Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT MAKASSAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Sahabat Penyu di Pesisir Toloun, Sulawesi Utara

Oleh : Himawan Firga Wibisono

 

Perairan di Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah sebaran penyu di Indonesia. Penyu seringkali ditemukan di Selat Lembeh, perairan Tumpaan, Likupang, Bunaken serta beberapa daerah pesisir lain di Minahasa, Bolaang Mongondow serta Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Wilayah di Kabupaten Minahasa terdapat lokasi yang digunakan untuk  penyu bertelur, tepatnya di Pantai Toloun. Pantai tersebut memiliki hamparan pasir putih yang indah disertai dengan rimbunnya pohon kelapa. Lalu, kondisi daerah sekitar umumnya ialah wilayah pemukiman serta ada beberapa tempat yang digunakan sebagai daerah pariwisata dan daerah konservasi penyu.

Kegiatan konservasi penyu di pesisir Toloun telah dirintis sejak tahun 1989 oleh Melky Kansil. Beliau termasuk salah satu penggerak konservasi penyu khususnya di sepanjang pantai Toloun. Maraknya penangkapan penyu untuk dikonsumsi dan dijual, serta tingginya konsumsi telur di desa ini, mendorong Melky Kansil untuk melakukan penyelamatan penyu secara sederhana dengan memindahkan telur-telur penyu untuk ditetaskan secara semi alami, lalu melepaskan tukik setelah menetas. Kepedulian terhadap penyu ini kemudian dilanjutkan dengan melakukan pembentukan kelompok Pelestari Penyu Toloun pada tahun 2007 silam. Kelompok ini telah banyak melakukan kerjasama penyelamatan penyu baik dari pemerintah daerah, LSM dan Perguruan Tinggi yang masih aktif hingga kini.

 

Pada tahun 2017, Pemerintah melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan kepada kelompok Pelestari Penyu melalui program “KOMPAK” (Kelompok Masyarakat Penggiat konservasi). Bantuan tersebut terdiri dari pondokan panggung, papan informasi, demplot penetasan, head lamp, teropong, Kamera Fujifilm. Head lamp (senter kepala) digunakan untuk kegiatan patroli rutin pada malam hari. Setiap malam pada musim peneluran penyu, anggota kelompok ini akan melakukan penyusuran ke pantai peneluruan.

Bantuan berupa demplot penetasan digunakan untuk tempat penetasan semi alami dari telur-telur penyu yang diambil dari sarang alaminya dipinggir pantai agar telur tersebut dapat menetas dengan selamat tanpa terganggu oleh predator ataupun manusia. Selain itu, kamera dimanfaatkan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan konservasi penyu tersebut. Serta teropong dapat membantu kelompok ini dalam melakukan pengawasan dari jarak jauh.

Pada bulan Oktober 2019, dilaksanakan kegiatan pelepasliaran tukik penyu belimbing. Hal ini merupakan suatu rangkaian agenda dari kegiatan konservasi penyu. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Pelestari Penyu Toloun dan Tim BPSPL Makassar wilker Manado. Pada Bulan September 2019, tercatat telur penyu belimbing yang menetas menjadi tukik pada sarang pertama berjumlah 95 ekor dan pada sarang kedua yang menetas berjumlah 108 ekor. Tukik penyu belimbing yang dilepaskan ke laut berjumlah 4 ekor dari sarang terakhir yang tersisa.

 

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar   30 Mei 2020   Dilihat : 152



Artikel Terkait: