Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENGELOLAAN SD PESISIR & LAUT DENPASAR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  

Penataan Sistem Manajemen SDM


Penataan sistem manajemen SDM aparatur bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM. Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:

1. meningkatnya ketaatan terhadap pengelolaan SDM aparatur pada masing-masing Zona Integritas menuju WBK dan WBBM;

2. meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur pada masing-masing masing Zona Integritas menuju WBK dan WBBM; 3. meningkatnya disiplin SDM aparatur pada masing-masing Zona Integritas menuju WBK dan WBBM;

4. meningkatnya efektivitas manajemen SDM aparatur pada Zona Integritas menuju WBK dan WBBM; dan

5. meningkatnya profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat beberapa indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan penataan manajemen SDM aparatur, yaitu:
Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:

  • Unit Kerja telah membuat rencana kebutuhan pegawai di unit kerjanya dalam hal rasio dengan beban kerja dan kualifikasi pendidikan;
  • Unit Kerja telah menerapkan rencana kebutuhan pegawai di unit kerjanya; dan
  • Unit Kerja telah menerapkan monitoring dan evaluasi terhadap rencana kebutuhan pegawai di unit kerjanya.

Pola Mutasi Internal
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:

  • Unit Kerja telah menetapkan kebijakan pola mutasi internal;
  • Unit Kerja telah menerapkan kebijakan pola mutasi internal; dan
  • Unit Kerja telah memiliki monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan pola rotasi internal.

Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:

  • telah melakukan upaya pengembangan kompetensi (capacity building/transfer knowledge); dan
  • terdapat kesempatan/hak bagi pegawai di Unit Kerja terkait untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan maupun pengembangan kompetensi lainnya.

Penetapan Kinerja Individu
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti:

  • telah memiliki penilaian kinerja individu yang terkait dengan kinerja organisasi;
  • ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya;
  • telah melakukan pengukuran kinerja individu secara periodik; dan
  • hasil penilaian kinerja individu telah dilaksanakan/ diimplementasikan mulai dari penetapan, implementasi, dan pemantauan.

Penegakan Aturan Disiplin/Kode Etik/Kode Perilaku Pegawai

Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti pelaksanaan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/ diimplementasikan

Sistem Informasi Kepegawaian
Pengukuran indikator ini dilakukan dengan mengacu pada kondisi yang seharusnya dilakukan, seperti pelaksanaan sistem informasi kepegawaian pada Unit Kerja telah dimutakhirkan secara berkala.