Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PONTIANAK
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
BPSPL Pontianak Dukung PSDKP Tarakan dalam Rangka Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Ikan Sidat

Pontianak (17/9) - Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak (BPSPL) sebagai unit pelaksana teknis di bidang pengelolaan sumber daya pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil melakukan kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan jenis ikan sidat, berkoordinasi dengan PSDKP Tarakan, Satwas SDKP Tarakan, BPSPL Pontianak Wilker Balikpapan, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalimantan Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kutai Kartanegara, Kelompok Nelayan KUB Nelayan Etam Loa Kulu serta pelaku usaha budidaya sidat, kegiatan ini berlangsung pada 15-17 September 2021 lalu di Kab. Kutai Kartanegara.

 

Sosialisasi dilakukan berdasarkan Kepmen KP No. 80/2020 tentang Perlindungan Terbatas Ikan Sidat (Anguilla spp.). Sosialisasi disampaikan melalui Ketua Kelompok Nelayan KUB Nelayan Etam serta perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kutai Kartangeara. Berdasarkan keterangan nelayan, penangkapan glass eel yang dilakukan pada Juli 2021 tidak melanggar aturan yang berlaku. Selain itu, turut dilakukan pengambilan data kualitas air di sekitar lokasi sosialisasi serta pengambilan foto udara lokasi penangkapan glass eel yang terletak di seberang tempat tinggal nelayan.

 

Koordinasi dengan Bidang Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalimantan Timur juga dilakukan terkait rencana kegiatan pengawasan bersama oleh PSDKP Tarakan Satwas Balikpapan bersama tim pengawasan DKP Prov. Kalimantan Timur. Dilakukan pengukuran dan pengecekan sampel sidat yang masih hidup dan dipelihara oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kaltim yang berasal dari hasil tangkapan kemunculan glass eel pada akhir bulan Juli di Kec. Loa Kulu.

 

Pengecekan lokasi usaha dan pemeriksaan administrasi turut diberlakukan kepada pembudidaya sidat, Bramvic Frans Kunsiang. Pelaku usaha juga diarahkan untuk dapat mengupdate data stok barang di kartu kontrol stok pada aplikasi SAJI.

 

Bramvic selaku pelaku usaha pembudidaya sidat mengatakan dirinya tidak dapat lagi memperoleh benih dikarenakan penjual di Jawa Timur dan Jawa Barat tidak memiliki izin perdagangan dan kuota pengambilan dari alam.

 

Terkait permasalahan tersebut, pelaku usaha disarankan untuk mencari tahu terkait pelaku usaha sidat yang telah memiliki izin dan kuota, terutama untuk wilayah Sulawesi Tengah.

 

Terakhir, DKP Kab. Kutai Kartanegara berharap kedepannya agar dapat dilakukan sosialisasi yang lebih masif terkait peraturan pemanfaatan jenis ikan dilindungi dan/atau terancam punah, tidak hanya kepada pelaku usaha ataupun nelayan, juga kepada Kepala Desa karena dapat membantu menyebarluaskan informasi ke seluruh masyarakat.

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak   17 September 2021   Dilihat : 107



Artikel Terkait: