Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT MAKASSAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
PEMBAHASAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2018

Senin (9/4). Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan pembahasan rencana kegiatan Identifikasi Potensi dan pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Ruang Rapat BPSPL Makassar dalam rangka memenuhi target nasional sejumlah 20 juta hektar kawasan konservasi perairan pada tahun 2020 nanti.

Rapat dipimpin oleh Kepala BPSPL Makassar, R. Andry Indryasworo, dihadiri oleh Dekan UNHAS, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Tenaga Ahli Konservasi/Biologi Laut, Tenaga Ahli Sosial Ekonomi, Tenaga Ahli GIS dan seluruh staf BPSPL Makassar. Dalam sambutannya Kepala Balai, menegaskan bahwa target kontribusi dari BPSPL Makassar tahun 2018 untuk menginisiasi pencadangan kawasan konservasi perairan adalah sejumlah 124.165,81 hektar. Dan lokasi pencadangan ini adalah lokasi yang memang belum termasuk dalam data lokasi sebaran dari 165 MPA (Marine Protected Area) sejumlah 17,98 juta Hektar.  Dari luas 124.165,81 hektar diharapkan hasil survey yang akan dilakukan bisa membuat zona – zona, seperti zona inti, perikanan berkelanjutan, pemanfaatan terbatas dan zona lainnya, yang mendapatkan persetujuan dari masyarakat yang berada di kawasan konservasi perairan tersebut. Adapun zona inti ditargetkan antara 2 – 10 % dari luas kawasan konservasi perairan.

 

Presentasi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Bapak M. Natsir, menyampaikan tentang dokumen final dan Ranperda RZWP3K Provinsi Sulawesi Selatan. Selanjutnya secara bergantian presentasi dilanjutkan tenaga ahli sosial ekonomi, konservasi dan GIS yang menyampaikan terkait dengan metodologi dan rencana lokasi survey di beberapa pulau, utamanya akan diprioritaskan di calon zona inti seluas 7.921,18 hektar.

Diskusi berjalan sangat dinamis, dimana para peserta silih berganti bertanya kepada tenaga ahli terkait informasi yang dirasa masih sangat minim untuk dipergunakan di lapangan nantinya. Sehingga diputuskan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas kesiapan tim survey sebelum ambil data ke lapangan dengan mempresentasikan kembali rencana detail agenda harian selama 10 hari di lapangan dan nama-nama orang beserta kapasitas tanggung jawabnya masing-masin agar bisa dicapai hasil yang optima.

Kontributor: KH

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar   11 April 2018   Dilihat : 2775



Artikel Terkait: