Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT MAKASSAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
BPSPL Makassar berpartisipasi dalam Simposium Nasional Hiu dan Pari di Indonesia Ke-2 Tahun 2018

Jakarta (28-29/3), telah diadakan Simposium Nasional Hiu dan Pari di Indonesia Ke-2 dengan mengusung tema “Menuju Pengelolaan Hiu dan Pari Secara Berkelanjutan Berbasis Ilmiah”. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Pusat Riset Perikanan (Pusriskan, BRSDMKP, KKP), Conservation International Indonesia, Yayasan Missol Baseftin dan WWF-Indonesia. Sebanyak 200-an peserta dan pemakalah berpartisipasi aktif dalam symposium ini, meliputi regulator, peneliti, pengembang, akademisi, praktisi dan pemerhati. Penyelenggaraan Simposium ini bertujuan (1) mengumpulkan hasil-hasil penelitian terbaru terkait sumber daya hiu dan pari di Indonesia, dan (2) memberikan bahan rekomendasi kebijakan pengelolaan terhadap jenis-jenis ikan hiu dan pari yang perlu untuk dilindungi, terutama hiu yang masuk dalam Appendix CITES, RFMO dan daftar merah IUCN.

Berdasarkan rumusan Panitia Simposium, sebanyak 166 makalah yang terhimpun, baik oral maupun poster. Makalah-makalah tersebut fokus pada 56 spesies hiu dan pari dengan representasi geografis yang luas. Kesenjangan informasi masih terjadi, sekitar 58% makalah fokus pada hiu dan pari di Samudra Pasifik (WPP 71) dibanding dengan Samudra Hindia (WPP 57). Selain itu, 80% makalah fokus pada sumber daya hiu (80%) dibandingkan sumber daya pari (18) dan hiu hantu (2%). Secara umum, makalah didominasi tema biologi, populasi, ekologi dan mitigasi by-catch (59%), pengelolaan dan konservasi (26%) dan sosial-ekonomi dan kelembagaan (15%). Lebih jauh lagi makalah yang dihimpun fokus pada 4 sub-topik, yakni keanekaragaman jenis; kepadatan dan biomassa; status stok ikan hiu dan pari; valuasi ekonomi produk dan nilai usaha hiu dan pari; dan strategi konservasi dan evaluasi.

Keikutsertaan BPSPL makassar dalam acara simposium ini dengan mengirimkan 4 (empat) makalah yang terdiri dari 2 (dua) makalah dengan tema “Biologi, Populasi dan Ekologi”, 1 (satu) makalah dengan tema “Sosial, Ekonomi dan Kelembagaan” dan 1 (satu) makalah lagi dengan tema “Pengelolaan dan dan  Konservasi”. Persentasi dilakukan melalui persentasi oral sebanyak 3 makalah dan perentasi Poster sebanyak 1 makalah.

Beberapa rumusan rekomendasi dari Simposium Hiu dan Pari di Indonesia ke-2 adalah :

  1. Pentingnya kolaborasi, kordinasi dan sinergi dari berbagai pihak dalam pengelolaan dan konservasi hiu dan pari, salah satunya melalui implementasi bersama Rencana Aksi Konservasi Hiu dan Pari 2016-2020.
  2. Perlunya peningkatan sejumlah usaha-usaha penelitian, diantaranya adalah:
  3. Road map penelitian terpadu
  4. Representasi data perikanan dari daerah Indonesia Barat
  5. Representasi data perikanan untuk spesies-spesies pari
  6. Penelitian terkait sosial, ekonomi, dan kelembagaan
  7. Pendekatan genetik dan molekuler
  8. Perlunya kajian multi-disiplin untuk evaluasi dampak dan manfaat regulasi pengelolaan spesies hiu dan pari di Indonesia, dari tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.
  9. Memastikan rencana aksi dari Simposium Hiu dan Pari Ke-2 Indonesia dapat menanggapi isu-isu prioritas terkait dengan pengelolaan hiu dan pari di Indonesia.
  10. Perlunya pemetaan masalah yang mendasar dan menghargai partisipasi masyarakat untuk menjamin keberhasilan usaha pengelolaan dan konservasi perikanan sumber daya hiu dan pari kolaborasi, kordinasi dan sinergi dari berbagai pihak dalam pengelolaan dan konservasi hiu dan pari baik nasional, regional dan global.
  11. Perlunya road map (peta kerja) penelitian yang terpadu dan mencukupi agar dapat berpartisipasi aktif dan menjawab perhatian nasional, regional dan global terhadap sumber daya hiu dan pari
  12. Perlunya untuk peningkatan upaya pendataan dan pengkajian status pemanfaatan dan konservasi sebagai pijakan penyusunan rekomendasi yang representatif terhadap lokasi geografis, jenis sumber daya and topik kajian.
  13. Perlunya mendorong penelitian sosial, ekonomi dan kelembagan untuk meningkatkan pemahaman penawaran-permintaan dalam konteks layanan ekosistem (ecosystem services).
  14. Perlunya kesadaran atas posisi strategis Indonesia untuk dapat mendorong inisiatif global dalam pengelolaan dan konservasi hiu dan pari.
  15. Perlunya kajian multi-disiplin untuk mengevaluasi dampak regulasi pengelolaan perikanan.
  16. Perlunya pengembangan metode pengkajian status pemanfaatan yang efektif dan efisien.
  17. Perlunya pengkajian status dan dampak perdagangan hiu hidup
  18. Perlunya pengembangan penggunaan pendekatan genetik dan molekuler untuk delineasi stok untuk pengelolaan perikanan hiu dan pari.
  19. Perlunya aksi nyata pengurangan sampah plastik yang meliputi penyadartahuan, kampanye dan regulasi yang membatasi penggunaan.
  20. Perlu keterpaduan pemantauan melalui on-board observer untuk mengidentifikasi habitat kritis sumber daya hiu dan pari.
  21. Perlunya turunan dari rencana aksi di tingkat daerah terhadap pengelolaan dan konservasi perikanan hiu dan pari

Masih ada GAP data hasil penelitian di beberapa wilayah Indonesia khususnya di Pulau Sumatera. Dan sebagai penutup dari Prof. Suharsono sangat berharap dari semua pihak yang memiliki data apapun terkait hasil kegiatan / penelitian dapat berkontribusi dalam pengumpulan data ke depan sebagai dasar untuk membuat kebijakan di masa yang akan datang.

(Tim Humas BPSPL Makassar : KH dan MY)Simposium Hiu & Pari II 2018

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar   02 April 2018   Dilihat : 904



Artikel Terkait: