Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PONTIANAK
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Peningkatan Koordinasi dengan Pegawai Lingkup Ditjen PRL, BPSPL Pontianak Ikuti Dialog Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan

Pontianak (10/05) – Kegiatan dialog bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Ir. Wahyu Sakti Trenggono, M.M. dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi lingkup Ditjen PRL serta mengumpulkan saran masukan untuk peningkatan pengelolaan ruang laut yang lebih baik di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui video teleconference aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri oleh Drs. Victor Gustaaf Manoppo, M.H selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Karo Perencanaan, Eselon II lingkup Ditjen PRL, Katimlak Unit Kerja Menteri Kelautan Perikanan, seluruh Kepala UPT lingkup Ditjen PRL, serta pejabat fungsional, coordinator, dan subkoordinator unit kerja lingkup Ditjen PRL. 

 

Dalam arahannya, Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut merupakan “Panglima” dalam menjaga ruang laut Indonesia, sehingga diharapkan dapat membuat Roadmap ruang laut Indonesia hingga 50 tahun kedepan beserta strategis, action plan, dan payung hukumnya. Selain itu, Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Ditjen PRL diharapkan dapat melakukan terobosan dalam bidang pengelolaan kawasan konservasi, salah satunya perhitungan dan analisis ekonomi lingkungan di wilayah konservasi, dimana selanjutnya hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dalam upaya optimal pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta upaya penarikan investasi.

 

 “Wilayah konservasi tidak hanya sekedar ada tetapi perlu dimasukkan ke dalam roadmap ruang laut Indonesia sehingga dapat dipertahankan keberlanjutannya dengan tetap mendukung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.” Tutur Bapak Ir. Wahyu Sakti Trenggono, M.M.

 

Pada kesempatan ini juga, BPSPL Pontianak yang diwakili oleh Bapak Ir. R. Andry I. Sukmoputro selaku kepala balai juga menyampaikan beberapa hal terkait dukungan untuk penguatan kawasan konservasi daerah khususnya yang berada di wilayah kerja BPSPL Pontianak. Beliau menyampaikan, perlu adanya pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang khusus melakukan pengelolaan kawasan konservasi daerah. Hal ini penting mengingat kawasan konservasi daerah yang telah ditetapkan tidak dapat dikelola secara baik akibat kurangnya lembaga yang memiliki fungsi secara khusus untuk mengelola kawasan konservasi.

 

Selain itu, terkait Ikan Arwana khususnya di Kalimantan Barat yang menjadi primadona, memiliki kehilangan potensi ekonomi sebesar 34 juta USD akibat terhambatnya ekspor ke Tiongkok. Oleh karena itu, harapannya dapat dibuka kembali ekspor Arwana ke Tiongkok yang selanjutnya dapat menjadi masukan devisa bagi negara. Seperti halnya Arwana, pada wilayah kerja BPSPL Pontianak juga terdapat jenis ikan perairan darat (tawar) seperti Ikan Sidat yang berhasil teridentifikasi. Namun, dalam proses identifikasi yang dilakukan secara DNA masih menjadi salah satu hambatan karena kurangnya fasilitas lab uji DNA. Olah karena itu, harapannya UPT dapat memiliki ruang lab uji DNA dan peningkatan kompetensi karena salah satu tupoksi BPSPL adalah untuk identifikasi jenis ikan, khususnya yang dilindungi.

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak   10 Mei 2022   Dilihat : 52



Artikel Terkait: