Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT PADANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Layakkah Penyu untuk Diselamatkan ?

Di dunia yang terancamnya populasi banyak spesies, terdapat berbagai pertanyaan yang perlu untuk ditelaah. Salah satunya adalah apakah yang menjadi alasan terbaik untuk menyelamatkan Penyu dari kepunahan. 

 

Penyu menampakkan sebuah pelajaran yang sangat penting untuk ekosistem - semuanya saling terhubung

 

Penyu adalah bagian penting dari dua ekosistem yaitu ekosistem pesisir dan ekosistem laut. Jika Penyu punah, baik ekosistem pesisir maupun laut akan menghadapi kerusakan. Sejak lautan menjadi bagian yang penting memasok sumber makanan dan mendukung aktivitas di wilayah pesisir, maka kerusakan tak terhindarkan pada kedua ekosistem ini dan tentunya akan berdampak pada manusia.

 

Penyu yang sudah hidup dan berkembang di lautan selama 150 juta tahun kini melawan ancaman kepunahan karena tuntutan perkembangan zaman. Jika Kita mengubah lautan dan pantai yang mengancam punahnya Penyu, akankah hal tersebut berdampak kembali kepada kita, saat ini dan di masa depan ? Dan apabila memilih untuk mengabaikan Penyu, mungkinkah generasi selanjutnya terselamatkan ?

  

 Gambar (1) Kerajinan tangan yang berasal dari Karapas penyu

Gambar (2) Penjualan telur penyu untuk di konsumsi

(Sumber : https://www.fdcunhas.com/ayo-selamatkan-dan-lindungi-penyu-hewan-purba-yang-terancam-punah)

 

Faktanya, Pantai berpasir tidak mendapat banyak nutrisi dan tidak mampu menyimpan nutrient dengan baik, sehingga sangat sedikit vegetasi yang dapat tumbuh di sini. Namun, kondisi tersebut penting untuk keberlanjutan Penyu. Penyu menggunakan area pantai berpasir untuk bersarang dan meletakkan telurnya. Penyu akan bertelur sekitar 100 butir telur dalam satu sarang dan akan memiliki 3-7 sarang selama musim peneluran. Hanya saja, tidak setiap telur dalam sarang akan menetas dan tidak setiap Tukik (bayi Penyu) akan keluar dari sarang. Terlepas dari itu, telur dan Tukik yang terperangkap di dalam pasir ternyata menjadi sumber nutrisi yang sangat baik bagi vegetasi disekitaran pantai. Bahkan, sisa kulit telur dari telur yang menetas juga menyumbang nutrisi bagi vegetasi disekitarnya. Vegetasi yang terdapat disekitar pantai akan menggunakan nutrisi dari telur Penyu untuk tumbuh dengan akar yang lebih kuat. Vegetasi yang sehat dengan sistem akar yang kuat akan menahan pasir di pantai dan melindungi pantai dari erosi.

 

Kondisi yang ideal tersebut akan terpengaruh jika populasi Penyu menurun yang tentunya akan menurunkan frekuensi Penyu bertelur di pantai, dan berdampak pada semakin sedikitnya nutrisi yang diterima. Jika penyu punah, vegetasi disekitaran pantai akan kehilangan sumber nutrisi utamanya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan vegetasi terganggu dan sistem akar yang kurang kuat untuk mempertahankan pasir di pantai dan memungkinkan pantai semakin tergerus .

 

Nyatanya, Penyu memakan Ubur-ubur sehingga mencegah terjadinya ledakan populasi Ubur-ubur dalam skala besar termasuk Ubur-ubur yang bersifat menyengat. Apabila terjadi ledakan Ubur-ubur, terlebih Ubur-ubur yang menyengat, maka kondisi ini akan mendatangkan kerugian pada sektor perikanan, pariwisata dan kegiatan bahari lainnya di seluruh lautan.

 

 Gambar (3) Penyu memakan plastik

(Sumber : https://www.fdcunhas.com/ayo-selamatkan-dan-lindungi-penyu-hewan-purba-yang-terancam-punah)

 

Mengkaji ilmiahnya, Para peneliti juga menyatakan bahwa Penyu merupakan salah satu spesies kunci dalam menjaga ekosistem. Penyu Hijau (Chelonia mydas) menjaga keberlangsungan hidup Lamun dan Rumput Laut. Ketika Penyu Hijau merumput maka mereka telah membantu menambah nutrisi dan membantu produktifitas Lamun. Tanpa proses merumput yang konstan, maka padang lamun akan terus tumbuh dan menghalangi arus laut. Selain itu, kondisi yang rimbun akan menghalangi sinar matahari menembus ke dasar laut. Akibatnya, pangkal Lamun akan mengalami pembusukan dan menciptakan habitat sejenis jamur.

 

Lanjut, Penyu Sisik mengkonsumsi berbagai jenis Spons, yang berdampak pada kontrol komposisi spesies dan distribusi Spons yang mengancam ekosistem terumbu karang. Spons secara agresif bersaing berebut tempat dengan terumbu karang. Dengan memakan Spons, maka Penyu Sisik memberikan kesempatan kepada terumbu karang untuk berkoloni dan bertumbuh. Ketika Penyu Sisik merobek Spons, maka nutrisi di dalam Spons akan terbuka dan dapat dimakan oleh spesies laut yang tidak dapat membuka lapisan luar dari spons tersebut. Jadi secara tidak langsung Penyu Sisik telah memberi makanan kepada ikan-ikan.

 

Melalui aktivitas di atas, keanekaragaman spesies dan keseimbangan alami ekosistem laut juga terpelihara. Jika Penyu punah, maka akan menyebabkan penurunan pada semua spesies yang kelangsungan hidupnya bergantung pada Padang Lamun dan Terumbu Karang. Itu berarti, akan banyak spesies laut, yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pendapatan, menghilang.

 

Penyu dan banyak spesies (yang bergantung pada ada tidaknya Penyu) merupakan daya tarik penting untuk sektor Wisata Bahari. Dan banyak Negara yang menghasilkan sumber pendapatan cukup besar dari sektor tersebut.

 

Itulah beberapa peran yang Kita tahu dilaksanakan oleh Penyu untuk menjaga kesehatan dari ekosistem. Siapa yang tahu, peran apalagi yang akan Kita temukan ketika para peneliti mengungkap lebih banyak fakta mengenai penyu ? Di sisi sebaliknya, Kita memiliki kemampuan mengotak-atik “jarum jam” kehidupan, akan tetapi Kita tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui kapan hal tersebut akan menjadi baik baik saja ketika kehilangan salah satu bagian dari “jam” kehidupan.

 

Jika sulit untuk memahaminya, cobalah untuk mengotak-atik sebuah jam dan buanglah salah satu bagian yang terlihat tidak penting. Kemudian, rangkailah jam tersebut menjadi satu kesatuan kembali dan lihatlah apakah jam tersebut masih berfungsi dengan baik.

 

Dalam mitologi India, keberlangsungan hidup Penyu menjamin kelangsungan kehidupan di dunia. Mitos ini menyatakan bahwa bumi bersandar pada tiga (3) ekor gajah. Gajah-gajah ini pada gilirannya berdiri di atas cangkang penyu raksasa yang berenang di Laut yang tak terbatas. Masyarakat India meyakini jika Penyu menghilang, maka dunia akan berakhir.

 

Sumber : http://www.bonaireturtles.org/

 

Dina San Aprisca Tarigan   26 Februari 2020   Dilihat : 792



Artikel Terkait: