Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PADANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  

HIU


A.  Deskripsi dan Klasifikasi

Hiu umum dikenal dimasyarakat dengan ikan yang ganas dan sering sekali siripnya diperjualbelikan.  Anggapan Hiu ganas menurut sebagian penyelam adalah cerita yang tak benar dimana sebenarnya hiu tidak seganas seperti yang diperbincangkan.  Di alam sangat mudah mengenal jenis hiu, akan tetapi dengan jumlah jenis 117 sangat sulit membedakan setiap jenisnya. Untuk itu BPSPL Padang mencoba membuat kunci Identifikasi online yang disadur dari berbagai literatur yang telah ada. 

Sebelum menggunakan Kunci ini perlu untuk mengetahui istilah istilah dalam mendeskripsikan Morfologi Hiu. Klik Gambar Morfologi Hiu untuk mengetahui istilah istilah dalam morfologi Hiu.  

 

 

 Jika telah memahami istilah istilah dalam mendeskripsikan Morfologi HIU maka KLIK KUNCI IDENTIFIKASI HIU untuk mengenal HIU yang sedang diamati masuk dalam ORDO apa.

 

 


 

 

B.  Literatur Pengenalan Jenis Hiu

  1. Untuk pengenalan jenis http://www.elasmo-key.org/ telah mengembangkan kunci identifikasi online http://www.elasmo-key.org/ untuk mempermudah masyarakat dalam identifikasi jenis hiu.  Jika ada permasalahan terkait dengan kunci pengenalan jenis online tersebut dapat mengontak mailto:info@shark-references.com.

  2. Refereni pengenalan jenis ikan http://species-identification.org/species.php?species_group=marine_mammals&menuentry=tekstsleutel

  3. Kunci pengenalan ikan Hiu http://species-identification.org/species.php?species_group=Sharks&menuentry=tekstsleutel

 

C.  Regulasi

 Terdapat 8 jenis dari 117 jenis hiu di Indonesia yang dilindungi atau peredarannya di atur convensi internasional. 

  1. Hiu Paus (Rhincodon typus), dikenal juga dengan nama whale shark, Hiu Paus, geger lintang, Hiu Bodoh, Hiu Bintang, Hiu tutul, Hiu Bingkoh.  Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan SK MenKP No. 18 tahun 2013 ditetapkan dengan starus PERLINDUNGAN PENUH. 
  2. Hiu Martil (Sphyrna lewini), dikenal juga dengan Scalloped hammerhead, Yee Rimba, pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018 tentang Larangan Pengeluaran Ikan Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) dari wilayah negara RI keluar wilayah negara RI. 
  3. Hiu Martil (Shyrna mokarran), dikenal juga dengan Great hammerhead, Yee Rimba, pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018.
  4. Hiu Martil (Shyrna zygaena), dikenal juga dengan Smooth hammerhead, Yee Rimba, pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018.
  5. Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus), dikenal juga dengan nama Oceanic whitetip shark, Yee Broh. pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018.
  6. Hiu Lanjaman (Carcharhinus falciformis), dikenal juga dengan nama  Silky shark, hiu kejen, hiu sutra, pada CoP 17 tahun 2016  jenis ini telah masuk dalam Apendix II CITES dan dilarang mengeluarkan rekomedasi ekspor dari berdasarkan surat Edaran Direktur KKHL No. 2078/PRL.5/X/2017.
  7. Hiu Tikus (Alopias pelagicus), dikenal juga dengan nama pelagic thresher, Hiu Monyet, sesuai dengan pada CoP 17 tahun 2016  jenis ini telah masuk dalam Apendix II CITES dan dilarang mengeluarkan rekomedasi ekspor dari berdasarkan surat Edaran Direktur KKHL No. 2078/PRL.5/X/2017.  Terkait dengan tangkapan sampingan (bycatch) sesuai dengan Pasal 73 Permen KP No. 30 tahun 2012 jo Permen KP No. 26 tahun 2013 tentang Usaha Perikanan Tangkap di WPP NRI wajib dilepas dan dilaporkan jika mati, demikian juga pada Bab X Pasal 39 Permen KP No. 12 tahun 2012 tentang usaha perikanan tangkap di laut lepas.  Selain itu, pada tahun 2009 melalui Resolusi 10/12 IOTC tahun 2009 tentang perlindungan hiu tikus. 
  8. Hiu Tikus (Alopias superciliosus), dikenal juga dengan nama pelagic thresher, Hiu Monyet, pada CoP 17 tahun 2016  jenis ini telah masuk dalam Apendix II CITES dan dilarang mengeluarkan rekomedasi ekspor dari berdasarkan surat Edaran Direktur KKHL No. 2078/PRL.5/X/2017. Terkait dengan tangkapan sampingan (bycatch) sesuai dengan Pasal 73 Permen KP No. 30 tahun 2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di WPP NRI wajib dilepas dan dilaporkan jika mati. Selain itu, pada tahun 2009 melalui Resolusi 10/12 IOTC tahun 2009 tentang perlindungan hiu tikus.

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Halaman dikelola oleh :

Est 2018- 2019 : Yusuf

2020 - Now : Monika Pinem

 

Update Terakhir :  April 2020