Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PADANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  

PUGaR (Pengembangan Usaha Garam Rakyat)


Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR)

 

Indonesia merupakan kepulauan dengan total garis pantai mencapai 95 ribu km. Wilayah perairan lautnya yang lebih luas dibanding wilayah daratannya menjadikan Indonesia sebagai negara maritim dengan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah. Salah satu potensi sektor kelautan dan perikanan yang perlu digali dan dikembangkan adalah garam.

 

Garam merupakan komoditas penting karena merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dikonsumsi. Tetapi di sisi lain, produksi garam dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan garam nasional. Hal ini mengakibatkan Indonesia masih melakukan impor garam. Pada dasarnya, dengan potensi kelautan yang besar, Indonesia seharusnya mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan garam sendiri. Oleh karena itu, upaya pengembangan usaha garam melalui penguatan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan.

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya produktivitas garam di Indonesia. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor cuaca dan iklim, kualitas garam rakyat yang kurang bersaing, teknologi yang belum berkembang, sarana dan prasarana produksi garam rakyat yang kurang memadai, serta kemampuan pemasaran garam rakyat yang umumnya masih skala lokal. Hal ini menyebabkan garam lokal cenderung kalah bersaing dengan garam impor.

 

Melihat kondisi tersebut, diperlukan suatu usaha strategis dan sistematis yang dapat membantu petambak garam untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus jangkauan pasar. Program pemberdayaan masyarakat juga diperlukan untuk membantu dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi petambak garam. Dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengembangkan program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) sejak tahun 2011. PUGaR dibentuk sebagai program nasional yang bertujuan untuk mensejahterakan petambak garam rakyat dan mendorong terwujudnya Swasembada Garam Nasional.

 

 

Bantuan Usaha Pergaraman (PUGaR) BPSPL Padang

Tahun 2020

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang ikut berperan dalam penyaluran Bantuan Usaha Pergaraman PUGaR pada tahun 2020 sebagai bagian dari upaya percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penyaluran Bantuan dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Lokasi penyaluran bantuan tepatnya di 3 (tiga) desa, yakni Desa Lancang Kecamatan Bandar Baru; Desa Peurade Kecamatan Panteraja; dan Desa Meunasah Balek Kecamatan Meureudu. Bantuan yang disalurkan adalah Tunnel Garam Terintegrasi beserta Penataan Lahan dan Sarana Prasarana.

 

Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki potensi pesisir dan kelautan cukup besar dengan panjang pantai sekitar 50,2 km. Selama ini wilayah pesisir laut Kabupaten Pidie Jaya sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan tambak dan wisata pantai. Sementara itu, potensi berupa air laut yang melimpah dan bersih dari pencemaran belum termanfaatkan secara maksimal. Sumber air laut tersebut pada dasarnya merupakan salah satu bahan baku garam yang tidak akan habis untuk dimanfaatkan dalam industri produksi garam.

 

Adanya potensi tersebut diharapkan dapat mendorong Kabupaten Pidie Jaya untuk mampu memenuhi kebutuhan garam, minimal di Kabupaten Pidie Jaya bisa dipenuhi sendiri. Secara tidak langsung hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat wilayah pesisir khususnya.

 

Informasi terkait usaha pergaraman dan bantuan yang disalurkan pada ketiga desa di Kabupaten Pidie Jaya disajikan secara detail pada tautan berikut.

  1. Desa (Gampong) Lancang Kecamatan Bandar Baru
  2. Desa (Gampong) Peurade Kecamatan Panteraja
  3. Desa (Gampong) Meunasah Balek Kecamatan Meureudu

 

 

Cara Pembuatan Garam

Metode pembuatan garam saat ini masih terus dikembangkan seiring perkembangan teknologi. Meskipun metode tradisional juga masih banyak dilakukan oleh sebagian besar petambak garam di Indonesia. Setiap metode pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masih-masing. Hal ini disebabkan karena proses produksi garam diperngaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor alam. Informasi terkait beberapa metode pembuatan garam dapat disajikan pada tautan berikut. Cara Pembuatan Garam