitoring TWP Pieh pada saat akan melakukan pengamatan cetacean ke kawasan TWP Pulau Pieh. Lokasi penemuannya di sekitar muara dan pesisir Kota Padang. Lumba-lumba ini memang memiliki kebiasaan bermain di dekat pulau, pesisir, dan muara sungai. Status perlindungan Sousa chinensis menurut IUCN masuk dalam status konservasi kategori VU (Vulnerable/Rentan), dimana kategori ini diperuntukkan untuk jenis yang diindikasikan sedang menghadapi risiko tinggi kepunahan di alam liar.

 

 

Dengan ditemukannya kejadian mamalia laut terdampar ini, diharapkan kita sebagai manusia, penyumbang terbesar sampah di laut, lebih peduli terdapat kebersihan lingkungan laut yang berakibat kepada matinya biota yang mendiami perairan laut. LKKPN Pekanbaru mengapresiasi KOMPAK Samudra yang telah aktif membantu dalam penanganan mamalia laut terdampar sebagai wujud kepedulian terhadap perlindungan dan pelestarian jenis biota yang dilindungi.

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru   04 Oktober 2021   Dilihat : 107



Artikel Terkait: