Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PADANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Pra Assesment Desa Ekowisata Betumonga

Rabu, 18 April 2018, BPSL Padang melakuakan pertemuan koordinasi dengan intansi terkait Pemda Kab. Kep. Mentawai yang diperkirakan bisa mendukung dan bersinergi program untuk pengembangan Desa Betumonga sebagai Pusat Konservasi Penyu Belimbing, antara lain, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, BPBD, dan Sekda dan Bappeda.

 

Selain itu juga melakukan pertemuan dengan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Kab. Mentawai sebayak 14 orang yang ditempatkan di setiap kecamatan, dimana pada saat bersamaan sedang melakukan pertemuan koordinasi bualnan di Tuapejat. Dalam pertemuan ini BPSPL Padang membekali pengetahuan terkait jenis biota laut dilindungi terutama penyu untuk selanjutnya dapat memberikan informasi dan penyadaran kepada masyarakat yang terindikasi masih mengkonsumsi penyu di wilayahnya.

Pada hari yang sama juga dilakukan kunjungan ke The Education and Concervation Centre Mapadegat, Sipora Utara yang dikelola oleh warga setempat, dimana pada saat bersamaan sedang berlatih mendaur ulang sampah plastik menjadi kerajinan tangan bersama wisatawan mancanegara.

 

Pada Hari Kamis, 19 April, koordinasi dengan Kalaksa BPBD Mentawai sekaligus acara nonton bareng film pasca gempa/tsunami Mentawai 2010. Nobar ini dalam rangka menyambut HKB (Hari Kesiapsiagaan Bencana) yang akan ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 26 April. Selain itu jg BPBD siang pendukung dan bersinergi dalam mengembangkan Desa Betumonga sebagai Desa Tangguh Bencana, karena desa ini ternasuk dalam kategori kerawanan tinggi.

  

Selain itu, pada acara penjemputan rombongan Kemenkomar, sebagian rombongan juga meninjau Dusun Jati sebagai kawasan wisata Taman Kima. Pada acara kunjungan ini diikuti oleh Direktur KKHL, Kadis KP Sumbar, Kadis Perikanan Mentawai dan BPSPL Padang ke Pokmas Kuda Laut Dusun Jati, dimana pada saat bersamaan sedang melakukan persiapan sebagai penyelenggara Surfing Competition Bupati Cup 20-22 April 2018. Pokmas Kuda Laut ini adalah nama resmi dari Komunitas Aggau, yang merupakan komunitas surfing lokal, yang ditunjuk oleh BPSPL Padang sebagai Pengelola Taman Kima Mentawai.

 

 

Hari Jumat, 20 April 2018, BPSPL Padang turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pemda Kab. Mentawai pada kunjungan Kemenkomar terkait pembangunan Trans Mentawai dan kajian KEK Mentawai di Aulo Bappeda Mentawai. Dalam rakor diperoleh masukan dan saran dalam percepatan pembanguan Mentawai termasuk kebutuhan infrastruktur publik untuk mendorong percepatan Mentawai keluar dari keterisoliran dan ketertinggalan, diantaranya:

  • Pembangunan kolektifitas Multi Moda; trans Mentawai, Pelabuhan Mabuku, Bandara Rokot, Pelabuhan Labuhan Bajo, dan Pelabuhan Muara.
  • Penyediaan air bersih; diaharaokan disetiap kecamatan dibanguan jaringan air bersih, dan diharapoak Kem PUPR menjadi leadr sector ini
  • Industri Perikanan; diharapkan SKPT yang sudah dibangun dan diresmikan oleh KKP dapat segera beroperasi maksimal.
  • KEK Mentawai; diharapakan investor dapat segera memulai perencanaan pembanguan dan Pemda Mentawai mengurus perijinannya.

 

Pada sela-sela acara Rakor ini juga disosialisasikan inisiasi pusat konservasi penyu belimbing oleh BPSPL Padang di Desa Betumonga ke peserta yang hadir. Harapannya dengan informasi ini dapat memberikan masukan dan peluang bagi pengembangan destinasi wisata baru di Mentawai dalam mendukung program yg sudah ada yaitu 3M1K (Mapadegat, Muntei, Madobak dan Katiet).

 

Pada sore hari dilakukan kunjungan lapangan ke Site Konservasi Penyu Belimbing di Betumonga bersama rombongan Kadis Pariwisata Mentawai untuk menjajaki peluang destinasi wisata baru di Betumonga sekaligus pra assesment masyarakat setempat terkait peluang dan kesiapan untuk program desa wisata.

Pada malamnya, kunjungan ke site hatchery Betumonga dilakukan update pendataan penyu yang ada, patrol malam dan reselese tukik yang menetas pada malam tersebut. Pada saat kunjungan, di hatchery masih terdapat 18 sarang relokasi, dimana relokasi sarang terbaru adalah pada tanggal 19 April 2018 sebanyak 166 butir telur jenis Penyu Hijau dan direlokasi apda sarang di 12D. Sementara itu pada saat patroli alam di hatchery, terdapat sarang yang menetas yaitu 32 ekor (dari 69 butir) tukik penyu belimbing dari sarang relokasi 8G dan 46 ekor (dari 61 butir) tukik penyu Belimbing dari sarang relokasi 8F pada 21 April 2018 dan selanjutnya langsung direlase setelah dilakukan pengukuran morfometri.

 

Hari Sabtu, 21 April 2018, tim juga mengamati progress pembuatan fasilitas non permanen untuk mendukung pengelolaan hatchery dan patroli malam. Dimana akan dibuat 1 unit pondok jaga, 1 unit pondok informasi dan 1 unit gudang peralatan.

 

Selain itu juga melakukan pemutaran film dokumeneter dari hasil pendokumentasian kegiatan pengelolaan hatchery di Site KOnservasi Penyu Belimbing. Pada pemutaran film ini orang tua, dewsa dan anak-anak Dusun Mabolak dan Majawak sangat antusias melihat film. Mereka umumnya belum pernah melihat proses hatchery, baik relokasi sarang, proses tukik menetas dan release tukik. Mereka tidak menyangka bahwa telur penyu bisa direlokasi dan ditetaskan, meskipun selama ini mereka pernah sebelumnya selalu mengkonsumsi telur penyu dan daging penyu tersebut.

Pada kesempatan ini tim dari Dinas Pariwisata Mentawai juga melakukan pra assesment terkait peluang atraksi wisata lainnya yang bisa mendukung dan menambah atraksi wisata di Desa Betumonga selain Pusat Konservasi Penyu Belimbing, sehingga dapat melibatkan peran serta lebih banyak dari warga setempat. Beberapa diantaranya adalah rencana pembuatan sanggar budaya, dimana masih ada salah seorang warga setempat yang bisa menari tarian khas Mentawai, selain juga ada beberapa warga yang bisa membuat anyaman rotan khas Mentawai.

Wisata konservasi lainnya selain penyu belimbing yang bisa dikembangkan adalah melihat burung, bilou (monyet ekor panjang) serta kupu-kupu yang masih dijumpai di sekitar hutan dan sekitar site konservasi penyu. Selain itu menurut informasi warga di bulan Juni-Agustus dipantai desa ini adalah musim anggau terbesar di Sipora, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri juga bagi wisatawan.

Peluang lainnya adalah penyiapan rumah-rumah warga sebagai homestay untuk wisatawan yang akan berkunjung, catering/penyediaan makanan dan transportasi pendukung yang akan mengantarkan  wisatawan dari dusun ke lokasi site hatchery.

 

 

Berdasarkan kujungan lapangan dan penggalian informasi ini, beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti kedepan adalah:

  1. Akan segera dilakukan rapat koordinasi antara instansi terkait Pemda Mentawai dalam mensinergikan program untuk penyiapan Desa Betumonga sebagai salah satu destinasi wisata berbasis konservasi penyu, anatara lain Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Bappeda, Dinas Perindagkop, Dinas Pertanian, BPBD, Kecamatan dan Desa.
  2. Berdasarkan pra assessment, kondisis yang mendukung distinasi wisata di desa ini adalah kondisi lingkungan perumahan desa yang tertata rapi, bersih dan warga setempat yang terbuka terhadap wisatawan. Selain itu juga ada beberapa atraksi/produk yang bisa dikembangkan misalnya sanggar budaya tarian khas Mentawai, anyaman khas rotan, juga wisata melihat burung, bilou, dan kupu-kupu yang masih ada dan endemik lokal.
  3. Untuk mendukung upaya konmservasi penyu, dimaan selama ini penduduk mengkonsumsi telur dan daging untuk menambah gizi keluarga, dapat diinisiasi untuk mengembangkan altenatif gizi keluarga dari budidaya ikan nila/lele, ternak ayam kampung, serta bertani sayur mayur.

Suwardi   23 April 2018   Dilihat : 1529



Artikel Terkait: