Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JASA KELAUTAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Dewi Bahari: Memulihkan Ekonomi Masyarakat sekaligus Melestarikan Ekosistem

Pandemi COVID-19 tahun 2020, telah melumpuhkan hampir semua sektor industri, termasuk sektor pariwisata yang sangat berdampak pada para pelaku usaha wisata, bahkan masyarakat pesisir, secara tidak langsung merasakan dampaknya akibat sepinya kunjungan di destinasi wisata bahari.

Bangga berwisata di Indonesia, tema yang sangat sesuai untuk memulihkan kondisi pariwisata, dengan memprioritaskan wisata alam menjadi destinasi wisata unggulan.

Desa wisata bahari yang dikenal dengan Dewi Bahari adalah Program yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dari jasa lingkungan sumber daya pesisir yang ada. Dengan branding wisata bahari diharapkan akan menumbuhkan peran serta dan upaya pemberdayaan masyarakat. Masyarakat pesisir dengan suka rela akan berpartisipasi dalam pelestarian ekosistem karena dengan kegiatan ini akan memberikan nilai jual ke wisatawan, dan juga akan menjadikan kawasan wisata lebih bersih dan sanitasi yang lebih baik.

Destinasi dan atraksi wisata yg dikembangkan di desa-desa pesisir adalah wisata alam, wisata outdoor yang tentunya menjadi pilihan para wisatawan.

Tentu saja dalam implementasi di masa Pandemi tetap menerapkan protokol kesehatan yang tetap ditanamkan bagi pengelola wisata berbasis komunitas ini kepada wisatawan.

Pengembangan Desa Wisata Bahari sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pesisir, memberikan peran masyarakat sebagai pelaku usaha sekaligus mengelola desanya yang memiliki kekayaan bahari untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kegiatan dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi dari kegiatan wisata Bahari, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan berdasarkan prinsip Intregated Coastal Manajement (ICM), menjadi acuan dalam pengembangkan Dewi Bahari. Dengan memiliki peran dalam pengelolaan, masyarakat akan memiliki kepedulian sekaligus tetap menghormati dan melestarikan adat budaya masyarakat pesisir," demikian penjelasan Direktur Jasa Kelautan, Dr. Miftahul Huda, dalam rapat koordinasi Pengembangan Dewi Bahari yang diselenggarakan oleh Sekretariat Kabinet melalui online meeting, pada tanggal 12 Februari 2020.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 93/PERMEN-KP/2020 tentang Desa Wisata yang mulai berlaku pada tanggal 20 Desember 2020, akan semakin memantapkan masyarakat pesisir dalam mengelola kegiatan wisata, dengan melakukan tahapan ; Perencanaan, Fasilitasi Sarana/Prasarana, Peningkatan Kapasitas SDM, Pendampingan dan Monitoring.

Dewi Bahari dibangun dalam jangka waktu maksimal 5 tahu agar desa pesisir dapat bergerak Ekonominya dari wisata. Tentu saja dibutuhkan kemitraan dari K/L lain, NGO, Perguruan tinggi, pelaku usaha dan stakeholder lain. Dan hal ini sudah di wadahi dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 93/PERMEN-KP/2020 tersebut.

Pembangunan Desa Wisata Bahari ini tentunya memiliki beberapa kriteria: seperti lokasi di desa pesisir, memiliki potensi keunggulan wisata bahari : baik pesisir, bentang laut dan dasar laut, mendapat dukungan dari desa baik dari kebijakan dan anggaran, serta beberapa kriteria lainnya. Lebih detailnya bagaimana Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajak para stakeholder untuk bersama-sama membangun lingkungan desa pesisir dan ekosistemnya dalam pengelolaan pesisir dan laut untuk keberlanjutan, meningkatkan pendapatan dan melestarikan budaya lokal untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 93/PERMEN-KP/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang Desa Wisata Bahari .

Beberapa Dewi Bahari bahkan sudah dapat menjadi mata pencaharian Masyarakat. Salah satunya di Kaliwlingi, Brebes. Sudah berkembang guest house, restoran, tempat oleh-oleh/souvenir dan semua dikelola kelompok Masyarakat.

Direktorat Jasa Kelautan   21 Februari 2021   Dilihat : 1671



Artikel Terkait: