Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT MAKASSAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Perlindungan dan Pelestarian Penyu di Pulau Saponda Kecapamatan Soropia, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara

Oleh : Iqbal Imtihan

 

Penyu merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi baik berdasarkan ketentuan hukum nasional maupun ketentuan internasional, karena keberadaannya telah terancam punah, yang diakibatkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Saat ini di beberapa daerah masih banyak ditemukan pemanfaatan dan perdagangan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya, sehingga mengancam keberlanjutan dan kelestarian penyu.

Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan upaya perlindungan penyu melalui Surat Edaran Nomor : 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya adalah melakukan perlindungan penyu dan habitat peneluran penyu.

Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Bajo Bangkit merupakan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang Pelestarian, Perlindungan, dan Pengawasan Ekosistem di wilayah perairan, Desa mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya pelestarian penyu yang dilakukan Kelompok Bajo Bangkit telah dilakukan sejak tahun 2011. Disamping melakukan kegiatan penangkaran telur penyu dan pelepasliaran tukik, kelompok ini melakukan upaya konservasi sumberdaya pesisir lainnya meliputi kegiatan transplantasi karang, kegiatan penangkapan ikan ramah lingkungan dan bersih pantai secara rutin.

Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Bajo Bangkit merupakan salah satu binaan BPSPL Makassar Wilker Kendari di Kabupaten Konawe. Kelompok yang diketuai oleh Bapak Parman ini memiliki anggota aktif sejumlah 22 orang.

Pada tahun 2018, Bajo Bangkit mendapatkan bantuan kamera underwater, pelampung rompi dan perahu dengan mesin tempel 40PK. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan Bajo Bangkit dalam upaya Pelestarian, Perlindungan, dan Pengawasan Ekosistem. Pada Tahun 2019 Bajo Bangkit dan Tim BPSPL Makassar Wilker Kendari melepasliarkan Tukik sejumlah 33 ekor berjenis kelamin jantan, dimana menurut informasi beberapa tukik sebelumnya telah bergerak kelaut. Tukik yang ditemukan berjenis Tempayan (Caretta caretta) dengan ciri-ciri morfologi berwarna kecoklatan memiliki 5 pasang lateral scute. Rata-rata panjang kerapas 38mm dan lebar 29mm. Lokasi sarang tukik yang berada di bawah rumah panggung menyebabkan tukik berjenis kelamin jantan dengan ciri-ciri panjang ekor yang jauh lebih panjang dibandingkan karapas.

BPSPL Makassar sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan upaya konservasi penyu dengan melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang terkait; pembinaan kelompok masyarakat pelestari penyu; melakukan koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum untuk pelaksanaan perlindungan penyu; dan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program perlindungan penyu, telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya.

 

  

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar   17 Juni 2020   Dilihat : 332



Artikel Terkait: