Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PONTIANAK
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
BPSPL Pontianak ikuti Sosialisasi Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Bontang

Balikpapan (4/11) – Sehubungan dengan tindak lanjut pasca penetapan Kawasan Konservasi Perairan Bontang Provinsi Kalimantan Timur, BPSPL Pontianak melalui Wilker Balikpapan hadiri sosialisasi penetapan Kawasan Konservasi Perairan Bontang yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (4/11).

 

Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Walikota Bontang yang diwakili oleh Asisten 2, Zulkifli. Beliau berharap wilayah pesisir dan laut meskipun bukan lagi merupakan wilayah kota bontang sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014, namun tetap dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Bontang. Oleh karena itu, beliau berharap semoga kedepannya terdapat UPT yang dapat ditempatkan di Kota Bontang, agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan pesisir dan laut di Kota Bontang.

 

Zulkifli mennjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bontang memiliki visi untuk menjadi lebih hebat dan beradab, untuk merealisasikan visi tersebut terdapat misi kota bontang yang harmoni, dalam hal penetapan kawasan konservasi perairan Bontang ini semoga dalam pengelolaan wilayah konservasi dapat dilaksanakan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah provinsi, pemerintah kota, juga para pihak pelaku usaha. Sehingga, nantinya wilayah konservasi selain dapat terjaga kelestariannya, juga dapat menjadi manfaat lain bagi masyarakat kota bontang seperti pariwisata.

 

Riza Indra Riadi selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur memaparkan Dalam Penyusunan KKP Bontang dan RZWP3K Kalimantan Timur, Kota Bontang sangat perhatian terhadap daerah yang dilindungi dan daerah perikanan tangkap, serta budidaya. Setelah proses yang cukup panjang sejak tahun 2014 yang diinisasi oleh Pemkot Kota Bontang namun karena adanya perubahan aturan sesuai dengan UU 23/2014, maka wilayah pesisir dan laut menjadi wilayah provinsi, sehingga dilakukan pencadangan kembali kawasan konservasi oleh pemerintah provinsi, dan selanjutnya dilakukan survei kembali dan telah ditetapkan oleh Menteri Kelautan Perikanan sesuai dengan Kepmen KP 27/2021.

 

Acara dilanjutkan dengan Peresmian papan informasi Kawasan Konservasi Perairan Bontang oleh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur dan Walikota Bontang, serta penyerahan secara simbolis Kepmen KP 27/2021 dari Dit. KKHL, Ditjen PRL yang diwakili oleh Amehr Hakim selaku perwakilan dari Direktorat KKHL Ditjen PRL KKP kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dan Walikota Bontang.

 

Ahmer menjelaskan mengenai dkungan Pemerintah Pusat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Bontang, Prioritas nasional sesuai dengan RPJMN No. 06, target capaian luas kawasan konservasi sebesar 26,9 juta ha pada tahun 2024 dan hal itu telah tercapai dari capaian penambahan luas kawasan konservasi tahun 2021 yang mencapai 28,4 juta ha. Selain itu, perlu diapresiasi terkait target pengelolaan kawasan konservasi dikelola berkelanjutan dimana hasil penilaian EVIKA KKPD Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitar berada di peringkat ke 2 dibawah KKPN Raja Ampat.

 

Tujuan dari pengelolaan kawasan konservasi yakni melindungi sumber daya dan memberikan akses kepada masyarakat kecil untuk melakukan pemanfaatan, berdasarkan Permen KP 31/2020 nelayan/pembudidaya kecil masih dapat melakukan pemanfaatan dalam kawasan konservasi dengan pembatasan tertentu seperti alat tangkap dan ukuran kapal yang diatur untuk dapat melakukan pemanfaatan. Terkait larangan untuk pemanfaatan di kawasan konservasi hanya dilakukan di zona inti, untuk kegiatan lain dapat dilakukan di zona pemanfaatan terbatas.

 

Dalam pengelolaan kawasan konservasi setelah dilakukan penetapan akan ada pemantauan evaluasi sejauh mana efektivitas pengelolaannya, untuk evaluasi KKP Bontang akan dilakukan tahun depan. Salah satu kegiatan dalam meningkatkan efektivitas ialah pembuatan papan informasi yang tadinya diresmikan bersama.

 

Kegiatan ditutup oleh zulkifli, belia berharap agar seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan di Perairan Bontang dapat bersama-sama menjaga kelestariannya dan dapat mewujudkan kesejahteraan dan keberlanjutan dalam kawasan konservasi perairan Bontang. Beberapa hal penting yang perlu digaris bawahi antara lain tantangan pengelolaan yang efektif, perlu memperhatikan dinamika peraturan perundangan yang berlaku, dan perlu strategi pengelolaan yang tepat agar mendapat dukungan oleh berbagai pihak.

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak   04 November 2021   Dilihat : 68



Artikel Terkait: