Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT MAKASSAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
HASIL MONITORING KEMUNCULAN HIU PAUS BOTUBARANI (BAGIAN 1)

Hiu Paus merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi yang mempunyai sebaran habitat sangat luas di perairan tropis yang hangat suhunya. Kemampuannya bermigrasi ke berbagai penjuru dunia, dan kemunculannya pada periode tertentu di berbagai pantai dangkal yang terletak antara Australia dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, seperti di Pantai Nusa Tenggara Timur, Teluk Tomini, perairan Lembata, Pulau Solor NTT, Teluk Cendrawasih, Probolinggo, Talisayan Derawan,  Bolsel dan pantai Botubarani Gorontalo. Sehingga perlu adanya upaya pendataan dalam rangka mengetahui pola tingkah laku dan waktu kemunculannya di wilayah-wilayah tersebut secara periodik.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, “Ketika data kemunculan Hiu Paus sudah bisa terdata dengan baik dan memiliki kecenderungan atau trend musim,  maka tidak hanya semata-mata aspek perlindungan yang bisa digaungkan, namun aspek pemanfaatannya untuk ekowisata minat khusus bisa ditetapkan kebijakannya secara bertanggung jawab sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas”.

Hampir semua orang khususnya masyarakat Indonesia, memiliki ketertarikan yang sangat tinggi untuk melihat secara langsung dan menjumpai salah satu hewan terbesar ini.  Menurut catatan dari Kelompok Sadar Wisata Botubarani pada 1 Mei hingga akhir Juli 2016, wisata watching di atas perahu 32.043 orang, wisata snorkeling 573 orang, wisata diving 197 orang. Hanya dalam 3 bulan lebih dari 30.000 orang berkunjung hanya untuk melihat Hiu Paus. Bahkan dalam satu hari bisa 1.000 orang yang datang berkunjung ke pantai Botubarani. Angka yang cukup fantastis untuk mengangkat ekonomi masyarakat di Gorontalo dari sektor wisata saja. Mulai awal Nopember 2016, BPSPL Makassar bersama Kelompok Sadar Wisata Botubarani untuk mendata Hiu Paus yang muncul di zona interaksi wisata dengan cara mencatat secara langsung setiap harinya.  Sehingga saat ini sudah bisa dilihat kecenderungan waktu-waktu musim migrasi Hiu Paus muncul di Botubarani.

Total kemunculan Hiu Paus di pantai Botubarani adalah 111 hari dari 561 hari pengamatan atau sekitar 19,78 %.

Ada fenomena menarik yang terjadi pada tanggal 7 Februari dan 26 Maret 2018, dimana tercatat pada kalender musim, adanya kemunculan Paus Pembunuh / The killer whale / Orcinus orca sebanyak 1 ekor dan 3 ekor pada zona interaksi Hiu Paus. Dimana satu hari sebelumnya masih terlihat Hiu Paus muncul di zona tersebut. Namun setelah kedatangan Orca ini, Hiu Paus kembali menghilang. Fenomena ini sangat langka terjadi di wilayah Indonesia, sehingga sudah seharusnya para peneliti bisa melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengungkapkannya di kemudian hari.

 

Tim Humas BPSPL Makasssar (KH)

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar   22 Mei 2018   Dilihat : 1239



Artikel Terkait: