Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PADANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  

REHABILITASI PANTAI


MITIGASI DAN REHABILITASI PANTAI

 

A.  PELINDUNG PANTAI (Hybrid Engineering)

Hybrid Engineering, merupakan teknologi yang diterapkan dalam melakukan perbaikan pantai yang mengalami erosi (detail). Sistem ini adalah membangun semacam sedimen trap atau perangkap sedimen yang akan memperbaiki kondisi pantai yang mengalami abrasi.

 

  • Pada tahun 2018, telah direncanakan pengaplikasian HE di pulau Rangsang, mengingat laju abrasi di pulau tersebut sangat tinggi, dan telah dilakukan sosialiasi terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut (detail).

 

B.  PELINDUNG PANTAI (Groin)

  • Pada tahun 2017, melalui dana Pusat KKP Ditjen PRL telah dilakukan pembangunan Pelindung Pantai di Padang Pariaman. 

 

 

 

 

 

B.  REHABILITASI MANGROVE

 

Kondisi mangrove di beberapa wilayah Indonesia mengalami degradasi, salah satu kegiatan untuk memitigasi pantai dari kerusakan, dilakukan dengan melalukan penanaman mangrove pada beberapa pantai yang telah mengalami kerusakan akibat penebangan atau konversi mangrove.  BPSPL Padang pada tahun 2016 telah melakukan kegiatan rehabiltasi mangrove di beberapa lokasi di wilayah kerja BPSPL Padang. 

Pengenalan Jenis Mangrove dan habitatnya sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir menggunakan tanaman mangrove. Link Pengenalan Jenis Mangrove dapat memberikan sedikit informasi untuk mengenal mangrove di lapanga.

 

1.  ACEH (ACEH BESAR)

  • Penanaman pada tahun 2016, berdasarkan informasi dan penugasan Dit. Pendayagunaan Pesisir, BPSPL Padang diamanatkan untuk melakukan rehabiitasi Pantai melalui penanaman bakau di beberapa lokasi di Aceh. Sesuai dengan hasil survey dan arahan dari Pemda, maka dilakukan penanaman bakau di 3 lokasi di Aceh Besar, yaitu: (1) Gampong Lam Gurun, Kecamatan Peukan Bada (2) Gampong Lam Badeuk, Kecamatan Peukan Bada,  kedua lokasi ini dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat Tanah Luah dengan menanam 5.000 batang Avicennia pada luasan ± 1.302 m2 (3) Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam oleh Kelompok Sira Kajhu, dengan rincian Avicennia 4.000 batang dan Rhyzophora 11.000 batang pada luasan ± 6.712,81 m2.
  • Monitoring pada tahun 2017, dari 3 lokasi penanaman di Aceh Besar, Gampong Lam Guron, pertumbuhan mencapai 80%, sedangkan di Gampong Lam Badeuk pertumbuhan hanya 30% karena tingkat penggenangan tinggi dan gelombang yang besar serta pagar pelindung sering terbawa ombak sehingga sering dimakan ternak.  Lokasi Gampong Kajhu pertumbuhan mencapai 70% karena pemeliharaan aktif dilakukan (laporan detail)
  • Monitoring pada pada Bulan Oktober tahun 2018, kondisi pertumbuhan mangrove tersebut dimana jenis yang ditanam Avicennia dengan persen tumbuh 40-45%. Pertumbuhan tinggi dari 30 cm menjadi 200 cm, sedangkan yang Gampong Peukan mengalami pertumbuhan yang sangat lambat, dimana tinggi hanya mencapai 35% dengan persentasi tumbuh 35-40% (laporan detail)

 

2.  SUMATERA UTARA (SERDANG BEDAGAI)

  • Penanaman pada tahun 2016, telah dilakukan penanaman mangrove di Serdang bedagai, Sumatera Utara. Berdasarkan hasil analisis disepakati bibit yang akan ditanam di Desa Bagan Kuala ada jenis Avicenia sp (Api-api). Bibit diperoleh dari kelompok Subur Mangrove desa Tanjung Rejo, Percut Sai Tuan Kabupaten Deli Serdang. Pada tahap pertama bibit disampaikan kepada kelompok sebanyak 12.500 batang dan sisanya pada tahap kedua juga disampaikan sebanyak 12.500 batang sehingga total keseluruhan yang di tanam sebanyak 25.000 batang yang telah ditanam di beberapa blok yang telah disepakati (Foto foto pelaksanaan penanaman mangrove di Sergei 2016).
  • Monitoring Tahun 2017.  MOnev yang dilakukan pada Oktober 2017 menggambarkan kondisi mangrove yang tersisa hanya 10-15% diakibatkan badai yang terjadi dimana berdasarkan laporan kelompok menyatakan bahwa ketinggian mangrove telah mencapi 2 meter.
  • Monitoring Tahun 2018.  Hasil monitoring menggambakan kondisi hasil rehabilitasi rusak berat akibat badai yang terjadi pada bulan Agustus - September 2018. Disarankan untuk membangun pemecah ombak untuk sedikit mereduksi ombak yang cukup besar (detail).

 

 

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Halaman dikelola oleh :

Est 2018 - Mei 2019 : Yusuf

2020 - Now : Willy

 

Update Terakhir :  Oktober 2018